Waspada! Screen Time Berlebihan Bisa Rusak Otak Anak, Ini Batas Aman dari SD sampai SMA

Ket. Ilustrasi anak-anak memakai gadget

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di era serba digital ini, gadget dan layar seolah tak pernah lepas dari kehidupan anak-anak. Tapi hati-hati, screen time yang berlebihan bisa membawa dampak serius bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial mereka. 

Orang tua perlu tahu persis batas aman screen time sesuai usia, agar perkembangan anak tidak terganggu.

Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry dan Australian Institute of Family Studies, anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak memiliki screen time sama sekali, kecuali untuk video call dengan pendampingan orang dewasa. Untuk anak usia 2–5 tahun, batas aman yang disarankan hanyalah maksimal 1 jam per hari.

Psikolog dan konselor SMP Cikal Lebak Bulus, Rahma Dianti, menegaskan anak usia 5–6 tahun hingga remaja 17–18 tahun perlu mengembangkan pola hidup sehat dan menghindari paparan layar yang berlebihan. Batas passive screen time untuk kelompok usia ini adalah maksimal 2 jam per hari.

Active vs Passive Screen Time

Rahma menjelaskan, screen time dibagi menjadi dua jenis:

1. Active Screen Time

Aktivitas berbasis layar yang merangsang otak dan kreativitas, seperti belajar online, membuat karya digital, video call dengan keluarga, atau mengerjakan tugas sekolah.

2. Passive Screen Time

Aktivitas layar yang minim melibatkan otak, seperti scrolling media sosial tanpa tujuan, menonton video atau film, hingga bermain game nonstop.

Bukan Sekadar Soal Waktu, tapi Dampaknya

Rahma mengingatkan, yang perlu diwaspadai bukan hanya durasinya, tapi juga efeknya terhadap kehidupan anak. 

Apakah bermain game mengganggu belajar? Apakah waktu menatap layar membuat anak kurang tidur, jarang bergerak, atau kehilangan minat berinteraksi di dunia nyata? Jika jawabannya ya, maka itu tanda bahaya.

Orang tua disarankan tidak hanya mengikuti rekomendasi batas waktu resmi, tapi juga mempertimbangkan keseharian anak. Aktivitas fisik, waktu tidur, interaksi sosial, hingga waktu untuk hobi harus seimbang.

Dengan pengawasan ketat dan penerapan batas screen time yang tepat, anak-anak bisa tetap memanfaatkan teknologi secara sehat tanpa mengorbankan tumbuh kembang mereka. 

Karena di era digital ini, gadget bisa jadi teman belajar terbaik atau malah menjadi musuh terbesar, tergantung cara penggunaannya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN