Met Gala 2027 Diguncang Kontroversi, Pameran John Galliano Diprotes Tokoh Yahudi
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rencana Metropolitan Museum of Art atau The Met menggelar pameran yang mengangkat perjalanan karier desainer John Galliano terus menuai kritik.
Kontroversi tersebut semakin memanas setelah muncul kembali pembahasan mengenai rekam jejak Galliano, khususnya terkait perilaku antisemit yang pernah mencoreng reputasinya.
Galliano sebelumnya dijadwalkan menjadi tokoh utama dalam pameran Costume Institute selama sembilan bulan. Pameran tersebut direncanakan dibuka bertepatan dengan Met Gala 2027, ajang mode tahunan yang berada di bawah pengawasan Anna Wintour.
Penolakan datang dari sejumlah pemimpin komunitas Yahudi, donor, hingga tokoh di dunia seni. Bahkan, sejumlah donor disebut mengancam akan menarik kembali sumbangan mereka apabila pameran tetap digelar sesuai rencana.
Kritik tersebut tidak terlepas dari kasus yang menjerat Galliano pada 2011. Saat itu, ia dihukum oleh pengadilan Prancis karena pernyataan bernada kebencian terhadap orang Yahudi dan Asia.
Julie Menin, Ketua New York City Council sekaligus salah satu pejabat Yahudi senior di pemerintahan New York, menyebut keputusan The Met untuk mengangkat Galliano sebagai tema pameran merupakan sebuah kesalahan serius.
Dalam surat kepada pimpinan museum, Menin menegaskan bahwa institusi budaya memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa kebencian dan fanatisme memiliki konsekuensi.
“Kata-kata penting, dan siapa yang kita pilih untuk diangkat adalah pernyataan langsung tentang nilai-nilai kita dan apa yang bersedia kita toleransi,” tulis Menin.
The Met Tegaskan Tak Menoleransi Antisemitisme
Direktur The Met, Max Hollein, mengatakan pihak museum memahami kekhawatiran yang muncul terkait rencana pameran tersebut.
Rekomendasi juga buat kamu:
“The Met tidak menoleransi antisemitisme, rasisme, atau prasangka dalam bentuk apa pun,” kata Hollein.
Ia menambahkan bahwa pihak museum tengah berkonsultasi dengan pemimpin komunitas Yahudi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Konsultasi tersebut dilakukan untuk memastikan pameran serta Met Gala 2027 tetap memenuhi standar moral dan etika yang diterapkan museum.
Perjalanan Karier John Galliano
John Galliano memiliki perjalanan panjang di industri fashion dunia. Ia pernah menangani Givenchy dan menjadi desainer Inggris pertama yang memimpin rumah mode Prancis tersebut.
Setelah itu, Galliano bergabung dengan Dior dan membawa rumah mode tersebut menjadi salah satu nama besar di industri fashion global. Namun, kariernya di Dior berakhir setelah skandal pada 2011. Galliano kemudian meminta maaf dan menjalani rehabilitasi.
Ia juga mempelajari berbagai hal mengenai Yudaisme, antisemitisme, serta Holocaust. Pada 2014, Galliano kembali ke industri fashion sebagai direktur kreatif Maison Margiela. Ia bertahan di rumah mode tersebut selama satu dekade.
Anna Wintour selama ini dikenal sebagai salah satu pihak yang mendukung Galliano dan membantunya kembali ke dunia fashion.
Wintour menilai Galliano layak mendapatkan pameran berskala besar dan berpendapat bahwa perjalanan karier sang desainer tidak seharusnya hanya ditentukan oleh satu momen dalam hidupnya.
Sejarah Kelam Galliano Tetap Akan Dibahas
Andrew Bolton, kurator Costume Institute di Metropolitan Museum of Art, mengatakan sisi kelam perjalanan Galliano tidak akan diabaikan dalam pameran.
Menurut Bolton, pembahasan mengenai perjalanan karier sang desainer tidak akan lengkap tanpa membahas secara langsung kegagalan dan kontroversi yang pernah terjadi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pameran tersebut tidak dimaksudkan untuk menentukan apakah Galliano pantas mendapatkan pengampunan. Pandangan berbeda disampaikan David Ingber, tokoh senior kehidupan Yahudi di 92NY sekaligus rabbi pendiri sinagoga Romemu.
Ia mempertanyakan keputusan The Met menempatkan Galliano sebagai pusat perhatian sebuah institusi budaya besar.
Menurut Ingber, persoalannya bukan hanya mengenai apakah The Met dapat menggelar pameran tersebut, tetapi apakah mereka seharusnya melakukannya dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap komunitas Yahudi.
“Dengan menempatkan Galliano sebagai pusat, The Met telah menempatkan komunitas Yahudi dalam posisi serba salah. Pertanyaannya bukan apakah mereka bisa melakukan ini, tetapi apakah mereka seharusnya melakukannya,” ujarnya.
Muncul Dugaan Insiden Lain pada 2019
Di tengah kontroversi tersebut, muncul pula laporan mengenai dugaan insiden lain yang terjadi pada 2019. Galliano disebut pernah melontarkan komentar berkaitan dengan bahasa Ibrani kepada dua perempuan di sebuah spa di Italia.
Salah satu saksi, Lauren London, mengaku mendengar Galliano berulang kali meneriakkan “Merry Christmas!” ketika seorang perempuan berbicara dalam bahasa Ibrani.
Namun, Galliano melalui juru bicaranya membantah kejadian tersebut.
Jadwal Met Gala 2027 Juga Dipertimbangkan
Kontroversi pameran bukan satu-satunya persoalan yang tengah menjadi perhatian menjelang Met Gala 2027.
The Met disebut sedang mempertimbangkan perubahan jadwal Met Gala 2027 karena tanggal penyelenggaraan yang direncanakan bertepatan dengan Yom HaShoah. Yom HaShoah merupakan hari peringatan Holocaust dan kepahlawanan.
Dengan munculnya berbagai kritik tersebut, rencana pameran John Galliano di Costume Institute dan penyelenggaraan Met Gala 2027 menjadi sorotan.
Perdebatan tidak hanya menyangkut karya Galliano sebagai desainer, tetapi juga bagaimana sebuah institusi budaya besar menyikapi rekam jejak kontroversial tokoh yang mereka angkat.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Met Gala 2027 Diguncang Kontroversi, Pameran John Galliano Diprotes Tokoh Yahudi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!