5 Makanan Viral Favorit Gen Z yang Picu Kolesterol Tinggi, Ada Seblak hingga Camilan Serba Keju!

Ket. Potret seblak dan corndog.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren kuliner di kalangan Generasi Z semakin beragam. Mulai dari donat dengan aneka topping, burger keju yang menggugah selera, minuman boba gula aren, hingga seblak pedas dengan berbagai isian, semuanya mudah ditemukan dan sering berseliweran di media sosial. Rasanya yang lezat, tampilannya yang menarik, serta kemudahannya untuk dipesan membuat makanan tersebut menjadi favorit banyak anak muda.

Namun, di balik popularitasnya, ada hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu kandungan gula tambahan, lemak jenuh, garam, dan kalori. Jika terlalu sering dikonsumsi tanpa diimbangi pola makan seimbang, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel dan menghasilkan hormon. Akan tetapi, kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Lantas, makanan viral apa saja yang perlu dikonsumsi secara lebih bijak? Berikut lima di antaranya.

1. Donat dan Pastry, Camilan Manis yang Tinggi Kalori

Donat dan pastry menjadi pilihan populer untuk sarapan praktis atau teman minum kopi. Teksturnya yang lembut dan renyah, ditambah aneka topping manis, membuat camilan ini sulit ditolak.

Namun, sejumlah produk donat dan pastry mengandung gula tambahan serta lemak jenuh dari mentega atau bahan lainnya. Kandungan nutrisinya bergantung pada resep dan proses pembuatannya.

Donat yang digoreng juga berpotensi menyerap minyak sehingga kalorinya bertambah. Sebagai gambaran, satu donat tertentu dapat mengandung sekitar 306 kalori, 13 gram lemak, dan 26 gram gula. Angka ini bisa berbeda tergantung ukuran dan topping.

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida, sedangkan asupan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kolesterol LDL. Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan donat dan pastry sebagai camilan harian tanpa memperhatikan porsinya.

2. Burger dan Kentang Goreng, Kombinasi Fast Food yang Menggoda

Burger dan kentang goreng merupakan menu andalan ketika ingin makan cepat tanpa perlu repot. Sayangnya, kandungan lemak dan kalorinya bisa cukup tinggi, terutama jika disajikan dengan daging berlemak, keju berlapis, saus berlebihan, serta kentang goreng dalam porsi besar.

Daging berlemak dan keju dapat menyumbang lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kolesterol LDL jika dikonsumsi berlebihan. Sementara itu, kentang goreng menambah asupan kalori dan lemak dari minyak yang digunakan selama proses pengolahan.

Bukan berarti semua burger harus dihindari. Pilih burger dengan daging yang lebih rendah lemak, tambahkan sayuran, batasi keju dan saus, serta pertimbangkan kentang panggang sebagai alternatif kentang goreng.

Dengan pilihan tersebut, Cantiks tetap bisa menikmati fast food tanpa harus selalu mengonsumsi menu dengan kandungan lemak dan kalori tinggi.

3. Boba dan Susu Gula Aren, Minuman Manis yang Bisa Bikin Kalori Membengkak

Boba dengan topping kenyal dan susu gula aren menjadi minuman favorit anak muda. Perpaduan rasa manis, susu, dan berbagai topping membuat minuman ini terasa seperti camilan sekaligus pelepas dahaga.

Namun, kandungan gula dalam minuman tersebut bisa cukup tinggi, terutama jika menggunakan sirup, krimer manis, dan tambahan topping. Beberapa minuman boba berukuran besar bahkan dapat mengandung puluhan gram gula dan ratusan kalori, bergantung pada resep serta ukuran sajian.

Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan berkontribusi pada kenaikan berat badan. Sementara itu, penggunaan susu atau krimer tinggi lemak jenuh dapat menambah asupan lemak jenuh harian.

Agar lebih bijak, pilih ukuran kecil, minta tingkat kemanisan lebih rendah, kurangi topping, dan jangan menjadikan minuman manis sebagai konsumsi rutin setiap hari. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

4. Seblak dengan Aneka Topping, Waspadai Garam dan Lemak Berlebih

Seblak menjadi salah satu kuliner lokal yang populer berkat cita rasa pedas dan pilihan topping yang beragam. Mulai dari kerupuk, bakso, sosis, ceker, hingga aneka makanan olahan bisa dimasukkan ke dalam satu mangkuk.

Meski menggugah selera, kandungan gizi seblak sangat bergantung pada bahan dan cara pengolahannya. Kerupuk yang berbahan dasar tepung olahan umumnya tidak banyak menyumbang serat. Sementara itu, tambahan sosis, bakso, dan produk daging olahan dapat meningkatkan asupan natrium serta lemak jenuh, tergantung jenis dan jumlahnya.

Jika dikonsumsi terlalu sering dalam porsi besar, seblak dengan banyak topping olahan dapat membuat asupan garam dan kalori meningkat. Asupan natrium berlebihan juga berkaitan dengan tekanan darah tinggi.

Untuk pilihan yang lebih seimbang, kurangi jumlah kerupuk dan makanan olahan, tambahkan sayuran, serta pilih sumber protein seperti telur atau ayam tanpa kulit. Cantiks juga bisa meminta penjual mengurangi garam dan minyak saat memasak.

5. Corndog Mozzarella dan Camilan Serba Keju

Keju mozzarella yang meleleh saat digigit menjadi daya tarik utama corndog dan berbagai camilan kekinian. Tak hanya itu, keju juga sering ditambahkan ke mi instan, roti, kentang goreng, dan makanan lainnya.

Meski mengandung protein dan kalsium, sebagian jenis keju juga memiliki lemak jenuh. Jumlahnya berbeda-beda berdasarkan jenis dan porsi yang dikonsumsi.

Masalah dapat muncul ketika makanan berbahan keju dikonsumsi berlebihan, terutama jika digabungkan dengan adonan tepung, proses penggorengan, dan saus tinggi kalori. Kombinasi tersebut bisa membuat asupan lemak jenuh dan kalori meningkat.

Cantiks tidak harus berhenti mengonsumsi keju. Cukup perhatikan porsinya, pilih metode memasak yang tidak selalu digoreng, dan imbangi dengan buah serta sayuran yang kaya serat.

Jadi, sebelum mengikuti tren kuliner yang sedang viral, jangan hanya terpikat oleh tampilannya. Perhatikan juga kandungan gula, lemak, dan garamnya. Dengan mengatur porsi serta menerapkan pola makan seimbang, Cantiks tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengabaikan kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN