Viral Diet Ekstrem Minum Teh Dicampur Obat Sembelit Diklaim Turun 4 Kg, Bahayakah?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Keinginan memiliki tubuh langsing dalam waktu singkat kembali memunculkan tren diet yang berisiko. Kali ini, media sosial di China dihebohkan dengan metode penurunan berat badan ekstrem yang diklaim mampu memangkas hingga 4 kilogram hanya dalam dua hari. Namun, di balik janji hasil instan tersebut, banyak orang justru berakhir di ruang gawat darurat akibat mengalami gangguan kesehatan serius.
Tren yang viral tersebut melibatkan teh tanpa gula yang dicampur dengan enema gliserin, yaitu obat pencahar yang sebenarnya dirancang untuk digunakan melalui rektum (anus) guna mengatasi sembelit, bukan untuk diminum.
Dalam berbagai video yang beredar di media sosial, sejumlah kreator konten memperlihatkan cara mencampurkan cairan enema gliserin ke dalam botol teh tanpa gula, lalu mengocok dan meminumnya. Mereka mengklaim metode tersebut mampu mempercepat penurunan berat badan karena memicu buang air besar secara terus-menerus.
Konten-konten tersebut pun menarik perhatian banyak pengguna media sosial yang tergiur dengan janji tubuh lebih langsing dalam waktu singkat. Sayangnya, hasil yang didapat justru jauh dari harapan.
Salah satu korban yang mencoba metode tersebut, seorang perempuan bermarga Ma, mengaku mulai mengalami gejala berat hanya beberapa menit setelah mengonsumsi campuran tersebut.
Ia mengalami diare hebat hingga harus bolak-balik ke kamar mandi sepanjang malam. Kondisinya semakin memburuk karena disertai muntah berulang yang membuat tubuhnya sangat lemas.
"Saya ke toilet setiap jam. Saya tidak bisa tidur sepanjang malam," ungkap Ma setelah mencoba diet ekstrem tersebut.
Kasus serupa ternyata bukan hanya dialami satu orang. Sebuah rumah sakit di Provinsi Henan, China, melaporkan menerima sejumlah pasien yang harus mendapatkan penanganan darurat setelah mengikuti tren diet tersebut.
Menurut pihak rumah sakit, teh tanpa gula saja sudah dapat memicu iritasi lambung pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Ketika dicampur dengan enema gliserin yang memang memiliki efek pencahar kuat, risiko gangguan pencernaan meningkat drastis.
Pihak rumah sakit menggambarkan kombinasi tersebut sebagai pukulan ganda bagi sistem pencernaan karena dapat memicu diare berat, dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga komplikasi lain yang berpotensi membahayakan.
Para ahli kesehatan juga menegaskan bahwa enema gliserin bukan obat yang boleh diminum. Produk tersebut memang dibuat khusus untuk penggunaan melalui rektum sesuai petunjuk medis. Mengonsumsinya secara oral dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan dan berisiko terhadap kesehatan.
Ahli gizi dari Rumah Sakit Wanita dan Anak Chongqing, Sun Hailan, menjelaskan bahwa penurunan berat badan yang terjadi setelah mengikuti metode tersebut sebenarnya bukan berasal dari pembakaran lemak.
Menurutnya, angka di timbangan memang bisa turun dengan cepat, tetapi penyebab utamanya adalah hilangnya cairan tubuh dan keluarnya feses dalam jumlah besar akibat efek pencahar yang sangat kuat.
"Meskipun berat badan Anda turun, yang hilang bukanlah lemak, melainkan feses yang mengeras dan banyak air dari tubuh Anda," jelas Sun Hailan.
Ia menambahkan setelah tubuh kembali mendapatkan asupan cairan yang cukup, berat badan umumnya akan kembali seperti semula. Dengan kata lain, metode tersebut sama sekali tidak efektif sebagai cara menurunkan lemak tubuh.
Sun Hailan pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tren diet instan yang ramai di media sosial. Menurutnya, penurunan berat badan yang sehat hanya bisa dicapai melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik secara rutin, serta perubahan gaya hidup yang berkelanjutan.
Kasus ini menjadi pengingat tidak semua tips diet yang viral aman untuk diikuti. Sebelum mencoba metode penurunan berat badan apa pun, penting untuk memastikan informasi tersebut berasal dari sumber medis yang tepercaya agar tidak membahayakan kesehatan hanya demi hasil yang bersifat sementara.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Viral Diet Ekstrem Minum Teh Dicampur Obat Sembelit Diklaim Turun 4 Kg, Bahayakah? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!