6 Makanan Favorit Kanker: Sering Dikonsumsi Tanpa Sadar, Hindari Sekarang!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kanker menjadi salah satu penyakit serius yang perkembangannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, lingkungan, hingga pola hidup sehari-hari. Salah satu hal yang sering luput dari perhatian adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus-menerus dalam jangka panjang. Mulai dari makanan tinggi gula, daging olahan, alkohol, hingga gorengan yang dimasak pada suhu tinggi.
Istilah makanan yang disukai kanker memang sering digunakan untuk menggambarkan bahan makanan yang dapat dimanfaatkan sel kanker untuk berkembang. Namun, perlu diketahui bahwa sel kanker tidak hanya membutuhkan satu jenis makanan. Sel normal juga menggunakan nutrisi seperti glukosa dan asam amino untuk menjalankan fungsinya.
Meski begitu, menjaga pola makan tetap penting untuk membantu mengurangi berbagai faktor risiko penyakit. Lantas, makanan apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut daftarnya.
1. Gula dan Makanan Manis
Gula menjadi salah satu bahan makanan yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan sel kanker. Hal ini karena glukosa merupakan sumber energi yang digunakan oleh seluruh sel tubuh, termasuk sel kanker.
Sel kanker tertentu memang dapat menggunakan glukosa dalam jumlah besar melalui proses metabolisme yang dikenal sebagai glikolisis. Namun, bukan berarti mengonsumsi gula secara langsung membuat kanker tumbuh lebih cepat.
Konsumsi gula tambahan secara berlebihan tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. Obesitas sendiri memiliki hubungan dengan peningkatan risiko sejumlah jenis kanker.
Beberapa makanan dan minuman yang perlu dibatasi antara lain soda, minuman kemasan manis, permen, kue, cokelat tinggi gula, serta berbagai makanan penutup.
2. Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi memang mengandung protein, zat besi, serta vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Risiko yang lebih kuat ditemukan pada daging olahan, seperti sosis, nugget, ham, bacon, dan kornet.
Daging olahan biasanya melewati proses pengawetan, pengasapan, pengasinan, atau fermentasi. Dalam prosesnya, beberapa produk menggunakan nitrit dan nitrat yang dalam kondisi tertentu dapat membentuk senyawa berpotensi karsinogenik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen bagi manusia berdasarkan bukti hubungannya dengan kanker kolorektal.
Karena itu, sebaiknya batasi konsumsi sosis, kornet, dan makanan olahan sejenis. Sebagai alternatif, pilih sumber protein seperti ikan, telur, ayam, kacang-kacangan, dan tahu.
3. Makanan Ultra-Proses
Makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) semakin mudah ditemukan dan sering menjadi pilihan karena praktis. Contohnya mi instan, makanan ringan kemasan, minuman berpemanis, sereal tertentu, hingga makanan siap saji.
Produk tersebut umumnya melewati berbagai tahapan pengolahan dan dapat mengandung tambahan gula, garam, lemak, serta bahan tambahan pangan.
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara tingginya konsumsi makanan ultra-proses dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker. Namun, tidak semua makanan ultra-proses memiliki tingkat risiko yang sama dan hubungan tersebut masih terus diteliti.
Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan kemasan juga dapat membuat asupan serat, vitamin, dan mineral menjadi kurang seimbang.
4. Alkohol
Alkohol termasuk salah satu faktor risiko kanker yang telah didukung bukti ilmiah kuat. Konsumsi minuman beralkohol berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, payudara, dan usus besar.
Ketika alkohol diproses oleh tubuh, zat tersebut dapat menghasilkan asetaldehida, yaitu senyawa yang berpotensi merusak DNA dan mengganggu proses perbaikan sel.
Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi pula risiko kanker terkait alkohol. Karena itu, menghindari alkohol merupakan salah satu langkah untuk mengurangi risiko tersebut.
5. Gorengan dan Makanan Terlalu Gosong
Gorengan memang menjadi salah satu makanan favorit banyak orang. Namun, makanan berpati seperti kentang dan roti yang dimasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa bernama akrilamida.
Akrilamida terbentuk secara alami ketika makanan yang mengandung pati dipanaskan melalui proses menggoreng, memanggang, atau membakar hingga kecokelatan.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paparan akrilamida dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, bukti pada manusia masih belum menunjukkan hubungan yang sama kuatnya.
Selain itu, daging yang dimasak pada suhu sangat tinggi atau terkena api langsung juga dapat menghasilkan senyawa HCA dan PAH yang berpotensi merusak DNA.
Untuk mengurangi paparan, hindari mengonsumsi makanan yang terlalu gosong dan jangan memasak bahan makanan hingga berubah menjadi hitam.
6. Makanan Tinggi Glutamin
Glutamin merupakan salah satu jenis asam amino yang memiliki peran penting dalam tubuh. Zat ini membantu berbagai proses biologis, termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki jaringan.
Menariknya, sejumlah jenis sel kanker juga dapat memanfaatkan glutamin sebagai sumber energi dan bahan pembentukan sel baru. Proses ini dikenal sebagai metabolisme glutamin.
Namun, bukan berarti makanan tinggi protein seperti telur, ikan, ayam, dan susu harus dihindari. Makanan tersebut tetap dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Hingga saat ini, belum ada bukti kuat menghindari makanan yang mengandung glutamin dapat mencegah atau mengobati kanker. Oleh karena itu, jangan membatasi asupan protein tanpa alasan medis yang jelas.
Perlu diingat, kanker merupakan penyakit kompleks yang dipengaruhi banyak faktor. Tidak ada satu jenis makanan yang secara otomatis menyebabkan atau menyembuhkan kanker. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat secara konsisten jauh lebih penting daripada sekadar menghindari satu jenis makanan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk 6 Makanan Favorit Kanker: Sering Dikonsumsi Tanpa Sadar, Hindari Sekarang! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!