Baekhyun EXO Disebut Alami Kerugian Rp63 Miliar Gara-gara Janji Vila Mewah

Ket. Baekhyun EXO mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar.

Doc: Instagram/@baekhyunee_exo

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah kontroversi yang masih berlangsung terkait MC Mong dan Chairman Cha Ga Won, muncul klaim bahwa Baekhyun EXO mengalami kerugian finansial dalam jumlah besar.

Pada 22 Agustus, YouTuber Lee Jin Ho membahas kontroversi tersebut dan mengklaim bahwa Baekhyun menjadi salah satu pihak yang mengalami kerugian terbesar.

Kerugian tersebut dikaitkan dengan kontrak eksklusif Baekhyun bersama ONE HUNDRED, termasuk tudingan tampering setelah MC Mong disebut mendekatinya ketika kontraknya dengan SM Entertainment masih tersisa.

Menurut klaim tersebut, Baekhyun dijanjikan uang kontrak senilai USD 25,5 juta atau KRW 35 miliar. Namun, alih-alih menerima uang tunai, ia disebut dijanjikan vila mewah di Eterno oleh Chairman Cha Ga Won, tepatnya sebuah unit di Eterno Phase 3 yang hingga kini belum dikembangkan.

“Dia menandatangani kontrak eksklusif setelah tergiur dengan janji rumah senilai KRW 35 miliar, tetapi Phase 3 bahkan belum dibangun,” ujar Lee Jin Ho.

Kerugian yang diklaim dialami Baekhyun juga mencakup deposit sewa sebesar USD 11,7 juta atau KRW 16 miliar saat pindah ke Lanouve Hannam. Lee Jin Ho juga menyebut KRW 12 miliar dalam pembayaran yang belum diselesaikan sebagai kerugian lainnya.

“Jika semuanya dijumlahkan, kerugiannya mencapai USD 46 juta atau KRW 63 miliar secara perhitungan matematis,” katanya.

Lee Jin Ho memprediksi persoalan tersebut dapat berkembang menjadi sengketa resmi terkait pembayaran. Namun, seluruh klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Sementara itu, CBX yang terdiri dari Chen, Baekhyun, dan Xiumin sebelumnya memberitahukan SM Entertainment pada 1 Juni 2023 bahwa mereka akan mengakhiri kontrak eksklusif karena masalah dokumen penyelesaian pembayaran dan durasi kontrak. 

Perselisihan sempat berakhir setelah kedua pihak mencapai kesepakatan pada 18 Juni 2023.

Kini, kedua pihak kembali terlibat dalam proses hukum setelah muncul tudingan bahwa Big Planet Made, perusahaan induk INB100, melakukan tampering dengan mendekati CBX sebelum kontrak mereka dengan SM Entertainment berakhir.

Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena menyangkut sejumlah nama besar dalam industri hiburan Korea Selatan.

Dugaan mengenai nilai kontrak dan berbagai pembayaran yang belum terselesaikan membuat posisi Baekhyun ikut menjadi sorotan, meskipun belum ada kepastian mengenai jumlah kerugian yang sebenarnya.

Di sisi lain, perselisihan antara CBX dan SM Entertainment juga menunjukkan bahwa persoalan kontrak eksklusif dapat berkembang menjadi konflik hukum yang panjang.

Dugaan tampering menjadi salah satu isu utama dalam perkara terbaru ini, terutama terkait waktu pendekatan terhadap artis sebelum kontrak mereka dengan agensi sebelumnya berakhir.*

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN