Lampaui Rata-Rata Nasional, Ini Kunci di Balik Meroketnya Ekonomi Jakarta

Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Doc: Pinterest

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Laju pertumbuhan ekonomi Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung sukses mencatatkan capaian gemilang sepanjang tahun 2025.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa akselerasi ekonomi ibu kota berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan nasional berkat efektivitas stimulus fiskal daerah serta penguatan daya beli masyarakat melalui program kolaboratif yang terarah.

Ekonomi Jakarta Melesat Lampaui Rata-Rata Nasional

Sinergi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga membawa perekonomian Jakarta tumbuh positif sebesar 5,21 persen secara tahunan, unggul tipis dari pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Dengan performa ini, Jakarta mempertahankan peran strategisnya dengan menyumbang 16,61 persen terhadap total produk domestik bruto nasional.

Penguatan ini ditopang kuat oleh mobilitas masyarakat dan geliat pariwisata. Tiga sektor utama yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antaranya:

Memasuki Triwulan IV-2025, momentum pertumbuhan bahkan semakin agresif dengan menyentuh angka 5,71 persen (year-on-year), yang didorong oleh performa kuat dari sektor penyediaan akomodasi, jasa perusahaan, dan industri jasa lainnya di penghujung tahun.

Stimulus Pajak Rp495 Miliar Efektif Redam Risiko PHK

Untuk mengawal stabilitas ekonomi makro di tingkat daerah, Pemprov DKI Jakarta menelurkan kebijakan berani lewat Keputusan Gubernur Nomor 722 Tahun 2025.

Kebijakan ini memberikan insentif berupa keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) bagi pelaku usaha makanan, minuman, serta perhotelan demi meredam lonjakan biaya produksi sekaligus mengantisipasi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Skema potongan pajak yang diberikan meliputi:

  • Diskon pajak 50 persen untuk periode Agustus hingga September 2025.

  • Diskon pajak 20 persen untuk periode Oktober hingga Desember 2025.

Langkah taktis ini menggelontorkan total stimulus mencapai Rp495 miliar yang dimanfaatkan secara langsung oleh 45.248 objek pajak di Jakarta.

Sukses Besar Ajang "Jakarta Festive Wonders"

Guna menggairahkan aktivitas belanja akhir tahun, Pemprov DKI juga membebaskan pajak reklame bagi hotel dan pusat perbelanjaan yang menyemarakkan program Jakarta Festive Wonders.

Kebijakan pelonggaran ini justru terbukti memicu efek domino yang positif terhadap pendapatan daerah. Realisasi pajak reklame naik 8,85 persen, disusul kenaikan PBJT Makanan dan Minuman (7,73 persen) serta PBJT Jasa Perhotelan (9,18 persen) jika dibandingkan dengan bulan November 2025.

Ajang kompetisi dekorasi dan transaksi digital ini berhasil menggandeng 81 peserta dari lini mal serta perhotelan dengan mencatatkan perputaran transaksi menembus Rp15,25 triliun, atau melonjak 15 persen dari kondisi normal.

Dampaknya, volume kunjungan ke mal meroket 20 persen, sementara tingkat okupansi kamar hotel terkerek naik dari 85 persen menjadi 90 persen selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Sebagai penutup, pencapaian ekonomi Jakarta yang berada di atas rata-rata nasional ini membuktikan bahwa intervensi kebijakan fiskal yang tepat sasaran mampu menjadi motor penggerak yang andal.

Melalui komitmen berkelanjutan dalam menjaga iklim investasi, memperkuat daya beli masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru, Pemprov DKI Jakarta optimis roda perekonomian kota akan terus bergerak secara inklusif demi kesejahteraan seluruh lapisan warga.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN