5 Calon Ratu Gen Z Siap Pimpin Monarki Eropa, Dari Putri Leonor hingga Putri Estelle

Ket. Putri Leonor, Calon Penerus Kerajaan Spanyol

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Monarki Eropa memasuki era baru. Dalam beberapa dekade mendatang, lima kerajaan di Benua Biru diproyeksikan akan dipimpin oleh perempuan dari Generasi Z. Hal ini menjadi perubahan besar dari tradisi monarki yang selama ini identik dengan kepemimpinan raja.

Para calon ratu ini tak hanya menjadi sorotan di negaranya, tetapi juga di dunia internasional. Mereka dibekali pendidikan tinggi, pelatihan militer, hingga pengalaman yang mempersiapkan mereka menjadi pemimpin modern.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Putri Leonor dari Spanyol yang telah menyelesaikan wajib militer dan akan melanjutkan studi Ilmu Politik.

Monarki Eropa Memasuki Era Modern

Regenerasi di sejumlah kerajaan Eropa menjadi simbol transformasi monarki yang semakin modern dan setara. Sejumlah negara bahkan akan mencetak sejarah dengan memiliki ratu yang memerintah. Berikut lima calon ratu yang dipersiapkan memimpin kerajaan di masa depan.

1. Putri Leonor dari Spanyol

Raja Felipe VI tidak memiliki anak laki-laki, sehingga Putri Leonor menjadi pewaris takhta. Lahir pada 31 Oktober 2005, ia menyandang gelar Putri Asturias, Putri Girona, dan Putri Viana serta berada di urutan pertama garis suksesi.

Leonor akan menjadi Ratu Spanyol pertama sejak Ratu Isabella II (1833–1868). Ia telah menyelesaikan pelatihan militer di matra darat, laut, dan udara, serta akan melanjutkan kuliah Ilmu Politik di Universitas Carlos III Madrid.

2. Putri Elisabeth dari Belgia

Lahir pada 25 Oktober 2001, Putri Elisabeth akan menjadi ratu pertama yang memerintah Belgia berkat hukum suksesi gender netral yang disahkan pada 1991.

Duchess of Brabant ini menempuh pelatihan di Akademi Militer Kerajaan Brussel, belajar Sejarah dan Politik di Universitas Oxford, dan melanjutkan studi magister Kebijakan Publik di Harvard University. Elisabeth juga menguasai empat bahasa, yakni Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris.

3. Putri Catharina-Amalia dari Belanda

Putri Catharina-Amalia lahir pada 7 Desember 2003 dan melanjutkan tradisi panjang pemimpin perempuan di Belanda. Ia merupakan lulusan Politik, Psikologi, Hukum, dan Ekonomi (PPLE), serta kini menempuh studi Hukum di Universitas Amsterdam.

Amalia juga mengikuti pelatihan militer melalui program Defensity College. Pada usia 18 tahun, ia menjadi sorotan setelah menolak tunjangan kerajaan sebesar €1,6 juta (sekitar Rp27 miliar) karena merasa belum pantas menerimanya. Ia juga pernah bekerja paruh waktu di sebuah bar pantai.

4. Putri Ingrid Alexandra dari Norwegia

Lahir pada 21 Januari 2004, Putri Ingrid berada di urutan kedua garis suksesi setelah Putra Mahkota Haakon. Dijuluki Badass Princess, ia merupakan atlet selancar yang pernah menjuarai kompetisi junior wave surfing nasional Norwegia.

Ingrid juga memiliki izin mengemudikan kendaraan tempur lapis baja, pernah mengoperasikan kapal cepat serbu militer, hingga mendampingi pilot jet tempur. Ia diproyeksikan menjadi ratu berkuasa kedua dalam sejarah Norwegia sejak Ratu Margaret.

5. Putri Estelle dari Swedia

Putri Estelle, yang lahir pada 23 Februari 2012, berada di urutan kedua pewaris takhta setelah ibunya, Putri Mahkota Victoria.

Swedia menjadi negara pertama yang menerapkan hukum suksesi tanpa memandang gender pada 1980, sehingga posisi Estelle tetap terjamin meski memiliki adik laki-laki. Sejak kecil, ia diperkenalkan pada isu sosial, lingkungan, dan seni sebagai bekal menjadi calon ratu berwawasan modern.

Kelima calon ratu tersebut menjadi wajah baru monarki Eropa. Dengan pendidikan, pengalaman, dan persiapan sejak dini, mereka diproyeksikan membawa kerajaan masing-masing memasuki era kepemimpinan yang lebih modern.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN