Hamil di Usia 50 Setelah 7 Kali Gagal IVF, Tatiana Tak Menyangka Bisa Jadi Ibu
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perjuangan pasangan suami istri dalam menanti hadirnya buah hati kerap menjadi kisah inspiratif yang dibagikan di media sosial.
Salah satunya adalah cerita menyentuh dari pasangan Tatiana dan Kenan Kaplan, yang berhasil memperoleh keturunan setelah menanti selama 11 tahun.
Tatiana, yang kini berusia 55 tahun, sempat hampir menyerah setelah mengalami tujuh kali kegagalan dalam program bayi tabung (IVF).
Selama tiga tahun menjalani prosedur tersebut, ia dan suaminya menghabiskan biaya sekitar 100 ribu dolar Kanada atau setara dengan Rp1,1 miliar. Namun, semua usaha tersebut belum membuahkan hasil.
Harapan itu akhirnya datang secara tak terduga. Usai melakukan perjalanan ke Eropa, Tatiana menyadari dirinya terlambat menstruasi. Setelah melakukan tes kehamilan, ia pun dinyatakan positif hamil secara alami di usia 50 tahun, sesuatu yang tak pernah dibayangkannya.
Melahirkan di Usia 50 dan Tetap Aktif Secara Fisik
Kehamilan Tatiana berjalan lancar hingga akhirnya ia melahirkan seorang bayi laki-laki sehat bernama Mark Kaplan melalui operasi caesar. Kini, Mark telah berusia lima tahun.
Tatiana mengaku bangga bisa menjadi seorang ibu di usia yang banyak orang anggap tak ideal untuk mengandung. Alih-alih terpaku pada pandangan orang lain, ia justru merasa lebih bijak dan siap secara emosional untuk membesarkan anaknya.
“Saya merasa telah membebaskan diri dari batasan usia yang sering dilekatkan pada perempuan. Saya mungkin berusia 50 tahun, tapi saya justru membawa kehidupan baru ke dunia,” ujar Tatiana, seperti dikutip dari The Sun.
Tatiana juga berharap kisahnya bisa memberi harapan bagi para pasangan yang belum dikaruniai momongan. Ia menegaskan bahwa tidak ada usia yang ‘terlambat’ untuk menjadi seorang ibu, terlebih bagi mereka yang telah lama menanti kehadiran anak.
Rekomendasi juga buat kamu:
Menjaga Kebugaran Selama Kehamilan
Selama masa kehamilan, Tatiana tetap menjaga kebugaran fisiknya. Ia aktif berjalan kaki hingga 6 kilometer setiap hari untuk menjaga tubuh tetap sehat. Ia juga ingin membuktikan bahwa perempuan usia 50-an bisa tetap aktif dan sehat, bukan mengalami penurunan kondisi secara drastis.
“Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa tetap bugar dan sehat di usia 50-an. Itu penting, dan sangat mungkin dilakukan,” imbuhnya.
Hamil di Usia 50: Masih Mungkin, Tapi Ada Risiko
Fenomena kehamilan di usia 50 tahun memang jarang, tapi bukan hal yang mustahil. Beberapa tahun lalu, seorang perempuan bernama Safinah Namukwaya asal Uganda juga melahirkan bayi di usia 64 tahun melalui program IVF.
Menurut Dr. Melanie McDowell dari Robinson Institute, University of Adelaide, tingkat kesuburan perempuan memang mulai menurun sejak usia 30-an, dan hanya tersisa sekitar 50% di usia 40 tahun. Meski begitu, kehamilan alami atau melalui bantuan medis seperti bayi tabung tetap dimungkinkan.
Namun, kehamilan di usia lanjut memiliki sejumlah risiko, seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi (preeklamsia), hingga gangguan kromosom pada janin. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan.
Harapan untuk Pejuang Garis Dua
Kisah Tatiana menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan ketika segala upaya telah dicoba dan usia tidak lagi muda. Dengan semangat, ketekunan, dan dukungan yang tepat, keajaiban bisa datang kapan saja.
“Tidak ada kata terlambat untuk menjadi seorang ibu. Setiap perempuan punya hak atas harapan,” tutup Tatiana.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Hamil di Usia 50 Setelah 7 Kali Gagal IVF, Tatiana Tak Menyangka Bisa Jadi Ibu .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!