Bukan Maag Biasa! 4 Tanda Bahaya GERD yang Mengancam Kesehatan, Segera Periksa ke Dokter
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sensasi panas di dada, mual, hingga munculnya rasa asam di tenggorokan sering kali dianggap sebagai gejala maag biasa. Tidak sedikit orang yang memilih mengabaikannya atau langsung mengonsumsi obat tanpa mencari tahu penyebab sebenarnya. Padahal, keluhan tersebut bisa berkaitan dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang membutuhkan penanganan medis.
GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau esofagus. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa pahit atau asam di mulut, hingga gangguan menelan.
Meski beberapa gejalanya terlihat ringan, bukan berarti semua keluhan asam lambung boleh disepelekan. Ada sejumlah tanda bahaya yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena bisa mengindikasikan gangguan kesehatan yang lebih serius.
Kebiasaan mendiagnosis penyakit sendiri berdasarkan gejala yang dirasakan juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, keluhan yang terlihat mirip belum tentu memiliki penyebab yang sama. Bahkan, nyeri dada yang sering dikaitkan dengan GERD bisa saja berhubungan dengan gangguan jantung.
Lantas, apa saja tanda bahaya GERD yang tidak boleh diabaikan? Berikut penjelasannya.
4 Tanda Bahaya GERD yang Tidak Boleh Diabaikan
1. BAB Berwarna Hitam dan Muntah Darah
Salah satu tanda bahaya yang perlu mendapatkan perhatian medis adalah perubahan warna tinja menjadi hitam pekat, terutama jika teksturnya menyerupai aspal dan berbau sangat menyengat.
Kondisi tersebut dikenal sebagai melena, yaitu tanda yang dapat mengindikasikan adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Selain itu, muntah darah atau muntahan yang terlihat seperti bubuk kopi juga merupakan gejala yang harus segera diperiksa.
Perdarahan dapat berkaitan dengan luka atau gangguan pada saluran pencernaan, termasuk tukak lambung maupun peradangan tertentu.
Jika mengalami muntah darah atau BAB hitam seperti aspal, jangan menunggu gejalanya membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis karena perdarahan saluran cerna dapat menyebabkan kondisi serius apabila tidak ditangani.
2. Susah Menelan Makanan
Kesulitan menelan atau disfagia juga menjadi salah satu tanda yang tidak boleh dianggap sepele.
Pada sebagian penderita GERD, paparan asam lambung yang berulang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada kerongkongan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penyempitan kerongkongan sehingga makanan terasa sulit melewati saluran tersebut.
Keluhan ini bisa ditandai dengan makanan yang terasa tersangkut di tenggorokan atau dada, rasa sakit ketika menelan, hingga kesulitan menelan makanan maupun minuman.
Jika kondisi tersebut terjadi berulang, segera konsultasikan kepada dokter. Terlebih jika kesulitan menelan semakin memburuk atau disertai penurunan berat badan.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya karena disfagia tidak selalu disebabkan oleh GERD.
3. Nyeri Dada yang Terasa Mengganggu
Sensasi panas atau terbakar di bagian dada memang menjadi salah satu gejala GERD yang cukup umum. Namun, bukan berarti setiap nyeri dada pasti disebabkan oleh kenaikan asam lambung.
Keluhan nyeri dada juga bisa menjadi tanda gangguan jantung, termasuk serangan jantung. Karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa rasa sakit di dada hanya disebabkan oleh maag atau GERD.
Terlebih jika nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, atau rasa sakit yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang.
Jika mengalami nyeri dada yang baru muncul, berat, menetap, atau disertai gejala tersebut, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena memiliki riwayat asam lambung.
Membedakan nyeri dada akibat GERD dan gangguan jantung tidak selalu bisa dilakukan hanya berdasarkan sensasi yang dirasakan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
4. Berat Badan Turun Drastis Tanpa Sebab
Penurunan berat badan secara drastis tanpa menjalani program diet atau perubahan pola makan juga perlu diwaspadai.
Pada penderita GERD, keluhan seperti mual, nyeri saat menelan, dan rasa tidak nyaman setelah makan dapat membuat nafsu makan berkurang. Akibatnya, asupan makanan menjadi tidak mencukupi kebutuhan tubuh.
Namun, penurunan berat badan yang tidak disengaja juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang lebih serius.
Apalagi jika kondisi tersebut disertai hilangnya nafsu makan, tubuh terasa lemas, muntah berulang, atau kesulitan menelan.
Jangan menganggap penurunan berat badan sebagai hal yang selalu menguntungkan. Jika berat badan terus berkurang tanpa alasan yang jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
GERD bukan sekadar masalah asam lambung naik yang bisa terus diabaikan. Meski beberapa gejalanya dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan, terdapat tanda tertentu yang membutuhkan pemeriksaan medis segera.
BAB berwarna hitam, muntah darah, kesulitan menelan, nyeri dada, hingga penurunan berat badan tanpa sebab merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sebagai keluhan maag biasa.
Jangan membiasakan diri menahan sakit atau mendiagnosis penyakit sendiri. Jika keluhan terus berulang, semakin berat, atau muncul tanda bahaya, segera konsultasikan kepada dokter.
Mengenali gejala sejak awal dan mendapatkan penanganan yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan serta mencegah komplikasi yang lebih serius.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Bukan Maag Biasa! 4 Tanda Bahaya GERD yang Mengancam Kesehatan, Segera Periksa ke Dokter .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!