Konten Maudy Ayunda Bikin Mindfulness Disorot, Ini Manfaatnya untuk Anak
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Mindfulness kembali ramai diperbincangkan setelah Maudy Ayunda membagikan konten mengenai cara menghadapi banyaknya kabar negatif yang beredar di Indonesia. Dalam videonya, Maudy membahas pentingnya menyaring informasi agar berbagai pemberitaan yang diterima tidak membuat kondisi mental semakin terbebani.
Konten tersebut kemudian mendapat beragam respons dari netizen karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mengambil jarak dari informasi yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka. Maudy pun memberikan klarifikasi dan meminta maaf setelah menyadari bahwa kemampuan untuk menjauh sejenak dari berita merupakan sebuah privilese yang tidak dimiliki semua orang.
Terlepas dari perbincangan tersebut, mindfulness sebenarnya merupakan keterampilan yang dapat dikenalkan kepada anak. Kebiasaan ini membantu seseorang menyadari apa yang sedang terjadi pada pikiran, perasaan, tubuh, serta lingkungan di sekitarnya.
Apa Itu Mindfulness?
Secara sederhana, mindfulness dapat dipahami sebagai kemampuan untuk memberikan perhatian pada kondisi yang sedang terjadi saat ini tanpa langsung terbawa oleh pikiran atau emosi. Saat seseorang menerapkan mindfulness, perhatian diarahkan pada pengalaman yang sedang dijalani sehingga berbagai hal di sekitar dapat disadari dengan lebih utuh.
Cambridge Dictionary menjelaskan mindfulness sebagai praktik yang membantu seseorang memperhatikan kondisi dirinya pada saat ini dan dapat menciptakan perasaan yang lebih tenang. Contohnya, ketika sedang makan, seseorang dapat fokus pada rasa, aroma, tekstur, serta sensasi makanan tanpa terdistraksi oleh aktivitas lainnya.
Kemampuan tersebut juga dapat dikenalkan kepada anak melalui aktivitas sederhana sehari-hari. Anak dapat diajak memperhatikan apa yang sedang mereka rasakan, dengar, lihat, sentuh, maupun pikirkan tanpa harus melakukan latihan yang rumit.
Mengapa Mindfulness Bisa Dikenalkan kepada Anak?
Anak masih berada dalam tahap belajar mengenali emosi, mengatur perilaku, dan mempertahankan perhatian. Karena itu, latihan yang membantu mereka menyadari kondisi diri dan lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Mengutip BBC, sejumlah sekolah telah mengenalkan mindfulness kepada siswa sebagai kebiasaan untuk membantu mereka lebih hadir dalam aktivitas yang sedang dilakukan. Willem Kuyken, Ritblat Professor of Mindfulness and Psychological Science di University of Oxford, menjelaskan bahwa latihan perhatian dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.
Rekomendasi juga buat kamu:
Faiy Rushton dari Mindfulness in Schools Project juga menjelaskan bahwa mindfulness dapat membantu seseorang mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini. Salah satu caranya adalah dengan mengarahkan perhatian pada tubuh maupun hal-hal yang dapat dilihat, didengar, disentuh, dirasakan, atau dicium.
Sejumlah penelitian yang dirangkum dalam sumber tersebut juga menunjukkan adanya potensi manfaat mindfulness terhadap kemampuan perhatian dan perilaku positif pada anak. Salah satu manfaat yang dibahas adalah kemungkinan meningkatnya rentang perhatian setelah anak berlatih memusatkan pikirannya.
Teknik Mindfulness yang Bisa Dilakukan Anak
Ada berbagai latihan sederhana yang dapat diperkenalkan kepada anak untuk membantu mereka belajar hadir pada momen yang sedang dijalani. Beberapa di antaranya dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari sehingga tidak terasa seperti latihan yang berat.
1. Mindful breathing
Latihan ini dilakukan dengan mengarahkan perhatian pada proses bernapas. Anak dapat memperhatikan sensasi ketika udara masuk dan keluar dari tubuh tanpa perlu memaksakan perubahan pada pola napasnya.
2. Body scanning
Body scan dilakukan dengan mengajak anak memperhatikan sensasi yang muncul pada berbagai bagian tubuh. Latihan dapat dimulai dari kaki dan secara perlahan diarahkan ke bagian tubuh lainnya hingga kepala.
3. Memperhatikan pancaindra
Anak dapat diajak fokus terhadap apa yang sedang dilihat, didengar, disentuh, dicium, atau dirasakan. Cara tersebut dapat membantu mereka kembali menyadari lingkungan dan aktivitas yang sedang berlangsung.
12 Cara Mengenalkan Mindfulness kepada Anak
Orang tua juga dapat memperkenalkan mindfulness melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan. Berikut beberapa aktivitas yang dapat dicoba bersama Si Kecil:
1. Melatih kesadaran tubuh
Ajak anak memainkan permainan yang membuat mereka lebih sadar terhadap gerakan tubuh. Misalnya, berpura-pura berjalan di atas es tipis sehingga harus melangkah perlahan dan berhati-hati.
2. Membuat jurnal
Anak dapat diajak menceritakan atau menuliskan kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari. Kebiasaan ini membantu mereka mengingat pengalaman dengan lebih detail sekaligus mengenali apa yang telah dirasakan.
3. Mengenali berbagai aroma
Gunakan benda dengan aroma khas seperti bunga, bumbu masakan, atau kulit jeruk. Anak dapat diminta menutup mata dan memperhatikan aroma tersebut sebelum menceritakan apa yang mereka rasakan.
4. Fokus pada napas
Ajak anak duduk dengan tenang dan mengamati proses pernapasan. Tujuannya bukan mengubah cara bernapas, melainkan membantu anak menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya.
5. Melakukan latihan pernapasan
Anak dapat diajak menarik napas perlahan melalui hidung seolah-olah sedang mencium aroma makanan. Setelah itu, minta mereka mengembuskan napas melalui mulut secara perlahan.
6. Melakukan tes rasa
Anak dapat mencoba makanan dengan mata tertutup kemudian menebak makanan tersebut. Aktivitas ini mendorong mereka memperhatikan rasa dan sensasi yang muncul ketika makan.
7. Menggambar benda di sekitar
Ajak anak mengamati benda seperti daun atau batu dari jarak dekat. Setelah memperhatikannya, minta mereka menggambar benda tersebut dengan melihat bentuk dan detail yang ada.
8. Relaksasi otot
Latihan relaksasi otot progresif dapat membantu anak mengenali ketegangan pada tubuh. Anak dapat berbaring dengan nyaman kemudian mengencangkan dan melemaskan kelompok otot secara bergantian mulai dari kaki hingga kepala.
9. Mendengarkan bunyi lonceng
Gunakan lonceng atau rekaman suara dengan bunyi yang dapat bertahan beberapa detik. Minta anak mendengarkan secara saksama dan memperhatikan kapan suara tersebut mulai terdengar semakin pelan hingga menghilang.
10. Berlatih yoga
Yoga dapat menjadi aktivitas yang membantu anak memahami hubungan antara tubuh dan pikiran. Jika orang tua belum terbiasa melakukan yoga, anak dapat mengikuti kelas yang memang dirancang khusus untuk usia mereka.
11. Menghitung sambil bernapas
Ajak anak menarik napas sambil menghitung satu hingga tiga, kemudian mengembuskannya sambil menghitung mundur. Latihan tersebut dapat dilakukan secara bertahap hingga hitungan yang lebih tinggi.
12. Walking meditation
Meditasi berjalan dilakukan dengan mengajak anak memperhatikan gerakan dan sensasi pada tubuh ketika berjalan. Pikiran lain yang muncul tidak perlu dipaksa untuk hilang, tetapi cukup disadari dan dibiarkan berlalu.
Apa Manfaat Mindfulness bagi Anak?
Mindfulness dapat membantu anak berlatih mengelola perhatian sekaligus mengenali pikiran dan perasaan yang sedang muncul. Kebiasaan tersebut juga berpotensi membantu anak menghadapi situasi tertentu dengan lebih tenang.
NHS menyebut mindfulness dapat digunakan untuk membantu menghadapi stres, kecemasan, dan depresi. Sementara itu, Willem Kuyken menjelaskan bahwa praktik mindfulness dapat digunakan untuk menenangkan pikiran, melatih kemampuan mengendalikan perhatian, serta mengembangkan sikap seperti kebaikan dan kepedulian.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya manfaat mindfulness terhadap beberapa aspek kesehatan dan kesejahteraan, termasuk perhatian dan kualitas tidur. Namun, manfaat tersebut tidak berarti mindfulness selalu cocok untuk setiap anak maupun setiap kondisi.
Faiy Rushton mengingatkan bahwa latihan mindfulness tidak selalu sesuai untuk semua orang, khususnya mereka yang memiliki pengalaman trauma atau sedang menghadapi masalah kesehatan mental. Karena itu, latihan sebaiknya dilakukan secara nyaman dan tidak dipaksakan ketika anak merasa tidak nyaman.
Mindfulness juga tidak harus selalu diajarkan melalui latihan formal di sekolah. Menurut Kuyken, lingkungan rumah yang mendorong perhatian, rasa ingin tahu, kebaikan, dan kepedulian dapat membantu anak mempelajari berbagai aspek mindfulness secara alami.
Orang tua pun dapat memulainya dari kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengajak anak memperhatikan napas, mendengarkan suara di sekitar, mengenali aroma, atau bercerita tentang perasaan yang sedang dialami dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan mindfulness tanpa membuatnya terasa rumit.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Konten Maudy Ayunda Bikin Mindfulness Disorot, Ini Manfaatnya untuk Anak .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!