Momen Debat Densu dan Jubir Pemerintah: Adu Argumen Soal MBG hingga Pertanyaan, Bela Pemerintah atau Rakyat?

Ket. Diskusi antara Ulta Levenia dan Denny Sumargo

Doc: Kolase foto YouTube

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perdebatan antara kreator konten Densu dengan juru bicara pemerintah, Ulta Levenia, menjadi sorotan publik di media sosial.

Potongan video diskusi mereka ramai dibagikan karena memperlihatkan adu argumen mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perbedaan sudut pandang dalam menilai keberhasilan sebuah kebijakan pemerintah.

Percakapan tersebut bermula ketika Ulta Levenia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Aceh. Menurutnya, ia melihat secara langsung antusiasme anak-anak yang menerima manfaat dari program MBG.

Pengalaman itu dijadikan contoh bahwa program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelajar yang menjadi sasaran utama.

"Saya ke Aceh, anak-anak senang dapat MBG," ujar Levenia dalam podcast CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada Sabtu, 05 Mei 2026.

Pernyataan itu disampaikan sebagai gambaran bahwa ada masyarakat yang benar-benar merasakan manfaat dari program yang sedang dijalankan pemerintah.

Namun, Densu langsung memberikan tanggapan berbeda. Ia menilai pengalaman tersebut hanyalah satu sudut pandang yang belum tentu mencerminkan kondisi masyarakat secara keseluruhan.

Menurutnya, masih banyak persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius.

"Itu kan POV kalian saja. Petani diperas, guru honorer digaji recehan, lu diam," kata Densu.

Pernyataan itu mengarah pada kritik bahwa keberhasilan sebuah program tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kondisi masyarakat.

Densu menilai masih terdapat kelompok yang menghadapi persoalan ekonomi dan kesejahteraan sehingga pemerintah juga harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap berbagai sektor.

Menanggapi kritik tersebut, Levenia menjelaskan bahwa dirinya hadir dalam kapasitas sebagai juru bicara pemerintah.

Karena itu, ia menyampaikan perspektif berdasarkan informasi dan pandangan yang dimiliki pemerintah terhadap program-program yang sedang dijalankan.

"Saya cuma nyampein POV pemerintah," jawab Levenia.

Jawaban tersebut justru memancing respons lanjutan dari Densu. Ia mempertanyakan posisi yang seharusnya diambil dalam sebuah ruang diskusi publik.

Menurutnya, pembahasan seharusnya lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan semata mempertahankan narasi pemerintah.

"Loh kok malah pemerintah, jadi di sini kita bela pemerintah atau rakyat?" ujar Densu.

Kalimat itu kemudian menjadi bagian yang paling banyak dikutip warganet. Potongan video tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam komentar.

Sebagian pengguna internet menilai pertanyaan Densu mewakili keresahan masyarakat yang menginginkan kritik terhadap kebijakan tetap mendapat ruang.

Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa seorang juru bicara memang memiliki tugas untuk menjelaskan serta menyampaikan posisi resmi pemerintah kepada publik.

Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton nyari 800 ribu tayangan bahkan cuplikannya telah banyak diunggah di berbagai platform sosial media.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN