Tampil di FamilyMart Jepang, Model Hijab Indonesia Ini Banjir Komentar Kebencian
Ket. Ranisa Rahman, wanita asal Indonesia, menjadi model hijab dalam kampanye FamilyMart Jepang.
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Wanita asal Indonesia, Ranisa Rahman, menjadi sorotan setelah tampil sebagai model dalam kampanye FamilyMart Jepang yang memperbolehkan karyawan Muslimah mengenakan hijab saat bekerja. Kehadiran Ranisa dalam kampanye tersebut justru memicu perdebatan di media sosial hingga dirinya menerima sejumlah komentar bernada kebencian.
FamilyMart Jepang memasukkan aturan mengenai penggunaan hijab ke dalam panduan penampilan karyawan terbaru yang disebut Famima Code. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 1 September 2026 di sekitar 16.500 gerai FamilyMart yang tersebar di seluruh Jepang.
Selain memberikan izin kepada karyawan Muslimah untuk menggunakan hijab, aturan baru tersebut juga memberikan kelonggaran terkait pilihan warna rambut. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk penyesuaian perusahaan terhadap keberagaman latar belakang karyawan di tengah meningkatnya kehidupan masyarakat Jepang yang semakin beragam.
Keputusan FamilyMart tersebut mendapat sambutan dari sejumlah pihak yang menilai perusahaan telah memberikan ruang lebih luas bagi kebebasan beragama di tempat kerja. Namun, sebagian warga Jepang justru mempertanyakan alasan perusahaan mengubah standar penampilan untuk mengakomodasi kebutuhan pekerja dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda.
Ranisa Rahman Dukung Kebijakan Hijab
Ranisa menjadi salah satu sosok yang ikut memperkenalkan kebijakan tersebut melalui materi kampanye FamilyMart. Wanita asal Indonesia itu menyampaikan bahwa penggunaan hijab seharusnya tidak menghalangi perempuan Muslim untuk memperoleh kesempatan bekerja dan beraktivitas di ruang publik.
"Hijab seharusnya tidak menjadi penghalang bagi wanita Muslim untuk mendapatkan kesempatan kerja atau berpartisipasi dalam kehidupan publik," ujar Ranisa.
Ranisa berharap kebijakan tersebut dapat memberikan kepercayaan diri lebih besar kepada perempuan berhijab di Jepang. Ia juga mengaku sempat menerima komentar yang menyinggung dirinya setelah tampil dalam pemberitaan dan kampanye FamilyMart.
"Saya berharap langkah ini dapat membantu memberikan rasa percaya diri yang lebih besar bagi wanita berhijab di Jepang, terutama di tengah komentar-komentar menyinggung yang sempat ditujukan kepada saya setelah tampil di media," lanjutnya.
Penolakan Muncul di Media Sosial Jepang
Rekomendasi juga buat kamu:
Di tengah dukungan terhadap kebijakan tersebut, penolakan juga bermunculan di sejumlah platform media sosial Jepang. Beberapa warganet mempertanyakan keputusan FamilyMart yang dianggap mengubah aturan penampilan perusahaan demi mengakomodasi praktik keagamaan tertentu.
Penolakan bahkan datang dari politisi Jepang Shunsuke Yamashita yang secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap penggunaan hijab di jaringan minimarket tersebut. Ia menyerukan agar tradisi dan adat istiadat Jepang tetap dipertahankan dari pengaruh budaya luar.
Sejumlah komentar negatif juga diarahkan kepada FamilyMart setelah kebijakan tersebut diumumkan. Ada warganet yang menyatakan tidak ingin lagi berbelanja di FamilyMart, sementara komentar lainnya mempertanyakan alasan perusahaan memberikan perhatian terhadap umat Islam.
Perdebatan tersebut kemudian ikut berdampak kepada Ranisa yang menjadi model kampanye. Penampilannya sebagai perempuan berhijab membuat dirinya menerima komentar menyakitkan dari sejumlah pengguna media sosial Jepang.
Sahabat dan Suami Beri Dukungan
Sahabat Ranisa, melalui akun media sosialnya, mengungkapkan keprihatinan terhadap komentar yang diterima perempuan asal Indonesia tersebut. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada Ranisa dan FamilyMart atas kampanye yang dianggap membawa pesan keberagaman.
"Sahabat saya @rararanisa saat ini menerima banyak perhatian dan komentar menyakitkan dari orang-orang di Jepang, jujur menghancurkan hati saya untuk melihat," tulis sahabat Ranisa melalui unggahannya.
Ranisa kemudian membalas dukungan tersebut dengan mengungkapkan rasa terima kasih kepada teman-temannya yang terus berada di sisinya. Ia mengatakan dirinya tetap baik-baik saja meskipun menerima cukup banyak komentar kebencian.
"Saya benar-benar sangat senang karena meskipun ada cukup banyak komentar kebencian, ada juga begitu banyak orang yang menunjukkan saya cinta dan dukungan, termasuk orang Jepang," kata Ranisa.
Suami Ranisa juga memberikan dukungan kepada istrinya dan menilai komentar negatif yang muncul sebagian besar berkaitan dengan kebijakan perusahaan, bukan persoalan pribadi terhadap sang model. Menurutnya, FamilyMart justru menunjukkan sikap positif dengan berusaha bertransformasi dan memberikan dukungan kepada istrinya.
FamilyMart Dinilai Mulai Lebih Inklusif
Suami Ranisa menilai perubahan kebijakan FamilyMart sebagai langkah yang patut didukung karena perusahaan tersebut telah berkembang menjadi jaringan bisnis yang beroperasi di berbagai negara. Ia berharap perubahan tersebut dapat membuka lebih banyak pilihan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Muslim.
"FamilyMart baik banget ke istri saya dan ngasih dukungan. Lebih baik kita juga dukung karena perusahaan itu benar-benar mau bertransformasi," tulisnya.
Ia juga mengingatkan bahwa FamilyMart telah lama beroperasi di Indonesia dan penggunaan hijab oleh pegawainya bukan sesuatu yang asing. Menurutnya, kemampuan perusahaan Jepang menyesuaikan diri dengan berbagai negara menunjukkan bahwa budaya bisnis juga dapat berkembang mengikuti masyarakat global.
Kontroversi yang melibatkan Ranisa akhirnya tidak hanya membahas persoalan pakaian kerja, tetapi juga memunculkan diskusi lebih luas mengenai keberagaman di Jepang. Di tengah pro dan kontra tersebut, dukungan terhadap hak perempuan Muslim untuk mengenakan hijab di tempat kerja terus menjadi bagian penting dari perdebatan mengenai lingkungan kerja yang lebih i
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Tampil di FamilyMart Jepang, Model Hijab Indonesia Ini Banjir Komentar Kebencian .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!