Giselle aespa Kena Kritik Gegara Unggahan Foto Senjata hingga Richard Ramirez

Ket. Giselle aespa.

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Giselle aespa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan lama di media sosialnya ramai dibicarakan oleh netizen. Beberapa unggahan tersebut menampilkan visual bernuansa gelap, mulai dari senjata, pisau, hingga gambar yang dikaitkan dengan tokoh kriminal.

Perbincangan mengenai unggahan tersebut kembali muncul di media sosial pada 15–16 September 2026. Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah foto yang disebut memperlihatkan Giselle mengenakan kaus bergambar Richard Ramirez, pelaku pembunuhan berantai asal Amerika Serikat yang dikenal dengan julukan "Night Stalker".

Unggahan Giselle Kembali Digali Netizen

Netizen tidak hanya membahas foto Giselle dengan gambar Richard Ramirez. Sejumlah pengguna media sosial juga mengumpulkan unggahan lain yang dianggap memiliki unsur kekerasan atau referensi terhadap kriminalitas.

Beberapa gambar yang dipersoalkan memperlihatkan senjata dan pisau, sementara unggahan lainnya disebut menampilkan visual yang menyerupai darah. Ada pula referensi terhadap Bonnie dan Clyde, pasangan kriminal Amerika Serikat yang kemudian menjadi bagian dari budaya populer.

Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan alasan Giselle memilih gambar-gambar tersebut untuk ditampilkan di akun pribadinya. Sebagian bahkan menginterpretasikan unggahan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap tokoh kriminal.

Namun, interpretasi tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa Giselle mendukung tindakan kriminal. Menggunakan gambar tokoh tertentu dalam sebuah unggahan tidak secara otomatis menunjukkan persetujuan terhadap tindakan yang pernah dilakukan tokoh tersebut.

Sebagian penggemar Giselle juga memberikan pandangan berbeda mengenai unggahan tersebut. Mereka menilai visual yang digunakan dapat berkaitan dengan gaya alternatif atau estetika gelap yang ditampilkan sang idol di media sosial.

Siapa Richard Ramirez?

Richard Ramirez merupakan salah satu kriminal yang terkenal dalam sejarah kejahatan di Amerika Serikat. Ia mendapat julukan "Night Stalker" setelah melakukan serangkaian kejahatan di California pada 1984 hingga 1985.

Ramirez dinyatakan bersalah atas 13 pembunuhan serta sejumlah percobaan pembunuhan, kekerasan seksual, dan pembobolan rumah. Ia dijatuhi hukuman mati pada 1989 sebelum meninggal dunia di penjara pada 2013.

Latar belakang tersebut membuat foto Giselle dengan kaus bergambar Ramirez menjadi bagian yang paling banyak diperdebatkan. Netizen mempertanyakan keputusan menggunakan gambar sosok dengan riwayat kriminal tersebut sebagai bagian dari konten media sosial.

Bonnie dan Clyde Juga Disorot

Selain Richard Ramirez, referensi terhadap Bonnie dan Clyde turut menjadi bahan pembicaraan netizen. Pasangan Bonnie Parker dan Clyde Barrow memang telah lama muncul dalam berbagai karya budaya populer, termasuk film, musik, dan fashion.

Namun, kisah keduanya tidak hanya berkaitan dengan citra pasangan kriminal yang kerap digambarkan secara romantis. FBI mencatat Bonnie dan Clyde terlibat dalam serangkaian perampokan dan kekerasan, serta diyakini telah melakukan 13 pembunuhan sebelum keduanya tewas dalam penyergapan pada 23 Mei 1934.

Karena latar belakang tersebut, penggunaan gambar Bonnie dan Clyde dalam unggahan Giselle juga dipertanyakan oleh sejumlah pengguna media sosial. Perdebatan kemudian berkembang mengenai bagaimana referensi terhadap tokoh kriminal dapat dimaknai ketika digunakan dalam konteks fashion atau estetika visual.

Giselle Belum Beri Klarifikasi

Kontroversi tersebut semakin menjadi perhatian karena hingga pemberitaan ini ditulis belum ada pernyataan langsung dari Giselle mengenai maksud di balik unggahan yang dipersoalkan. Belum ada pula pernyataan resmi dari agensi yang secara khusus menjelaskan kontroversi terbaru tersebut.

Sebelumnya, Giselle pernah menghadapi kontroversi lain pada 2021 setelah terlihat melakukan lip-sync terhadap lirik yang mengandung racial slur dalam lagu "Love Galore". Saat itu, Giselle menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan dirinya akan terus belajar serta lebih berhati-hati terhadap tindakannya.

Kini, unggahan lama Giselle kembali menjadi bahan perdebatan setelah sejumlah visual bernuansa kriminal beredar luas di media sosial. Kontroversi tersebut memperlihatkan bagaimana penggunaan simbol atau tokoh tertentu dapat memunculkan interpretasi berbeda, terutama ketika sosok yang ditampilkan memiliki sejarah kriminal yang terdokumentasi.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN