Terobos Runway COS di New York Fashion Week, Aktivis PETA Dihadang Langsung CEO CFDA

Ket. Terobos Runway COS di New York Fashion Week, Aktivis PETA Dihadang Langsung CEO CFDA

Doc: Instagram/peta

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Label busana COS mempresentasikan koleksi Autumn/Winter 2026 mereka di ajang New York Fashion Week pada Minggu (13/9/2026).

Namun, di luar megahnya koleksi yang ditampilkan, sebuah peristiwa tak terduga yang terjadi saat peragaan busana berlangsung justru menyita perhatian publik.

Seorang aktivis dari organisasi perlindungan hewan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals) mendadak menerobos area runway. Setidaknya ada lima aktivis PETA yang nekat menerobos peragaan busana tersebut.

Mereka berjalan sambil membentangkan poster bertuliskan pesan protes: "SHEEP BEATEN AND BLOODIED FOR WOOL. DON'T BUY IT! PETA" (Domba Dipukuli dan Berdarah-darah demi Bulu. Jangan Membelinya! PETA).

Berdasarkan laporan dari Fashionista, petugas keamanan bergerak cepat dan mengawal sebagian besar pengunjuk rasa keluar dari lokasi acara.

Namun, insiden tersebut memanas ketika CEO CFDA (Council of Fashion Designers of America), Steven Kolb, turun tangan langsung untuk menahan secara fisik sejumlah aktivis PETA yang berupaya menerobos runway.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Kolb terlihat menahan dua pengunjuk rasa, merebut papan tanda mereka, membekap mulut, hingga melilitkan kakinya ke tubuh seorang aktivis perempuan agar yang bersangkutan tidak dapat bergerak.

Meskipun aksi penerobosan oleh aktivis PETA di panggung busana bukanlah hal baru, tindakan CEO CFDA yang menahan tubuh aktivis secara fisik langsung memicu gelombang kritik.

Penanganan tersebut dinilai kurang pantas lantaran dianggap mengarah pada tindakan kekerasan.

Menanggapi sorotan publik, Kolb menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya.

"Saya bereaksi secara tidak pantas terhadap insiden di peragaan busana hari ini. Bukan kapasitas saya untuk melakukan hal tersebut. Seharusnya saya membiarkan tim keamanan yang menangani situasinya," aku Kolb.

Alasan PETA Unjuk Rasa di Runway COS

Ajang New York Fashion Week sebenarnya telah menerapkan aturan ketat terkait larangan penggunaan bulu hewan asli dalam setiap koleksi yang diperagakan.

Lantas, apa yang melatarbelakangi aktivis PETA menargetkan peragaan busana COS untuk memprotes penggunaan bulu domba (wool)?

Aksi ini berakar dari temuan video investigasi terbaru yang dirilis oleh PETA Asia.

Sebelum ajang New York Fashion Week digelar, PETA mengeluarkan siaran pers yang membongkar dugaan penyiksaan hewan di salah satu rantai pasok.

PETA membeberkan bahwa video investigasi mereka “mengungkap praktik di fasilitas wol bersertifikat NATIVA di Afrika Selatan yang terhubung dengan rantai pasok H&M Group di mana para pekerja terlihat menendang dan menginjak-injak domba yang ketakutan, menyeret domba-domba tersebut dengan menarik kakinya, serta membiarkan mereka menderita luka menganga akibat proses pencukuran yang kasar.”

Temuan ini dinilai ironis. Pasalnya, H&M Group selaku induk perusahaan yang menaungi merek COS sebelumnya telah berkomitmen bahwa seluruh pasokan wol murni dan bahan hewani mereka berasal dari "peternakan yang disertifikasi sesuai dengan standar kesejahteraan hewan yang kredibel," sebagaimana tercantum dalam pernyataan resmi mereka pada 2025 lalu.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN