Iqbaal Ramadhan Akui Sempat Hampir Star Syndrome, Pilih Lanjut Sekolah ke Amerika Demi Memulai Hidup Baru
Ket. Iqbal Ramadhan cerita soal star syndrom yang pernah dialaminya saat masih remaja
Doc: YouTube Intipodcast20
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Iqbaal Ramadhan mengungkapkan alasan di balik keputusannya melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat saat masih berusia sekitar 15 tahun.
Bukan semata-mata mengejar pendidikan internasional, mantan personel Coboy Junior itu mengaku ingin menyelamatkan dirinya dari sikap star syndrome yang mulai ia rasakan setelah menikmati popularitas di usia sangat muda.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Intipodcast20, Iqbaal bercerita bahwa pada awal kariernya ia tidak langsung menyadari dampak besar dari ketenaran yang diraih. Namun, ketika menginjak usia 15 tahun, ia mulai melihat kehidupannya berbeda jauh dibandingkan remaja seusianya.
Saat itu, dirinya masih duduk di bangku SMP. Meski begitu, ia sudah memiliki berbagai pencapaian yang menurutnya tidak biasa untuk anak seusianya. Selain dikenal oleh masyarakat Indonesia, ia juga telah memiliki penghasilan yang besar dari dunia hiburan.
"Aku umur 15 tahun masih SMP, tapi aku punya semua yang aku mau. Aku bisa dapat apa pun yang aku mau. Banyak hal yang teman-teman seumuranku enggak punya," ungkap Iqbaal.
Kesadaran itulah yang membuatnya mulai mempertanyakan kondisi yang sedang dijalani. Menurutnya, kehidupan seperti itu terasa tidak normal bagi seorang remaja yang seharusnya masih fokus menikmati masa sekolah.
Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang ganjil. Di satu sisi, dirinya tetap menjadi siswa berprestasi, selalu meraih peringkat pertama di sekolah dan tidak pernah membolos. Namun di sisi lain, ia sudah menjadi figur publik yang dikenal luas dan menghasilkan uang dalam jumlah besar.
"Menurutku itu aneh. Umur 15 tahun, ranking satu di sekolah, enggak pernah bolos, tapi di saat yang sama sudah menghasilkan uang dan dikenal satu Indonesia," katanya.
Seiring munculnya kesadaran itu, Iqbaal mengaku mulai merasakan perubahan dalam sikapnya. Ia menyadari dirinya perlahan menjadi lebih sombong dan mulai merasa memiliki posisi yang lebih tinggi dibandingkan orang lain.
"Aku mulai merasa punya power, merasa di atas yang lain," ujarnya jujur.
Rekomendasi juga buat kamu:
Meski demikian, Iqbaal bersyukur masih memiliki kesadaran diri sebelum sifat tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih buruk. Ia menyadari bahwa dirinya sedang berada di jalur yang salah sehingga memilih mengambil langkah besar untuk mengubah lingkungan.
Keputusan itu diwujudkan dengan melanjutkan pendidikan SMA di Amerika Serikat pada kelas 2 dan kelas 3. Menurutnya, berpindah ke lingkungan baru menjadi cara untuk memulai kembali kehidupan tanpa embel-embel popularitas yang selama ini melekat di Indonesia.
Iqbaal menilai pengalaman tinggal dan belajar di luar negeri membantunya melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda. Di tempat baru, ia kembali menjadi remaja biasa yang harus beradaptasi, membangun pertemanan, dan membuktikan kemampuan tanpa mengandalkan status sebagai artis.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu titik penting yang membentuk kedewasaan dan membuatnya lebih rendah hati dalam menjalani karier maupun kehidupan pribadi.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Iqbaal Ramadhan Akui Sempat Hampir Star Syndrome, Pilih Lanjut Sekolah ke Amerika Demi Memulai Hidup Baru .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!