Jangan Langsung Panik! Ini Perbedaan Jelas Antara Speech Delay dan Autisme pada Anak

Ket. Jangan Langsung Panik! Ini Perbedaan Jelas Antara Speech Delay dan Autisme pada Anak

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tentu wajar jika orang tua merasa cemas ketika melihat si kecil belum berbicara sebanyak teman-teman seusianya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, "Apakah ini hanya telat bicara (speech delay) biasa, atau ada kaitannya dengan autisme?"

Memahami perbedaan antara autisme dan telat bicara menjadi hal penting bagi orang tua. Dengan mengetahui ciri-cirinya, orang tua dapat mencari evaluasi dan penanganan yang paling sesuai untuk kebutuhan anak.

Berikut perbedaan antara telat bicara dan autisme yang dilansir dari Capital Area Pediatrics.

Apa Bedanya Telat Bicara dan Autisme?

Secara sederhana, telat bicara merupakan kondisi ketika anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, baik dalam memahami kata-kata (kemampuan reseptif) maupun dalam merangkai kata untuk berkomunikasi (kemampuan ekspresif).

Anak yang hanya mengalami telat bicara biasanya tetap memiliki kemampuan sosial, penggunaan bahasa tubuh, serta pola perilaku yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Sementara itu, autisme atau Gangguan Spektrum Autisme merupakan kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara anak berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial. Autisme juga ditandai dengan adanya minat yang terbatas serta perilaku yang berulang.

Walaupun banyak anak dengan autisme juga mengalami telat bicara, tantangan komunikasi yang mereka alami biasanya lebih luas dibandingkan sekadar kesulitan dalam merangkai kata.

Dalam beberapa kasus, anak dapat mengalami keduanya secara bersamaan, atau hanya mengalami salah satunya. Karena itu, evaluasi yang menyeluruh dan teliti sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi anak secara tepat.

4 Perbedaan Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk membedakan telat bicara dan autisme, orang tua dapat memperhatikan beberapa aspek lain di luar kemampuan anak dalam berbicara.

1. Komunikasi Tanpa Kata (Bahasa Tubuh)

Telat Bicara Biasa:
Anak biasanya akan menggunakan bahasa tubuh secara aktif untuk menggantikan keterbatasan dalam berbicara.

Mereka menunjuk benda yang diinginkan, melambaikan tangan, mengangguk atau menggeleng, serta berusaha agar orang tua memahami maksud mereka meski belum mampu mengungkapkannya lewat kata-kata.

Autisme dengan Telat Bicara:
Anak cenderung lebih jarang menggunakan bahasa tubuh. Mereka mungkin tidak menunjuk sesuatu untuk berbagi ketertarikan, menghindari kontak mata saat diajak berkomunikasi, serta terlihat kurang memiliki dorongan untuk menyampaikan keinginan kepada orang lain.

2. Ketertarikan Sosial

Telat Bicara Biasa:
Anak biasanya tetap memiliki ketertarikan sosial yang tinggi. Mereka senang bermain bersama teman, menunjukkan antusiasme ketika diajak berinteraksi, dan sering kali merasa frustrasi karena kesulitan menyampaikan apa yang mereka inginkan.

Autisme dengan Telat Bicara:
Anak mungkin terlihat lebih nyaman bermain sendiri. Mereka sering kali kurang tertarik ketika orang lain mencoba mengajak berinteraksi, dan ekspresi wajah mereka dapat terlihat lebih datar atau kurang menunjukkan variasi emosi.

3. Merespons Nama dan "Perhatian Bersama"

Telat Bicara Biasa:
Ketika namanya dipanggil, anak biasanya akan menoleh secara konsisten. Mereka juga memiliki kemampuan joint attention atau perhatian bersama, seperti mengikuti arah benda yang ditunjuk orang tua atau membawa mainan untuk diperlihatkan sebagai bentuk berbagi minat.

Autisme dengan Telat Bicara:
Anak sering kali tidak merespons ketika namanya dipanggil atau responsnya tidak konsisten, meskipun kemampuan pendengarannya normal.

Mereka juga dapat mengalami kesulitan dalam membagi perhatian, misalnya jarang mengikuti arah benda yang ditunjuk atau enggan membawa sesuatu untuk diperlihatkan kepada orang lain.

4. Cara Bermain

Telat Bicara Biasa:
Anak tetap mampu melakukan permainan pura-pura atau imajinatif, seperti berpura-pura menyuapi boneka, bermain menjadi dokter, atau berpura-pura menelepon.

Autisme dengan Telat Bicara:
Anak sering kali mengalami kesulitan dalam bermain imajinatif. Mereka mungkin lebih suka menyusun mainan secara berulang, menjejerkan benda, atau hanya berfokus pada bagian tertentu dari mainan, seperti memutar roda mobil-mobilan terus-menerus.

Perhatikan Juga Pola Perilaku dan Sensoriknya

Selain perbedaan dalam komunikasi, anak dengan autisme biasanya dapat menunjukkan pola perilaku tertentu. Beberapa contohnya adalah gerakan yang dilakukan berulang-ulang, seperti mengepakkan tangan, bergoyang, atau berputar.

Anak dengan autisme juga dapat memiliki ketertarikan yang sangat kuat dan kaku terhadap hal tertentu, serta menunjukkan respons yang berbeda terhadap rangsangan sensorik, seperti suara, cahaya, atau tekstur.

Mereka bisa menjadi terlalu sensitif atau justru kurang peka terhadap rangsangan tersebut.

Sebaliknya, anak yang hanya mengalami telat bicara biasanya memiliki perilaku yang lebih fleksibel. Mereka cenderung lebih mudah beradaptasi dengan perubahan rutinitas dan memberikan respons terhadap lingkungan sekitar seperti anak-anak pada umumnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN