Sabrina Chairunnisa Akui Sudah Stop Kebiasaan Nyindir Orang di Media Sosial, Kini Lebih Bijak Jaga Jejak Digital
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sabrina Chairunnisa mengungkapkan bahwa dirinya telah meninggalkan kebiasaan menyindir orang lain melalui media sosial.
Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa cara pandangnya terhadap penggunaan platform digital kini telah berubah.
Jika dulu media sosial menjadi tempat meluapkan emosi, sekarang ia memilih lebih berhati-hati demi menjaga citra dan kesehatan dirinya sendiri.
Sabrina mengaku pada masa lalu dirinya kerap tergoda untuk membuat unggahan bernada sindiran ketika sedang merasa kesal terhadap seseorang.
Menurutnya, melampiaskan emosi lewat status atau Instagram Story sempat memberikan rasa puas karena bisa mengungkapkan isi hati secara langsung.
"Dulu, kalau aku lagi kesel sama orang, itu pasti langsung pengen upload, status, story, yang isinya nyindir, kayak rasanya tuh puas banget," ungkap Sabrina di laman Instagramnya.
Namun, seiring bertambahnya pengalaman, ia mulai menyadari bahwa kebiasaan tersebut justru memperlihatkan sisi terburuk dirinya kepada publik.
Alih-alih menyelesaikan masalah, unggahan emosional hanya meninggalkan jejak yang dapat dilihat banyak orang dalam waktu lama.
Kesadaran itulah yang membuat Sabrina mengubah cara bersikap di media sosial.
Kini, ia lebih memilih mengendalikan emosi dan memusatkan perhatian pada pengembangan diri dibanding menghabiskan energi untuk menyindir orang lain.
Rekomendasi juga buat kamu:
Baginya, menjaga ketenangan dan citra diri jauh lebih penting daripada memperoleh kepuasan sesaat dari sebuah unggahan.
Sabrina juga menyoroti pentingnya menjaga jejak digital di era modern. Menurutnya, media sosial bukan lagi sekadar tempat berbagi aktivitas sehari-hari, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas seseorang yang bisa dinilai oleh banyak pihak.
Ia mengatakan, "Karena gak bisa dipungkiri, sosmed itu udah kayak CV kita. Visa kita bisa ditolak hanya karena satu postingan. Kita bisa gagal masuk ke universitas atau perusahaan yang kita mau cuma karena postingan kita yang menurut mereka 'gak banget'."
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap unggahan di dunia maya memiliki konsekuensi.
Tidak sedikit perusahaan, institusi pendidikan, hingga pihak imigrasi yang kini mempertimbangkan rekam jejak digital seseorang sebelum mengambil keputusan penting.
Pandangan Sabrina mendapat respons positif dari banyak warganet karena dianggap relevan dengan kondisi saat ini.
Di tengah derasnya arus informasi dan mudahnya seseorang mengunggah apa pun ke internet, kemampuan mengendalikan emosi menjadi keterampilan yang semakin penting.
Perubahan sikap Sabrina juga menunjukkan bahwa kedewasaan tidak hanya terlihat dari cara berbicara di dunia nyata, tetapi juga dari bagaimana seseorang menggunakan media sosial.
Dengan memilih berhenti menyindir orang lain dan lebih fokus pada diri sendiri, ia berharap dapat membangun lingkungan digital yang lebih sehat sekaligus menjaga peluang-peluang baik di masa depan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa berpikir sebelum mengunggah sesuatu adalah langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan pribadi maupun profesional.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sabrina Chairunnisa Akui Sudah Stop Kebiasaan Nyindir Orang di Media Sosial, Kini Lebih Bijak Jaga Jejak Digital .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!