Deddy Corbuzier Beri Tanggapan Berkelas usai Video Anak Menangisi Ayah yang Tewas Diduga Diamuk Massa Viral

Ket. Tanggapan Deddy Corbuzier

Doc: Kolase foto X/@unmagnetism dan Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus meninggalnya seorang pria berinisial KD yang diduga menjadi korban amuk massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa yang bermula dari dugaan pencurian ayam aduan itu memicu gelombang diskusi di media sosial, terutama setelah beredar video mengharukan yang memperlihatkan anak bungsu korban menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka.

Dalam video yang viral, bocah perempuan tersebut terlihat memanggil ayahnya berulang kali dengan tangisan pilu di tengah kerumunan banyak orang.

Momen emosional itu mengundang simpati warganet yang menilai bahwa apa pun dugaan kesalahan seseorang, keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak, tetap menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Jenazah KD diketahui dibawa ke rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kedatangannya disambut suasana duka yang mendalam oleh keluarga besar. Tangisan sang putri menjadi sorotan karena menggambarkan kesedihan seorang anak yang kehilangan figur ayah secara mendadak.

Deddy Corbuzier Menanggapi

20260727120412_Screenshot_43.jpg

(Tanggapan Deddy Corbuzier, dok: X/@unmagnetism)

Kasus tersebut juga menarik perhatian presenter sekaligus podcaster Deddy Corbuzier. Melalui unggahan dan komentarnya di media sosial, Deddy menyoroti fenomena aksi main hakim sendiri yang masih kerap terjadi di tengah masyarakat.

Tanggapan Deddy Corbuzier terhadap video viral tersebut turut menjadi perhatian publik. Alih-alih memperdebatkan kronologi kejadian, Deddy memilih menunjukkan empati kepada anak korban yang terlihat menangis histeris saat mengantar kepergian sang ayah.

Melalui kolom komentar, ia menuliskan, "Bawa anaknya ke saya, no content, no camera, I'll fix her."

Pernyataan itu langsung menuai respons positif dari banyak warganet. Kalimat "no content, no camera" dinilai sebagai penegasan bahwa niatnya bukan untuk mencari perhatian atau menjadikan momen tersebut sebagai bahan konten media sosial. Deddy menyiratkan keinginannya untuk membantu sang anak secara tulus, tanpa publikasi maupun eksposur.

Sikap tersebut dianggap mencerminkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak yang harus menghadapi kehilangan besar di usia yang masih sangat muda.

Banyak netizen berharap bantuan yang ditawarkan Deddy benar-benar dapat memberikan dukungan moral dan membantu proses pemulihan trauma yang dialami sang bocah setelah peristiwa tragis tersebut.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN