Hotel di Bali Marak Dijual Online, Gubernur Koster Tepis Pariwisata Lesu

Ket. Hotel di Bali Marak Dijual Online, Gubernur Koster Tepis Pariwisata Lesu

Doc: iShoctkPhoto/Tanarch

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sejumlah hotel dan vila di Bali belakangan ramai ditawarkan untuk dijual melalui platform properti daring. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai kondisi pariwisata Pulau Dewata.

Koster Tepis Anggapan Pariwisata Bali Lesu

Gubernur Bali Wayan Koster membantah anggapan bahwa banyaknya hotel yang dijual menunjukkan pariwisata Bali sedang mengalami penurunan.

Koster menugaskan Dinas Pariwisata Bali berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Badung dan Dinas Perizinan untuk mendata hotel yang ditawarkan sekaligus memastikan kondisi sebenarnya.

Menurut Koster, kunjungan wisatawan masih berjalan baik. Wisatawan mancanegara berada di kisaran 20.000-24.000 orang per hari, sedangkan wisatawan domestik sekitar 12.000-14.000 orang.

"Pariwisata naik kok, ini pasti kaitannya dengan bisnis mereka," kata Koster.

Ia menilai keputusan menjual hotel tidak otomatis berkaitan dengan lesunya pariwisata. Pemilik dapat memiliki bisnis di berbagai daerah sehingga penjualan aset di Bali bisa berkaitan dengan kondisi atau strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Ratusan Hotel dan Vila Ditawarkan Online

Sejumlah hotel dan vila memang ditemukan ditawarkan melalui platform daring. Properti tersebut tersebar di berbagai kawasan Bali dengan harga mulai dari miliaran hingga ratusan miliar rupiah.

PHRI sebelumnya menyebut terdapat hotel yang menghadapi persoalan bisnis, meski jumlah yang mengalami kepailitan relatif sedikit.

Penjualan properti dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingkat hunian, keputusan pemegang saham, kebutuhan likuiditas, hingga kemampuan pemilik mengoperasikan hotel.

Okupansi Hotel Masih Berjalan

Koster menyebut tingkat okupansi hotel berbintang masih berada pada kisaran 80-90 persen.

Sementara itu, data BPS menunjukkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Bali pada Juli 2026 mencapai 67,29 persen, naik dari 64,87 persen pada Juni. Namun angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 67,75 persen.

Pada Juli 2026, Bali mencatat 697.809 kunjungan wisatawan mancanegara atau naik 15,34 persen dibandingkan Juni.

Pemerintah Lakukan Pendataan

Pemprov Bali kini melakukan pendataan untuk memastikan jumlah hotel dan vila yang benar-benar dijual serta alasan di balik keputusan pemiliknya.

Pemerintah menilai penjualan sejumlah properti tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menyimpulkan kondisi pariwisata Bali secara keseluruhan.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN