5 Alasan The Early Spring Mirip Fifty Shades of Grey, Drama China Terbaru yang Bikin Penonton Salah Fokus

Ket. Drama China The Early Spring.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Drama China terbaru The Early Spring tengah mencuri perhatian pencinta dracin. Selain menghadirkan kisah romansa di lingkungan kerja, serial yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian ini ramai dibandingkan dengan film Hollywood Fifty Shades of Grey.

Perbandingan tersebut muncul karena sejumlah penonton menilai The Early Spring memiliki nuansa romansa yang lebih dewasa, terutama dari karakter pria yang dominan, hubungan antara atasan dan bawahan, hingga chemistry pemeran utamanya yang terasa intens.

Tayang perdana pada 26 Agustus 2026, The Early Spring juga mencatat performa cukup kuat secara global. Netflix mencatat drama ini menempati posisi No. 2 dalam daftar Global Non-English TV dengan 2,4 juta views dan 21,5 juta jam ditonton.

Di media sosial, sejumlah penonton bahkan terang-terangan menyebut serial tersebut punya “vibes” Fifty Shades of Grey. Meski demikian, perbandingan ini lebih mengarah pada dinamika karakter dan nuansa romantisnya, bukan berarti jalan cerita kedua karya tersebut sama.

Lantas, apa yang membuat The Early Spring sampai disebut-sebut sebagai versi lebih lembut dari Fifty Shades of Grey?

1. Luan Nian Punya Aura Pria Berkuasa

Sosok Luan Nian atau Luke yang diperankan Jing Boran menjadi salah satu alasan utama serial ini dibandingkan dengan Fifty Shades of Grey. Luan Nian digambarkan sebagai eksekutif kreatif sukses yang memiliki posisi tinggi di perusahaan Linmei. Karakternya tegas, dingin, percaya diri, bahkan terkadang terlihat intimidatif.

Sifat tersebut mengingatkan sebagian penonton pada Christian Grey, karakter pria kaya dan berkuasa dalam Fifty Shades of Grey. Namun, kemiripan tersebut sebatas karakteristik tertentu. Luan Nian dan Christian Grey tetap memiliki latar belakang serta perkembangan cerita yang berbeda.

2. Bermula dari Hubungan Bos dan Karyawan

Dinamika atasan dan bawahan juga menjadi faktor yang membuat penonton menghubungkan The Early Spring dengan Fifty Shades of Grey. Shang Zhitao atau Flora, yang diperankan Sun Qian, merupakan perempuan muda yang baru memulai karier di sebuah perusahaan periklanan ternama.

Di awal cerita, ia justru harus berhadapan dengan Luan Nian yang merupakan atasannya. Hubungan keduanya bahkan tidak langsung berjalan mulus. Luan Nian sempat meminta Zhitao mengundurkan diri. Namun, Zhitao memilih bertahan dan membuktikan kemampuan dirinya. Dari hubungan yang awalnya dipenuhi konflik tersebut, perlahan muncul ketertarikan personal.

Dinamika bos yang dominan dan perempuan muda inilah yang kemudian membuat sebagian penonton teringat pada Christian Grey dan Anastasia Steele.

3. Chemistry Jing Boran dan Sun Qian Terasa Intens

Bukan cuma jalan cerita, chemistry Jing Boran dan Sun Qian juga menjadi bahan pembicaraan. Hubungan Luan Nian dan Zhitao tidak hanya ditampilkan lewat adegan romantis yang manis. Ada pula tarik-ulur, ketegangan, hingga gestur kecil yang membuat interaksi keduanya terasa lebih intens.

Tatapan, ekspresi, serta cara kedua karakter berinteraksi membuat hubungan mereka terlihat memiliki daya tarik yang kuat. Tak heran jika chemistry Jing Boran dan Sun Qian menjadi salah satu alasan penonton semakin mudah mengaitkan The Early Spring dengan film romantis dewasa seperti Fifty Shades of Grey.

4. Adegan Romantisnya Dinilai Lebih Berani

Perbandingan tersebut juga muncul karena The Early Spring dianggap berani mengeksplorasi sisi romantis dan intim dari hubungan karakter utamanya. Jika dibandingkan dengan sejumlah drama China romantis yang biasanya membangun hubungan secara perlahan, serial ini memberikan ruang lebih besar untuk memperlihatkan ketertarikan antara Luan Nian dan Zhitao.

Adegan romantis yang ditampilkan tidak hanya berfungsi sebagai pemanis cerita, tetapi juga memperlihatkan perkembangan hubungan kedua karakter. Karena itulah, beberapa penonton menyebut serial ini mempunyai nuansa seperti Fifty Shades of Grey, tetapi dalam versi yang lebih halus.

5. Produksinya Melibatkan Intimacy Coordinator

Hal lain yang cukup menarik perhatian adalah keterlibatan intimacy coordinator dalam produksi The Early Spring.

Profesional bernama Tsai Jia-yin dilaporkan terlibat untuk membantu menangani adegan-adegan intim antara para pemain. Kehadiran profesi ini menjadi sorotan karena intimacy coordinator berperan membantu mengatur koreografi adegan intim sekaligus memastikan komunikasi, persetujuan, dan batasan antara aktor tetap jelas selama proses syuting.

Dilansir Hindustan Times, The Early Spring disebut sebagai drama China pertama yang secara resmi melibatkan profesional intimacy coordinator dalam proses produksinya.

Kehadiran profesional tersebut juga menunjukkan adegan intim dalam sebuah produksi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana adegan terlihat di layar, tetapi juga bagaimana prosesnya dilakukan secara aman dan profesional di balik kamera.

Bukan Berarti Ceritanya Sama

Dengan berbagai elemen tersebut, tidak mengherankan jika The Early Spring kemudian dibandingkan dengan Fifty Shades of Grey oleh sebagian penonton.

Mulai dari karakter pria yang memiliki posisi kuat, hubungan bos dan karyawan, chemistry yang intens, hingga adegan romantis yang dianggap lebih dewasa, semuanya membuat serial ini memiliki nuansa yang sekilas mengingatkan pada film tersebut.

Namun, The Early Spring tetap memiliki cerita dan konflik sendiri. Jadi, bagi penonton yang penasaran, perbandingan dengan Fifty Shades of Grey lebih tepat dipahami sebagai gambaran mengenai vibes dan dinamika romantisnya, bukan sebagai tanda keduanya memiliki alur cerita yang sama.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN