Sudah Rajin Olahraga Tapi Badan Masih Pegal? Ini yang Sebenarnya Terjadi di Tubuhmu

Doc: istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Olahraga sering dianggap solusi untuk bikin tubuh lebih bugar.

Tapi ironisnya, banyak orang justru merasa badan tetap pegal, kaku, bahkan cepat lelah meski sudah rutin latihan. Kalau kamu mengalami hal ini, kemungkinan besar masalahnya bukan di olahraganya—melainkan di proses pemulihan tubuh yang belum optimal.

Saat berolahraga, apalagi dengan intensitas sedang hingga tinggi, tubuh sebenarnya mengalami “kerusakan kecil” pada serat otot. Ini adalah proses alami yang justru dibutuhkan agar otot bisa tumbuh lebih kuat. Namun, proses perbaikan ini butuh waktu, nutrisi, dan kondisi tubuh yang mendukung. Kalau salah satu faktor ini terganggu, pemulihan jadi lambat dan rasa pegal bisa bertahan lebih lama.

Fenomena ini juga dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), yaitu rasa nyeri otot yang biasanya muncul 12–24 jam setelah olahraga dan bisa bertahan hingga beberapa hari. Ini bukan hal berbahaya, tapi kalau terjadi terus-menerus, bisa jadi sinyal tubuh belum pulih sepenuhnya.

Masalahnya, banyak orang masih menganggap recovery itu sekadar istirahat atau tidur. Padahal, pemulihan yang optimal jauh lebih kompleks. Tubuh butuh hidrasi yang cukup, asupan nutrisi terutama protein, sirkulasi darah yang baik, hingga aktivitas ringan seperti stretching atau recovery workout untuk membantu proses regenerasi jaringan.

Kalau recovery tidak berjalan dengan baik, ada beberapa tanda yang biasanya muncul. Misalnya, otot terasa nyeri berhari-hari, badan cepat capek meski latihan tidak berat, performa olahraga tidak meningkat, atau tubuh terasa kaku saat mulai bergerak. Dalam jangka panjang, kondisi ini bahkan bisa meningkatkan risiko cedera karena tubuh dipaksa beraktivitas sebelum benar-benar pulih.

Selain itu, terlalu memaksakan diri juga bisa jadi penyebab. Banyak orang yang baru mulai olahraga langsung berlatih terlalu keras, sehingga tubuh “kaget” dan bereaksi dengan rasa nyeri berlebihan. Alih-alih progres, yang terjadi justru tubuh kelelahan dan sulit beradaptasi.

Sekarang, pendekatan recovery juga sudah semakin berkembang. Bukan cuma istirahat, tapi juga melibatkan teknologi seperti terapi berbasis radiofrekuensi yang membantu mempercepat sirkulasi darah dan regenerasi jaringan otot. Metode seperti ini bahkan sudah banyak digunakan oleh atlet profesional untuk menjaga performa tetap optimal.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA
Advertisement
KJ-cup-2026
TERBARU
PILIHAN