Rame Diet Makan Sehari Sekali (OMAD): Benarkah Berisiko Mengacaukan Hormon Perempuan

Senin, 22 Jun 2026, 13:50 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM -  Metode diet ekstrem One Meal A Day (OMAD) atau makan hanya sekali dalam sehari kini tengah populer karena diklaim ampuh memangkas berat badan dalam waktu cepat.

Namun, di balik efektivitasnya, pola makan ini masih menuai perdebatan sengit di kalangan ahli medis dan nutrisi.

Ket. Foto: — Sumber: IStimewa

Bagi perempuan, menerapkan diet ketat seperti OMAD bukan sekadar urusan membatasi kalori, melainkan juga tentang bagaimana tubuh merespons perubahan drastis tersebut. Faktanya, diet makan sehari sekali memiliki dampak signifikan dan sering kali negatif terhadap sistem hormonal perempuan yang sensitif.

Mengapa Hormon Perempuan Sangat Sensitif Terhadap Diet Ekstrem?

Tubuh perempuan dirancang secara biologis untuk mempertahankan fungsi reproduksi dan keseimbangan energi. Ketika tubuh mengalami defisit kalori yang terlalu ekstrem secara mendadak, otak (khususnya hipotalamus) akan membaca situasi tersebut sebagai sinyal bahaya atau kondisi "kelaparan". Akibatnya, tubuh akan mulai mengorbankan fungsi non-esensial demi bertahan hidup.

Berikut adalah beberapa efek buruk diet makan sehari sekali bagi hormon perempuan:

  • Mengacaukan Siklus Menstruasi: Defisit energi yang parah dapat menghentikan produksi hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone). Dampaknya, produksi hormon estrogen dan progesteron menurun drastis, yang memicu menstruasi tidak teratur hingga amenore (berhentinya haid).

  • Meningkatkan Hormon Stres (Kortisol): Menahan lapar selama hampir 23 jam sehari menempatkan tubuh dalam kondisi stres fisik. Hal ini memicu lonjakan hormon kortisol. Kortisol yang tinggi tidak hanya mengganggu kestabilan emosi, tetapi juga memicu penumpukan lemak di area perut.

  • Mengganggu Kinerja Kelenjar Tiroid: Metabolisme tubuh diatur oleh hormon tiroid. Kurangnya asupan makanan secara ekstrem membuat tubuh memperlambat laju metabolisme (mode hemat energi), yang berisiko menurunkan fungsi tiroid dan membuat tubuh terasa mudah lelah serta lesu.

  • Mempengaruhi Kesuburan (Fertilitas): Ketidakseimbangan estrogen dan absennya ovulasi akibat pola makan ekstrem dalam jangka panjang tentu dapat menurunkan tingkat kesuburan perempuan.

Meskipun diet OMAD menjanjikan penurunan berat badan yang instan, efek sampingnya terhadap kesehatan jangka panjang perempuan tidak boleh diabaikan. Para ahli menyarankan agar perempuan menghindari diet dengan jendela puasa yang terlalu ekstrem.

Jika ingin mencoba metode puasa, pilihlah Intermittent Fasting yang lebih moderat (seperti metode 14:10 atau 16:8) dan pastikan kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi demi menjaga keseimbangan hormon.

  • Camilan Diet
  • Bahaya Diet Esktrem

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.