Waspada! 5 Efek Berbahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan, Bisa Rusak Paru hingga Picu Risiko Kanker
Ket. Waspada! 5 Efek Berbahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan, Bisa Rusak Paru hingga Picu Risiko Kanker
Doc: Freepik
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya meninggalkan kerusakan pada lingkungan. Asap yang dihasilkan juga dapat membawa berbagai polutan berbahaya yang mengancam kesehatan manusia.
Paparan asap karhutla tidak selalu berhenti setelah seseorang keluar dari area yang dipenuhi asap. Paparan karbon monoksida dan partikel berukuran sangat kecil dapat memberikan dampak terhadap paru-paru hingga organ tubuh lainnya.
Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah efek kesehatan yang dapat muncul setelah terpapar asap karhutla. Berikut 5 efek berbahaya yang perlu diwaspadai setelah terpapar asap karhutla:
1. Kekurangan Oksigen Akibat Karbon Monoksida
Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas berbahaya yang dapat ditemukan dalam asap hasil pembakaran. Ketika terhirup dalam jumlah tinggi, gas ini dapat mengganggu kemampuan tubuh mendapatkan oksigen.
Paparan karbon monoksida dalam kondisi berat bahkan dapat menyebabkan seseorang meninggal di tempat. Sementara itu, orang yang berhasil selamat dari paparan berat dapat mengalami dampak akibat tubuh yang sebelumnya mengalami kekurangan oksigen.
Kondisi kekurangan oksigen yang parah berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan dapat meninggalkan dampak kesehatan dalam jangka panjang.
2. Merusak dan Menurunkan Fungsi Paru
Asap karhutla juga mengandung partikel-partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Salah satunya adalah PM2.5, yaitu partikel dengan ukuran sangat kecil yang dapat mencapai bagian terdalam paru-paru. Bahkan, partikel yang lebih kecil seperti PM0.1 dapat mencapai saluran pernapasan paling ujung hingga alveolus.
Rekomendasi juga buat kamu:
Paparan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada jaringan paru-paru. Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan fungsi paru, bahkan setelah seseorang tidak lagi terpapar asap.
3. Partikel Halus Dapat Masuk ke Peredaran Darah
Bahaya partikel polusi tidak hanya berhenti di paru-paru. Karena ukurannya yang sangat kecil, sebagian partikel dapat mencapai bagian terdalam paru dan berpotensi masuk ke dalam peredaran darah.
Ketika partikel atau respons inflamasi akibat polusi memengaruhi sirkulasi tubuh, dampaknya dapat meluas ke berbagai organ. Hal inilah yang membuat paparan asap karhutla perlu dipandang sebagai masalah kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan sistem pernapasan.
Paparan PM2.5 atau PM0.1 juga dapat memberikan dampak terhadap tubuh meski seseorang sudah tidak berada di lingkungan yang dipenuhi asap. Partikel yang sebelumnya terhirup dapat menempel di jaringan tubuh dan memicu dampak kesehatan, termasuk penurunan fungsi paru.
4. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung dan Kardiovaskular
Paparan polusi udara juga dapat memberikan dampak terhadap sistem kardiovaskular. Partikel yang berasal dari asap karhutla bukan hanya berpotensi merusak paru-paru, tetapi juga dapat berdampak pada jantung dan organ tubuh lainnya.
Risiko ini menjadi perhatian terutama ketika seseorang mengalami paparan dalam waktu lama atau terpapar polusi dengan konsentrasi tinggi. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap asap karhutla hanya sebagai penyebab batuk atau sesak napas sementara.
5. Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker
Dampak paparan polusi udara juga menjadi perhatian dalam kaitannya dengan kanker. Sejumlah penelitian bahkan mengaitkan paparan polutan dengan risiko terjadinya kanker.
Artinya, dampak asap karhutla tidak selalu langsung terlihat. Sebagian efek kesehatan dapat muncul atau berkembang dalam jangka panjang, terutama jika seseorang berulang kali atau dalam waktu lama terpapar polusi udara.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Waspada! 5 Efek Berbahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan, Bisa Rusak Paru hingga Picu Risiko Kanker .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!