Viral Hubungan Terlarang Kepsek dan Guru SD di Pekalongan, Ternyata Kerap Berduaan hingga Punya 'Jadwal Rutin' Setiap Rabu dan Sabtu

Ket. Viral video asusila kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan.

Doc: Threads

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Skandal dugaan hubungan terlarang oknum kepala sekolah dan guru SD di Pekalongan menjadi sorotan hangat masyarakat usai aksi tak terpuji keduanya terbongkar.

Berlokasi di sebuah sekolah dasar kawasan Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, gerak-gerik mencurigakan keduanya yang kerap bertahan berduaan di lingkungan sekolah hingga sore hari telah memicu keresahan para guru, siswa, hingga wali murid.

Pembuktian skandal ini akhirnya menemui titik terang setelah komite sekolah bersama warga berinisiatif memasang kamera CCTV tersembunyi di celah atap ruang guru yang jebol.

Kecurigaan Berulang Setiap Rabu dan Sabtu

Aktivitas tak biasa yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah dan guru perempuan berstatus PPPK tersebut telah berlangsung cukup lama.

Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa keduanya kerap tertangkap kamera dan pengawasan warga bertahan di dalam ruangan tertutup setiap hari Rabu dan Sabtu usai jam kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai.

Kebiasaan berduaan hingga sore hari dengan keberadaan dua sepeda motor yang terparkir di sekolah mulai memicu pertanyaan serta imajinasi yang tidak semestinya dari para murid.

Meski beberapa kali sempat dipergoki oleh sesama guru dan wali murid, kedua oknum tersebut selalu membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

Inisiatif Pemasangan CCTV Tersembunyi di Celah Atap

Guna mendapatkan bukti otentik atas tindakan tidak pantas tersebut, komite sekolah bersama warga mengambil tindakan tegas. Pada akhir Juli 2026, warga dan komite sekolah berpatungan membeli satu unit kamera CCTV portabel seharga Rp200 ribu.

Kamera tersebut disisipkan secara tersembunyi melalui celah atap ruang guru yang rusak sehingga posisi kamera tidak disadari oleh orang yang berada di dalam ruangan.

Hasil pemantauan CCTV berhasil merekam dua video aksi tidak pantas. Salah satu rekaman kemudian viral di media sosial, sementara rekaman lainnya diamankan pihak berwenang karena bermuatan sensitif.

Sanksi Ketat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud)

Menanggapi bukti rekaman video yang beredar, Dindikbud Kabupaten Pekalongan langsung mengambil tindakan tegas secara kepegawaian.

Oknum kepala sekolah resmi dicopot dari jabatannya dan ditempatkan sebagai staf nonjabatan di kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, oknum guru perempuan dipindahkan tugas mengajar ke sekolah dasar lain yang lokasinya berada cukup jauh dari sekolah asal.

Penanganan tegas terhadap skandal yang mencoreng institusi pendidikan di Pekalongan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika serta integritas moral di lingkungan sekolah.

Langkah cepat Dindikbud dalam memberikan sanksi administratif diharapkan mampu memulihkan kondusifitas belajar-mengajar serta mengembalikan kepercayaan para orang tua murid terhadap lingkungan sekolah.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN