Andrea Bocelli Pakai Batik saat Konser di Jakarta, Duet dengan Lea Simanjuntak Bikin Merinding!

Ket. Konser Andrea Bocelli di Jakarta.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Andrea Bocelli sukses menghadirkan malam penuh kemegahan dalam konsernya di Jakarta. Penyanyi tenor legendaris asal Italia tersebut tampil memukau di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026). Tak hanya menyuguhkan kualitas vokal yang luar biasa, penampilannya juga mencuri perhatian berkat busana batik Indonesia yang dikenakannya di atas panggung.

Konser ini menjadi momen istimewa bagi para penggemar yang telah menantikan kembalinya Andrea Bocelli ke Indonesia setelah sekitar satu dekade. Sebelumnya, ia juga sukses menghibur penonton melalui konser spesial di kawasan Candi Borobudur pada pekan lalu.

Kali ini, Bocelli menghadirkan pertunjukan yang memadukan musik klasik, opera, hingga lagu-lagu pop andalannya. Ada pula pesan perdamaian serta penghormatan terhadap budaya Indonesia yang menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.

Menariknya, konser ini berlangsung di tengah munculnya seruan boikot dari kelompok pro-Palestina akibat kontroversi terkait dugaan dukungan Bocelli terhadap Israel. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme para penonton yang datang ke JIEXPO Kemayoran.

Konser Andrea Bocelli Dibuka dengan Doa Perdamaian

Konser yang diorganisir oleh Shoemaker Live tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelum pertunjukan utama berlangsung, sejumlah pemuka agama terlebih dahulu memanjatkan doa untuk perdamaian.

Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan pemain biola Iskandar Widjaja. Musisi berdarah Jerman-Indonesia tersebut dipercaya menjadi pembuka sebelum sang maestro naik ke panggung.

Kehadiran Andrea Bocelli langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Penyanyi yang kehilangan penglihatannya pada usia 12 tahun akibat congenital glaucoma itu berjalan dengan didampingi seorang konduktor orkestra.

Meski telah berusia 67 tahun, Bocelli tetap menunjukkan kualitas vokal yang mengesankan. Ia membuka penampilan dengan sejumlah karya opera klasik yang memperlihatkan karakter suara khasnya.

Lagu 'La donna è mobile' dari opera Rigoletto karya Giuseppe Verdi menjadi salah satu nomor yang dibawakan. Selain itu, ia juga menyuguhkan 'Brindisi' dari La Traviata melalui duet bersama soprano Mariam Battistelli yang lahir di Etiopia.

Pertunjukan semakin lengkap dengan kehadiran penyanyi bariton Juan Carlos yang membawakan 'Toreador' dari opera Carmen karya Georges Bizet.

Mereka turut didukung Batavia Madrigal Singers dan Jakarta Concert Orchestra di bawah arahan Avip Priatna.

Andrea Bocelli Pakai Tuksedo Batik IWAN TIRTA, Tampil Mewah dan Elegan

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah ketika Andrea Bocelli kembali ke panggung dengan penampilan berbeda.

Kali ini, sang maestro mengenakan tuksedo dengan jas batik rancangan IWAN TIRTA. Pilihan busana tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya Indonesia yang turut menjadi bagian dari konsernya.

Jika saat tampil di Candi Borobudur Bocelli mengenakan batik bermotif gurdo, kali ini ia memilih motif burung phoenix.

Perpaduan tuksedo formal dengan kain batik memberikan sentuhan elegan sekaligus memperlihatkan bagaimana warisan budaya Indonesia dapat tampil berkelas dalam pertunjukan musik internasional.

Sebelum Bocelli kembali melanjutkan penampilannya, penonton juga disuguhi pertunjukan dari Pagelaran Sabang Merauke 2026.

Lagu 'Nusantara' dibawakan dengan iringan tarian kolosal yang megah. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk perkenalan kekayaan budaya Indonesia kepada para penonton yang hadir.

Rayakan 30 Tahun Album Romanza, Andrea Bocelli Bawakan Lagu Hits

Memasuki segmen kedua, Andrea Bocelli mengajak penonton menikmati deretan lagu yang turut membesarkan namanya di industri musik internasional.

Konser tersebut sekaligus menjadi perayaan 30 tahun album Romanza, salah satu karya penting dalam perjalanan kariernya.

Album tersebut dikenal melalui perpaduan musik klasik dan pop yang ikut memopulerkan genre classical crossover. Genre ini kemudian menginspirasi kemunculan sejumlah penyanyi dan grup musik lain, seperti Josh Groban, Charlotte Church, hingga Il Divo.

Sejumlah lagu dari album Romanza pun masuk dalam daftar penampilan malam itu. Di antaranya 'Vivo per lei' yang dibawakan bersama Amy Manford, kemudian 'Caruso' dan 'Romanza'.

Penampilan semakin menarik dengan kehadiran pemain biola Rusanda Panfili. Ia membawakan musik dari soundtrack film Pirates of the Caribbean karya Hans Zimmer yang membuat suasana konser semakin dramatis.

Duet dengan Lea Simanjuntak Jadi Momen Paling Dinanti

Salah satu penampilan yang paling ditunggu-tunggu penonton adalah kolaborasi Andrea Bocelli dengan penyanyi Indonesia, Lea Simanjuntak.

Antusiasme langsung terdengar ketika intro lagu 'The Prayer' mulai dimainkan. Penonton menyambut duet tersebut dengan sorakan meriah.

Lea Simanjuntak tampil anggun mengenakan column dress hitam dengan detail kerah asimetris serta hiasan sekuin emas bermotif floral. Gaun tersebut merupakan rancangan Ernesto Abram.

Perpaduan suara Lea dan Bocelli menghadirkan penampilan yang emosional sekaligus menjadi salah satu momen istimewa dalam konser tersebut.

Menjelang akhir pertunjukan, Bocelli kembali berduet dengan Amy Manford melalui lagu 'Canto della Terra'. Penampilan tersebut semakin megah berkat visualisasi yang ditampilkan di layar belakang panggung.

Time to Say Goodbye hingga Nessun Dorma Jadi Penutup Spektakuler

Menjelang penghujung konser, Andrea Bocelli kembali memanjakan penonton dengan lagu-lagu yang telah melekat dalam perjalanan kariernya.

'Time to Say Goodbye', lagu yang dipopulerkannya bersama Sarah Brightman, menjadi salah satu encore yang paling dinantikan.

Namun, pertunjukan belum benar-benar berakhir. Lagu 'Nessun Dorma' karya Giacomo Puccini dari opera Turandot menjadi nomor pamungkas yang menutup konser dengan megah.

Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan kualitas vokal Bocelli yang tetap mengesankan meski usianya mendekati kepala tujuh.

Konser Andrea Bocelli di Jakarta pun menjadi malam istimewa yang memadukan musik klasik dunia, kolaborasi lintas negara, dan kekayaan budaya Indonesia. Bukan hanya soal suara sang maestro, tuksedo batik IWAN TIRTA hingga duet bersama Lea Simanjuntak menjadi momen yang membuat pertunjukan ini semakin berkesan.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN