Awkarin Semprot Gundik yang Bangga Rebut Suami Orang: 'Kelakuan Lo Najis!'

Ket. Awkarin semprot para gundik

Doc: Instagram/@narinkovilda

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Awkarin kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai fenomena perselingkuhan, khususnya terhadap perempuan yang menjadi gundik atau menjalin hubungan dengan pria yang masih berstatus suami orang.

Melalui unggahan di media sosial, selebgram yang akrab disapa Karin itu menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang menurutnya justru membela pelaku perselingkuhan dengan mengatasnamakan solidaritas antarsesama perempuan.

Dalam unggahannya, Karin menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat apabila ada yang menggunakan slogan women support women sebagai alasan untuk memberikan dukungan kepada perempuan yang dengan sadar menjalin hubungan dengan pasangan milik orang lain.

Menurutnya, semangat saling mendukung antarsesama perempuan seharusnya tidak dipakai untuk membenarkan tindakan yang dapat menyakiti perempuan lain.

Karin menilai bahwa menjadi pihak ketiga dalam sebuah rumah tangga bukanlah sesuatu yang layak dibanggakan. Ia bahkan mengungkapkan kekesalannya melalui kalimat bernada tegas yang langsung menarik perhatian warganet.

"Dan gua cuma mau ngasih tau kalau kelakuan lo tuh najis banget, gilak gundik, hiii kok bangga jadi gundik, kok seneng dapat kasih sayang dari yang bukan punya lo," tulis Karin.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet yang kemudian ikut membahas pandangan Karin mengenai batasan dalam menerapkan konsep solidaritas perempuan.

Sebagian warganet menyatakan setuju bahwa dukungan terhadap sesama perempuan tidak seharusnya diberikan kepada mereka yang secara sadar terlibat dalam hubungan yang merugikan perempuan lain.

Tak berhenti sampai di situ, Karin juga kembali menegaskan sikapnya melalui unggahan lain. Ia mengingatkan bahwa tidak semua perempuan otomatis layak mendapatkan dukungan hanya karena memiliki jenis kelamin yang sama.

"Inget ya girls. Gundik bukan women yang pantes disupport. Gundik gundik tai ledig," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ungkapan yang disampaikan Karin memang menuai beragam respons. Ada yang menganggap pernyataannya terlalu keras, namun tidak sedikit pula yang menilai kritik tersebut mencerminkan keresahan banyak orang terhadap maraknya normalisasi perselingkuhan di media sosial.

Belakangan ini, perdebatan mengenai konsep women support women memang kerap muncul dalam berbagai isu. Banyak pihak berpendapat bahwa prinsip tersebut bertujuan mendorong perempuan saling menguatkan dalam menghadapi diskriminasi, kekerasan, maupun ketidakadilan.

Namun, sebagian lainnya menilai bahwa dukungan tersebut tidak berarti membenarkan setiap tindakan yang dilakukan seorang perempuan, terutama jika tindakan itu merugikan orang lain.

Pandangan Karin pun menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai makna solidaritas perempuan.

Menurutnya, memberikan dukungan harus tetap mempertimbangkan nilai moral dan dampak terhadap pihak lain, termasuk perempuan yang menjadi korban perselingkuhan.

Hingga kini, unggahan Awkarin masih ramai diperbincangkan di media sosial.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataannya berhasil memicu diskusi mengenai batas antara solidaritas, tanggung jawab pribadi, dan pentingnya menghormati hubungan yang telah dimiliki orang lain.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN