Pasangan Sering Ngorok? Mungkin Kamu Butuh 'Sleep Divorce' Biar Hidup Lebih Damai

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah nggak sih, tidur malam jadi terganggu karena pasangan ngorok, gelisah, atau tiba-tiba narik selimut? Kalau iya, mungkin ini saatnya coba sleep divorce! Tenang aja, istilah ini nggak ada hubungannya sama perceraian, kok.

Tidur terpisah alias sleep divorce makin banyak dipilih pasangan yang tidurnya nggak bisa nyenyak kalau barengan. Justru, setelah tidur pisah, banyak yang ngerasa kualitas tidurnya membaik dan hubungan pun jadi makin adem. Menurut survei dari American Academy of Sleep Medicine, lebih dari sepertiga pasangan di AS udah coba cara ini.

Tidur Nggak Nyenyak Bisa Picu Konflik Rumah Tangga

Kurang tidur bukan cuma bikin lelah, tapi juga bikin suasana hati jadi nggak stabil. CDC menyarankan orang dewasa tidur minimal 7-8 jam per malam. Kalau nggak cukup tidur, gampang emosian dan rentan konflik—terutama kalau tidur terganggu karena pasangan yang suka ngorok atau gerak terus sepanjang malam.

Sebuah studi di tahun 2016 menunjukkan, gangguan tidur sering jalan bareng dengan masalah hubungan. Bahkan, riset lain di 2013 bilang kalau dengkuran bisa jadi penyebab konflik di hari berikutnya. Peneliti Adams juga menemukan banyak pasangan yang memilih tidur terpisah karena suara, waktu tidur yang beda, atau kebiasaan tidur yang nggak cocok—dan hasilnya? Kualitas hidup mereka justru jadi jauh lebih baik!

Tidur Berkualitas = Hidup Lebih Sehat dan Damai

Tidur cukup itu bukan soal kenyamanan doang. Menurut Natalie D. Dautovich dari National Sleep Foundation, tidur yang sehat penting buat pemulihan tubuh, jaga kesehatan jantung, kurangi risiko obesitas, bantu fungsi otak, dan bikin imun lebih kuat.

Bahkan kalau tidurnya terganggu sedikit aja, tubuh bisa tetap kena dampak negatif meski nggak sampai terbangun. Makanya, tidur nyenyak itu penting banget buat kesehatan fisik dan mental.

Mau Pisah Ranjang? Begini Cara Ngomongnya ke Pasangan

Ngomongin soal tidur terpisah bisa jadi hal yang sensitif. Tapi kuncinya: sampaikan dengan tenang dan jelas bahwa ini bukan karena ingin menjauh, tapi demi kualitas tidur yang lebih baik.

Pilih waktu yang tepat buat ngobrol—hindari pas pasangan lagi capek, stres, atau suasana hatinya nggak enak. Dan kalau pasangan punya alasan atau perasaan tertentu soal ide ini, coba dengarkan baik-baik. Nggak semua orang langsung nyaman dengan konsep tidur pisah, jadi komunikasi dua arah itu penting.

Nggak Ada Salahnya Tidur Terpisah Kalau Bikin Hidup Lebih Nyaman

Tidur bareng memang kelihatan romantis, tapi kalau malah bikin susah tidur dan hubungan jadi tegang, kenapa nggak coba solusi lain? Tidur di kamar terpisah bisa jadi cara cerdas buat menjaga kesehatan, mood, dan hubungan tetap positif.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN