5 Strategi Marketing Beauty Brand Paling Unik, dari Bangun Komunitas hingga Kampanye Sosial

Ket. 5 Strategi Marketing Beauty Brand Paling Unik, dari Bangun Komunitas hingga Kampanye Sosial

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dalam industri kecantikan yang semakin kompetitif, strategi pemasaran tidak lagi hanya berfokus pada penjualan produk.

Mengutip Tatler Asia, kampanye beauty brand yang paling berkesan justru hadir ketika sebuah merek mampu memahami budaya, identitas, serta kebiasaan konsumennya.

Berbagai brand kecantikan sukses membangun hubungan lebih dekat dengan pelanggan melalui komunitas, nilai sosial, personal branding, hingga pendekatan yang menyatu dengan gaya hidup. Berikut lima strategi marketing beauty brand paling unik yang berhasil mencuri perhatian.

1. Glossier: Bangun Komunitas Sebelum Menjual Produk

Sejak debut pada 2014, Glossier tidak langsung berfokus menjual produk kecantikan. Brand ini terlebih dahulu membangun komunitas melalui blog Into the Gloss.

Pendiri Glossier, Emily Weiss, mewawancarai banyak perempuan mengenai rutinitas kecantikan mereka. Konten yang terasa personal dan jujur tersebut berhasil menarik jutaan pembaca sekaligus membentuk komunitas pelanggan yang loyal.

Berbeda dari kampanye iklan konvensional, pendekatan Glossier terasa seperti percakapan langsung dengan konsumen. Bahkan, sejumlah produk yang diluncurkan berasal dari masukan komunitasnya sendiri.

Strategi ini membuat Glossier tidak hanya menjadikan konsumen sebagai target pasar, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan dan cerita brand.

2. Rare Beauty: Kampanye Sosial

Didirikan pada 2020 oleh Selena Gomez, Rare Beauty hadir dengan misi yang lebih besar daripada sekadar menjual makeup.

Sejak awal, brand ini membawa kampanye sosial melalui advokasi kesehatan mental lewat Rare Impact Fund. Rare Beauty menargetkan penggalangan dana hingga 100 juta USD dalam sepuluh tahun untuk mendukung akses layanan kesehatan mental bagi generasi muda.

Strategi pemasaran tersebut menjadi bagian dari identitas bisnis yang melekat pada produk dan pesan brand. Rare Beauty menunjukkan bahwa sebuah merek dapat membangun hubungan kuat dengan konsumen melalui isu yang relevan dan memiliki tujuan yang jelas.

3. Rhode: Tingkatkan Visibilitas Brand

Rhode milik Hailey Bieber diluncurkan pada 2022 dan berhasil mencuri perhatian melalui strategi pemasaran yang sederhana namun efektif.

Salah satu langkah yang membuat Rhode semakin viral adalah peluncuran phone case khusus yang dapat menyimpan Peptide Lip Treatment. Aksesori tersebut membuat produk Rhode menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Produk yang sering terlihat saat digunakan untuk berfoto maupun membuat konten media sosial ini membantu meningkatkan visibilitas brand secara alami.

4. Kylie Cosmetics: Kekuatan Influencer dan Founder

Pada 2015, Kylie Jenner meluncurkan Kylie Lip Kits melalui brand Kylie Cosmetics. Produk tersebut langsung terjual habis hanya dalam hitungan menit.

Kesuksesan tersebut tidak lepas dari kekuatan personal branding Kylie Jenner di Instagram. Ia secara langsung menggunakan produknya, memperkenalkan koleksi baru, membagikan produk edisi terbatas, dan terus berinteraksi dengan pengikutnya.

Kylie Cosmetics membuktikan bahwa founder dapat menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Model promosi berbasis influencer dan konsep limited drop kemudian banyak diikuti oleh berbagai brand kecantikan lainnya.

5. Fenty Beauty: Nilai Brand Menjadi Kekuatan

Rihanna meluncurkan Fenty Beauty pada 2017 dengan menghadirkan 40 pilihan warna foundation yang dirancang untuk berbagai warna kulit.

Selain pilihan produk yang inklusif, kampanye Fenty Beauty juga menampilkan model dengan latar belakang yang beragam sehingga banyak konsumen merasa terwakili.

Strategi tersebut membuat Fenty Beauty sukses secara komersial sekaligus mendorong banyak brand kecantikan lain untuk memperluas pilihan warna produk mereka.

Fenty Beauty menunjukkan bahwa nilai dan identitas sebuah brand dapat menjadi kekuatan utama dalam pemasaran.

Strategi Marketing Beauty Brand Kini Lebih Dekat dengan Konsumen

Dari lima brand tersebut, terlihat bahwa strategi marketing di industri skincare dan kecantikan saat ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk.

Brand besar yang sukses justru mampu membangun hubungan emosional dengan konsumen melalui komunitas, kampanye sosial, personal branding, hingga pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup dan kebiasaan pelanggan.

Dengan memahami kebutuhan konsumen lebih dalam, sebuah brand tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun pengalaman dan koneksi yang membuat pelanggan tetap loyal.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA
Advertisement
KJ-cup-2026
TERBARU
PILIHAN