Bisa Bikin Kembung Hingga Diare, Ini 7 Makanan yang Sulit Dicerna oleh Tubuh: Ada Gorengan hingga Jagung!

Ket. Ilustrasi makanan manis.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mengonsumsi berbagai jenis makanan lezat sering kali membuat kita lupa untuk memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan sistem pencernaan. Beberapa jenis hidangan ternyata membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan sulit diurai oleh organ pencernaan.

Dampaknya, muncul berbagai masalah kesehatan seperti perut kembung, mulas, sembelit, hingga diare. Melansir dari Everyday Health dan PharmEasy, berikut adalah daftar jenis makanan yang sulit dicerna tubuh dan kerap memicu gangguan kesehatan.

Daftar Makanan yang Perlu Diperhatikan Konsumsinya

1. Makanan yang Digoreng

Olahan berlemak tinggi dan bersantan membutuhkan waktu proses pencernaan yang lebih lama di lambung. Hal ini meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan, perut membesar karena gas, serta merangsang cairan usus besar yang memicu tekstur feses menjadi cair.

2. Produk Susu dan Olahannya

Bagi penderita intoleransi laktosa, tubuh kurang memiliki enzim laktase untuk memecah gula alami (laktosa) pada susu. Laktosa yang menumpuk di usus besar akan difermentasi oleh bakteri sehingga memicu produksi gas berlebih, nyeri perut, dan diare.

3. Makanan Ultra-Proses (Ultra-Processed Food)

Produk siap saji, camilan kemasan, hingga minuman bersoda kaya akan gula, garam, lemak, dan bahan pengawet namun sangat rendah serat. Rendahnya asupan serat ini berpotensi besar memicu masalah sembelit atau buang air besar tidak lancar.

4. Makanan Pedas

Senyawa capsaicin yang memberi rasa pedas pada cabai dapat mengiritasi lapisan saluran pencernaan. Zat ini mempercepat pergerakan usus yang menyebabkan makanan terdorong terlalu cepat dan berujung pada kram perut atau diare.

5. Makanan Sangat Tinggi Serat

Walau baik untuk kesehatan, peningkatan asupan serat secara drastis (seperti sayuran mentah, kacang-kacangan, dan beras merah) dapat memicu kembung jika tidak diimbangi dengan minum air putih yang cukup dan penyesuaian secara bertahap.

6. Jagung

Lapisan luar biji jagung mengandung selulosa, sejenis serat tidak larut yang tidak mampu diurai sempurna oleh sistem pencernaan manusia. Tak heran jika sisa kulit jagung sering kali keluar dalam bentuk utuh bersama tinja, serta memicu gas bagi pemilik perut sensitif.

7. Pemanis Buatan

Jenis zat pemanis buatan seperti sorbitol yang biasa ditemukan pada produk bebas gula dapat memicu efek laksatif (pencahar), kram perut, serta kembung apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Memahami jenis-jenis makanan yang berpotensi membebani kerja usus dan lambung dapat membantu menjaga kenyamanan sistem pencernaan sehari-hari. Bukan berarti harus memangkas seluruh jenis makanan tersebut dari menu harian, melainkan membatasi porsinya dan mengonsumsinya secara bijak agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari gangguan pencernaan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN