Cukup Lulusan SMA, 10 Pekerjaan Ini Tawarkan Gaji hingga Rp1 Miliar Lebih per Tahun

Ket. Pemasang dan Reparasi Lift serta Eskalator.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Masih menganggap gelar S1 adalah tiket wajib untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi? Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Di Amerika Serikat, ada sejumlah pekerjaan dengan penghasilan fantastis yang bahkan tidak mensyaratkan pendidikan sarjana.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) dan US Career Institute, terdapat setidaknya 82 jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar sarjana, tetapi menawarkan penghasilan tahunan yang cukup tinggi.

Sebagian besar pekerjaan tersebut berada di sektor teknis. Artinya, perusahaan lebih mengutamakan keterampilan, pengalaman, sertifikasi, dan kemampuan teknis dibandingkan gelar akademik.

Data gaji yang digunakan merupakan data tahun 2024. Jika dikonversikan dengan kurs Rp17.740 per dolar AS, sejumlah pekerjaan dalam daftar ini bahkan menawarkan penghasilan lebih dari Rp1 miliar per tahun.

Lantas, pekerjaan apa saja?

1. Pemasang dan Reparasi Lift serta Eskalator

Pekerjaan ini menempati posisi teratas dengan rata-rata gaji tahunan mencapai USD106.580 atau sekitar Rp1,89 miliar. Untuk masuk ke profesi ini, pendidikan minimal yang dibutuhkan adalah SMA atau setara. Pekerja bertugas memasang, merawat, sekaligus memperbaiki lift dan eskalator.

2. Pengawas Polisi dan Detektif

Profesi pengawas lini pertama kepolisian dan detektif memiliki rata-rata penghasilan USD105.980 atau sekitar Rp1,87 miliar per tahun. Pendidikan minimalnya SMA atau setara, dengan pengalaman kerja tertentu yang menjadi salah satu pertimbangan.

3. Operator dan Pengatur Pembangkit Listrik

Pekerjaan di sektor energi ini memiliki rata-rata gaji tahunan USD103.600 atau sekitar Rp1,83 miliar. Profesi tersebut berkaitan dengan pengoperasian dan pengaturan sistem pembangkit listrik. Pendidikan minimal yang dibutuhkan adalah SMA atau setara.

4. Operator Sistem Pompa Minyak dan Kilang

Berikutnya ada operator sistem pompa minyak bumi dan operator kilang dengan penghasilan rata-rata USD97.540 atau sekitar Rp1,73 miliar per tahun. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan teknis untuk mengoperasikan serta memantau sistem dalam industri minyak dan pengolahan.

5. Teknisi Pemasangan dan Perbaikan Saluran Listrik

Profesi teknisi saluran listrik juga masuk dalam daftar dengan rata-rata gaji USD92.560 atau sekitar Rp1,64 miliar per tahun. Pendidikan minimalnya SMA atau setara. Keterampilan teknis dan kemampuan bekerja di lapangan menjadi hal penting dalam pekerjaan ini.

6. Inspektur Transportasi

Inspektur transportasi memiliki rata-rata gaji tahunan USD85.750 atau sekitar Rp1,52 miliar. Profesi ini bertugas melakukan pemeriksaan dan memastikan aspek keselamatan serta kepatuhan dalam sistem transportasi.

7. Teknisi Sinyal dan Sakelar Rel

Teknisi yang menangani pemasangan dan perbaikan sistem sinyal serta sakelar rel memperoleh rata-rata USD83.600 atau sekitar Rp1,48 miliar per tahun. Pekerjaan ini membutuhkan keterampilan teknis karena berkaitan dengan sistem penting dalam operasional perkeretaapian.

8. Operator Pabrik Gas

Dengan rata-rata penghasilan USD83.400 atau sekitar Rp1,47 miliar per tahun, operator pabrik gas juga menjadi salah satu pekerjaan berpenghasilan tinggi yang tidak mensyaratkan gelar S1. Pendidikan minimal yang dibutuhkan adalah SMA atau setara.

9. Penilai Kerusakan Kendaraan untuk Asuransi

Profesi penilai kerusakan mobil untuk kebutuhan asuransi menawarkan rata-rata gaji USD76.650 atau sekitar Rp1,35 miliar per tahun. Pekerja dalam bidang ini bertugas menilai tingkat kerusakan kendaraan dan membantu menentukan estimasi biaya perbaikan atau klaim.

10. Pemasang Baut Atap di Pertambangan

Posisi terakhir adalah pemasang baut atap di sektor pertambangan. Rata-rata penghasilannya mencapai USD76.640 atau sekitar Rp1,35 miliar per tahun. Meski tidak membutuhkan gelar S1, pekerjaan ini membutuhkan keterampilan khusus serta perhatian tinggi terhadap prosedur keselamatan kerja.

Gelar S1 Bukan Satu-Satunya Jalan

Daftar tersebut menunjukkan pendidikan formal bukan satu-satunya faktor yang menentukan besarnya penghasilan. Untuk sejumlah profesi teknis, keahlian praktis, pengalaman, sertifikasi, dan kemampuan khusus justru menjadi modal utama.

Namun, perlu dicatat angka gaji tersebut merupakan data di Amerika Serikat sehingga tidak bisa langsung disamakan dengan standar penghasilan di Indonesia. Meski begitu, daftar ini bisa menjadi gambaran peluang mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan tinggi tidak selalu dimulai dari bangku kuliah empat tahun.

Bagi mereka yang lebih tertarik pada pekerjaan teknis dan praktik di lapangan, jalur pendidikan vokasi, pelatihan keahlian, atau sertifikasi profesional juga bisa menjadi pilihan untuk membangun karier.

Jadi, belum punya gelar S1 bukan berarti harus puas dengan pekerjaan bergaji kecil. Ada banyak jalur karier yang justru lebih mengutamakan kemampuan nyata dibandingkan selembar ijazah sarjana.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN