OTT BPN: Tiga Orang yang Ditangkap Punya Jejak dengan Nusron Wahid, Apa Hubungannya?

Ket. OTT BPN: Tiga Orang yang Ditangkap Punya Jejak dengan Nusron Wahid, Apa Hubungannya?

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dari 17 orang tersebut, terdapat pejabat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), mantan kepala daerah, hingga politikus.

Tiga nama yang menjadi perhatian adalah Lampri, Fahd El Fouz Arafiq atau Fahd Arafiq, dan Arif Sugiyanto. Ketiganya diketahui memiliki jejak atau hubungan dengan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

Lampri memiliki hubungan dalam lingkup birokrasi Kementerian ATR/BPN. Sementara Fahd dan Arif memiliki persinggungan melalui aktivitas politik di Partai Golkar.

Meski demikian, KPK sejauh ini masih melihat dugaan perkara tersebut sebagai perbuatan personal dan belum mengaitkannya dengan kelompok maupun partai politik tertentu.

Lampri, Pejabat yang Diangkat Nusron

Lampri merupakan pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Agraria dan Tata Ruang (PPTR). Sebelumnya, ia pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Tengah.

Nusron Wahid sendiri merupakan politikus Partai Golkar yang terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari dapil Jawa Tengah II. Ia kemudian ditunjuk sebagai Menteri ATR/BPN pada Oktober 2024.

Pada Februari 2026, Nusron mengangkat Lampri sebagai Direktur Jenderal PPTR. Meski memiliki hubungan struktural tersebut, hal itu tidak otomatis menunjukkan keterlibatan Nusron dalam perkara yang tengah ditangani KPK.

Fahd Arafiq dan Jejak Politik di Golkar

Fahd Arafiq merupakan politikus Partai Golkar yang turut diamankan dalam OTT. Hubungannya dengan Nusron berada dalam ranah politik.

Saat persiapan Pemilu 2024, Nusron menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar. Pada periode tersebut, Ranny Fahd Arafiq, istri Fahd, ditempatkan sebagai caleg nomor urut satu Partai Golkar untuk dapil Jawa Barat VI yang meliputi Kota Bekasi dan Kota Depok.

Namun, hubungan politik tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa Fahd berkaitan dengan perkara OTT KPK.

Arif Sugiyanto dan Hubungannya dengan Golkar

Nama lainnya adalah Arif Sugiyanto, mantan Bupati Kebumen. Ia memiliki hubungan politik dengan Partai Golkar dalam Pilkada Kebumen 2024.

Saat itu, DPP Golkar memberikan penugasan hingga rekomendasi kepada pasangan Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih untuk maju dalam Pilkada Kebumen.

Kendati demikian, belum ada keterangan KPK yang menyatakan hubungan Arif dengan Golkar ataupun Nusron berkaitan dengan dugaan korupsi yang menjadi dasar OTT.

KPK Masih Dalami Peran 17 Orang

KPK masih mendalami konstruksi perkara dan peran masing-masing dari 17 orang yang diamankan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan keterangan para pihak yang diperiksa akan menjadi bagian dari penyusunan kronologi serta konstruksi perkara. Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, KPK akan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Terkait kemungkinan adanya keterkaitan dengan kelompok atau partai politik, Budi mengatakan KPK masih melihat dugaan tersebut sebagai perbuatan personal.

“Nanti kita akan lihat tentunya keterkaitannya, neksusnya seperti apa, nanti kita akan update terus perkembangan dari penanganan perkaranya,” kata Budi.

Hingga kini, KPK belum menyebut Nusron Wahid sebagai pihak yang terlibat dalam perkara OTT tersebut. Penyidik masih mendalami sejauh mana keterkaitan 17 orang yang diamankan dengan dugaan korupsi pengurusan HGB.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN