Viral Hair Croissant dari Thailand, Pastry Unik yang Sedang Viral di Indonesia

Ket. Croissant hair yang sedang viral

Doc: Instagram/@khaosodenglish

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan camilan unik yang sukses mencuri perhatian para pecinta kuliner.

Kali ini, sorotan tertuju pada hair croissant atau croissant bulu, sebuah inovasi pastry asal Thailand yang tampil dengan visual tak biasa.

Bentuknya yang dipenuhi serat-serat hitam menyerupai rambut membuat makanan ini langsung viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook.

Di Indonesia, pastry tersebut bahkan mendapat julukan yang cukup nyeleneh, karena tampilannya dianggap mirip rambut halus.

Meski terdengar menggelitik, sebutan itu justru membuat rasa penasaran publik semakin besar dan mendorong banyak orang mencari tahu seperti apa sebenarnya camilan viral tersebut.

Hair croissant merupakan kreasi dari Sai Wan Bake House, sebuah toko roti yang berada di Pattaya, Thailand.

Toko ini dikenal gemar menghadirkan inovasi pastry dengan tampilan unik tanpa mengorbankan cita rasa.

Berkat unggahan para food vlogger dan wisatawan, croissant bulu pun dengan cepat menjadi salah satu menu yang paling banyak diburu.

Sekilas, tampilan pastry ini memang cukup mengejutkan. Bagian atas croissant dipenuhi helaian hitam yang terlihat seperti rambut asli.

Namun, bahan yang digunakan sama sekali bukan sesuatu yang aneh atau berbahaya.

Serat hitam tersebut berasal dari Fat Choy, sejenis rumput laut hitam yang telah lama digunakan dalam berbagai hidangan khas Asia.

Fat Choy diiris sangat tipis hingga membentuk helaian-halusan yang menyerupai rambut.

Setelah itu, bahan tersebut ditata di atas lapisan fresh cream yang lembut dan melimpah.

Perpaduan antara tekstur croissant yang renyah, krim yang ringan, serta Fat Choy yang memberikan sensasi unik membuat pastry ini memiliki karakter berbeda dibanding croissant pada umumnya.

Selain menciptakan tampilan yang mencolok, Fat Choy juga memberikan tekstur tambahan tanpa menghasilkan rasa laut yang terlalu kuat.

Karena itu, banyak pelanggan mengaku tetap menikmati rasa pastry ini meskipun awalnya merasa ragu akibat penampilannya yang tidak biasa.

Meski menuai beragam komentar, sebagian besar warganet menganggap hair croissant sebagai bentuk kreativitas dalam dunia pastry.

Ada yang mengaku penasaran dan ingin mencobanya langsung ketika berkunjung ke Thailand, sementara yang lain merasa tampilannya terlalu ekstrem meski mengakui idenya sangat inovatif.

Popularitas hair croissant juga menunjukkan bagaimana tren kuliner modern tak lagi hanya mengandalkan rasa.

Kreativitas dalam penyajian, pemilihan bahan, hingga kemampuan menciptakan pengalaman visual kini menjadi nilai tambah yang mampu membuat sebuah makanan mendunia dalam waktu singkat.

Bagi pencinta kuliner yang gemar mencoba hal baru, pastry viral asal Pattaya ini menjadi salah satu camilan yang layak masuk daftar incaran saat berwisata ke Thailand.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN