Dosa John Galliano 15 Tahun Lalu Berujung Fatal, Batal Jadi Tema di MET Gala 2027!

Ket. Alexis Roche, Kylie Jenner dan John Galliano mengamati koleksi pameran saat MET Gala 2026 pada Mei lalu.

Doc: Vogue

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Satu kontroversi di masa lalu ternyata masih meninggalkan jejak panjang. Harapan John Galliano untuk mendapatkan penghormatan besar melalui sebuah pameran retrospektif di Metropolitan Museum of Art (The Met), New York City, akhirnya harus kandas.

The Met memutuskan untuk tidak melanjutkan pameran bertajuk “John Galliano: Horizons” yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2027. Pameran tersebut bahkan direncanakan bertepatan dengan rangkaian Met Gala, salah satu agenda mode paling bergengsi dan paling banyak disorot dunia.

Pembatalan ini menjadi pukulan besar bagi Galliano. Pasalnya, pameran tersebut seharusnya menjadi pengakuan monumental terhadap perjalanan kariernya selama hampir empat dekade sebagai salah satu perancang paling berpengaruh di industri fashion.

Namun, kontroversi yang terjadi lebih dari satu dekade lalu kembali menjadi persoalan utama.

Seharusnya Jadi Desainer Ketiga yang Mendapat Pameran Tunggal

Jika “John Galliano: Horizons” tetap digelar, Galliano akan mencatatkan sejarah tersendiri di Costume Institute, divisi The Met yang mengelola koleksi dan pameran busana.

Sejak Costume Institute berdiri pada 1937, hanya ada dua desainer yang pernah mendapatkan pameran tunggal berskala besar ketika masih hidup, yaitu Yves Saint Laurent pada 1983 dan Rei Kawakubo pada 2017.

Galliano seharusnya menjadi nama ketiga yang masuk dalam daftar tersebut.

Sayangnya, sejarah justru mencatat kisah yang berbeda. Pembatalan “John Galliano: Horizons” menjadi keputusan yang sangat jarang terjadi, terlebih karena kontroversi mengenai sosok desainer yang dipilih untuk menjadi subjek pameran.

Rencana tersebut sebelumnya memicu dukungan sekaligus penolakan. Kritik keras terutama datang dari sejumlah tokoh dan komunitas Yahudi yang mempertanyakan aspek moral dari keputusan The Met untuk mengangkat Galliano.

Galliano Akui Kesalahan Masa Lalu

Galliano sendiri akhirnya menyampaikan sikapnya terkait keputusan tersebut.

Dalam pernyataan tertulis pada Senin, 31 Agustus 2026, desainer berusia 65 tahun itu mengatakan setelah melalui refleksi panjang dan berdiskusi dengan berbagai pihak, ia merasa keputusan untuk membatalkan pameran merupakan langkah yang tepat.

Galliano juga kembali mengakui tanggung jawab atas ucapan kontroversial yang pernah dilontarkannya pada 2011.

Kontroversi tersebut berkaitan dengan pernyataan yang dianggap antisemitik dan rasial. Insiden itu terjadi ketika Galliano masih berada di puncak kariernya dan berdampak besar terhadap reputasinya di industri fashion.

Akibat kontroversi tersebut, Galliano kehilangan posisinya sebagai direktur kreatif Dior, setelah sekitar 15 tahun berkiprah di rumah mode tersebut.

Ia juga pernah empat kali meraih penghargaan British Designer of the Year, sehingga kejatuhannya kala itu menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah fashion modern.

“Penebusan Tak Bisa Dicapai Lewat Pameran”

Dalam pernyataannya, Galliano menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab atas dampak dari perkataannya di masa lalu, terutama terhadap komunitas Yahudi dan Asia yang merasa terluka akibat pernyataannya.

Menurutnya, proses penebusan atas kesalahan tersebut tidak semestinya diwujudkan hanya melalui sebuah pameran, penghargaan institusional, ataupun tindakan publik tertentu.

Galliano juga mengatakan ia tidak ingin perdebatan mengenai dirinya justru membuat The Met berada dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian dari karya-karya yang menjadi bagian dari Costume Institute.

Ia turut mengungkapkan apresiasi kepada orang-orang yang selama sekitar 15 tahun terakhir mendukung proses pemulihan dirinya dari alkoholisme dan kecanduan.

Bagi Galliano, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan untuk memperbaiki kehidupannya setelah melewati salah satu periode paling kelam dalam kariernya.

Kurator The Met Ikut Dukung Pembatalan

Andrew Bolton, kurator utama Costume Institute, juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan untuk tidak melanjutkan pameran.

Menurut Bolton, The Met memiliki tanggung jawab untuk membahas sejarah yang sulit dengan ketelitian, keterbukaan, serta kehati-hatian. Ia mengakui rencana pameran Galliano menimbulkan rasa sakit sekaligus kekhawatiran dari sejumlah pihak.

Setelah melewati diskusi panjang, Bolton mengatakan dirinya mendukung keputusan pembatalan tersebut.

Ia juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang sebelumnya terlibat dalam persiapan pameran, termasuk kolega, penasihat, peminjam karya, kolaborator, hingga pemimpin komunitas yang memberikan perspektif selama proses tersebut berlangsung.

Anna Wintour Sebut Keputusan Galliano Berani

Dukungan juga datang dari Anna Wintour, salah satu figur penting di balik Costume Institute dan orang yang selama ini dikenal memberikan dukungan terhadap Galliano.

Wintour menilai keputusan Galliano untuk menarik diri dari pameran merupakan tindakan yang berani. Menurutnya, langkah tersebut merupakan pilihan yang tepat dan mendapat dukungan dari dirinya maupun pihak The Met.

Di sisi lain, sejumlah pelaku dan penggemar fashion turut memberikan respons melalui media sosial. Ada yang menyayangkan batalnya pameran karena menganggap Galliano sebagai salah satu desainer dengan kontribusi besar terhadap sejarah fashion, sementara pihak lain menilai kontroversi masa lalunya tidak bisa begitu saja dipisahkan dari penghargaan institusional terhadap dirinya.

Nasib Met Gala 2027 Masih Jadi Tanda Tanya

Dengan batalnya “John Galliano: Horizons”, The Met kini harus mencari program baru untuk agenda Costume Institute musim semi 2027.

Hingga keputusan pembatalan diumumkan, museum belum mengungkap tema pengganti maupun siapa yang akan menjadi fokus pameran berikutnya.

Hal tersebut juga membuat konsep Met Gala 2027 ikut menjadi tanda tanya. Selama ini, pesta mode tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tema pameran tahunan Costume Institute.

Satu hal yang jelas, kontroversi John Galliano menunjukkan reputasi seorang tokoh fashion tidak hanya ditentukan oleh karya-karya besarnya. Kesalahan yang terjadi bertahun-tahun lalu pun dapat kembali menjadi pertimbangan ketika sebuah institusi bergengsi hendak memberikan penghormatan.

Bagi Galliano, kesempatan untuk mencatat sejarah di The Met memang sudah berakhir. Namun, keputusan untuk membatalkan pameran tersebut sekaligus membuka kembali perdebatan lama: sejauh mana karya seorang jenius fashion dapat dipisahkan dari kesalahan serius yang pernah dibuatnya?

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN