Viral Luna Maya Jadi Model Body Painting di Jepang, Apa Itu Seni Lukis Tubuh dan Kenali Risikonya bagi Kesehatan

Doc: X/@insidefolkative

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Aksi Luna Maya yang menjadi model dadakan body painting saat berada di Jepang sukses menarik perhatian publik.

Dalam video yang ramai beredar di media sosial, wajah Luna dihias dengan berbagai warna oleh seorang seniman sebelum diabadikan oleh fotografer.

Meski hasil akhirnya menuai banyak pujian karena terlihat artistik, tak sedikit pula yang penasaran mengenai apa sebenarnya body painting dan apakah aktivitas tersebut aman bagi kesehatan.

Apa Itu Bodypainting?

Body painting merupakan seni melukis langsung di atas permukaan kulit manusia menggunakan cat khusus yang dirancang untuk kontak dengan tubuh.

Berbeda dengan tato, body painting bersifat sementara karena cat dapat dibersihkan menggunakan air atau pembersih khusus setelah selesai digunakan.

Seni ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan awalnya digunakan dalam berbagai ritual budaya, upacara adat, hingga simbol identitas di sejumlah masyarakat tradisional.

Seiring perkembangan zaman, body painting bertransformasi menjadi salah satu bentuk seni kontemporer.

Karya ini banyak ditampilkan dalam festival seni, pertunjukan, dunia fotografi, periklanan, hingga industri hiburan.

Seniman biasanya memanfaatkan lekuk tubuh sebagai media untuk menciptakan ilusi optik, karakter tertentu, maupun karya visual yang unik.

Risiko Bagi Kesehatan

Meski terlihat menarik, body painting tetap memiliki sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Risiko paling umum adalah munculnya reaksi alergi terhadap kandungan cat yang digunakan.

Beberapa orang dapat mengalami kemerahan, gatal, ruam, hingga iritasi kulit, terutama jika memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi terhadap bahan kosmetik tertentu.

Selain itu, penggunaan cat yang tidak dirancang khusus untuk kulit juga dapat meningkatkan risiko paparan bahan kimia berbahaya.

Cat berbahan dasar industri atau yang mengandung logam berat sebaiknya tidak digunakan karena dapat memicu iritasi serius bahkan keracunan jika terserap melalui kulit atau tidak sengaja masuk ke mata maupun mulut.

Kebersihan alat juga menjadi faktor penting. Kuas, spons, atau perlengkapan lain yang digunakan secara bergantian tanpa dibersihkan berpotensi menjadi media penyebaran bakteri, jamur, maupun virus penyebab infeksi kulit.

Karena itu, seniman profesional umumnya menggunakan peralatan yang steril dan menjaga standar kebersihan selama proses melukis.

Untuk meminimalkan risiko, disarankan menggunakan cat body painting yang telah memiliki label aman untuk kosmetik atau bersifat hipoalergenik.

 Sebelum diaplikasikan ke area yang luas, sebaiknya dilakukan uji tempel pada sebagian kecil kulit selama 24 jam guna memastikan tidak muncul reaksi alergi.

Setelah selesai, cat juga perlu segera dibersihkan menggunakan sabun lembut dan air agar sisa pigmen tidak menempel terlalu lama di kulit.

Pada dasarnya, body painting merupakan bentuk ekspresi seni yang aman jika dilakukan dengan bahan yang tepat, peralatan yang higienis, dan memperhatikan kondisi kulit masing-masing.

Dengan prosedur yang benar, aktivitas ini dapat menjadi pengalaman kreatif tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN