Makin Banyak Perempuan Muda Kena Kanker Payudara, Kenapa Usia di Bawah 50 Kini Jadi Kelompok Paling Rentan?
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Semakin banyak perempuan muda, termasuk kalangan selebriti yang terbuka mengungkap diagnosis kanker payudara mereka.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran besar, benarkah kanker payudara kini makin banyak menyerang perempuan di bawah usia 50 tahun?
Contohnya, penyanyi pop Jessie J baru-baru ini menjalani operasi kanker payudara di usia 30an.
Katie Thurston, mantan bintang The Bachelorette, bahkan harus menghadapi kanker payudara stadium 4 di usia 34 tahun.
Sementara aktris Boy Meets World, Danielle Fishel, mendapat diagnosis serupa di usia 43.
Data terbaru memperkuat kekhawatiran tersebut. Dalam kurun waktu 2012 hingga 2021, angka diagnosis baru kanker payudara pada perempuan di bawah usia 50 tahun meningkat 1,4 persen setiap tahunnya, jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan 0,7 persen pada perempuan usia 50 tahun ke atas.
Peningkatan ini terjadi di semua ras dan etnis, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada perempuan Asia, Amerika, dan Kepulauan Pasifik.
Mirisnya, perempuan kulit hitam memiliki tingkat kanker payudara tertinggi sebelum usia 40 dan paling berisiko meninggal akibat penyakit ini.
Kendati demikian, sebagian besar perempuan di bawah 40 tahun tidak direkomendasikan melakukan mammogram rutin, kecuali memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau mutasi genetik.
American Cancer Society baru menyarankan pemeriksaan sejak usia 30 tahun bila tergolong berisiko tinggi, itu pun disertai MRI tahunan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain benjolan di payudara, perubahan bentuk, dan cairan tidak normal dari puting.
Namun banyak perempuan muda yang mengabaikan tanda-tanda ini karena merasa "terlalu muda untuk terkena kanker".
“Karena semakin banyak kasus di usia muda, kita harus lebih serius menangani dan mendeteksi sejak awal,” tegas dr Rani Bansal dari Universitas Duke.
Bahkan, menurut dr Oluwadamilola Fayanju dari Penn Medicine, pasien termuda yang pernah ia tangani baru berusia 17 tahun.
Ia menekankan pentingnya perempuan muda yang mengalami gejala untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas medis dengan pengalaman khusus di bidang kanker payudara.
Kanker payudara di usia muda sering kali lebih ganas dan sulit ditangani.
Salah satu jenis paling mematikan adalah triple-negative breast cancer, yang lebih umum ditemukan pada perempuan muda dan cenderung menyebar cepat serta punya sedikit pilihan pengobatan.
Dr Virginia Borges dari University of Colorado menyebutkan kanker payudara pada perempuan di bawah 35 tahun punya kecenderungan tinggi untuk menyebar ke seluruh tubuh, dan sampai sekarang, para ahli belum sepenuhnya memahami mengapa hal itu bisa terjadi.
“Ini teka-teki besar. Banyak faktor kompleks yang memengaruhi cara kanker ini menyerang tubuh,” katanya.
Para dokter kini mendorong adanya lebih banyak penelitian untuk memahami karakteristik kanker pada perempuan muda, karena selama ini sebagian besar studi difokuskan pada kelompok usia yang lebih tua.
Kanker payudara tak lagi hanya ancaman bagi usia lanjut.
Generasi muda wajib waspada, kenali gejalanya, dan jangan ragu untuk memeriksakan diri lebih awal.
Hidup bisa berubah dalam sekejap, jadi Cantiks jangan tunggu sampai terlambat.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Makin Banyak Perempuan Muda Kena Kanker Payudara, Kenapa Usia di Bawah 50 Kini Jadi Kelompok Paling Rentan? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!