Jangan Cuma Pakai Masker, 5 Makanan Ini Bisa Bantu Jaga Paru-Paru dari Dampak Polusi
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kualitas udara yang buruk membuat menjaga kesehatan paru-paru menjadi semakin penting. Paparan polusi udara, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga sebaran abu vulkanik dapat membuat saluran pernapasan terpapar berbagai partikel dari lingkungan.
Paru-paru memiliki peran penting dalam memasok oksigen ke seluruh tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan organ pernapasan tidak hanya dilakukan dengan menghindari paparan polusi, tetapi juga dengan menerapkan pola hidup sehat.
Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan kaya buah, sayuran, serta berbagai sumber nutrisi dapat dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik.
Dilansir dari Healthline, berikut beberapa makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan untuk membantu menjaga kesehatan paru-paru.
1. Apel
Apel merupakan salah satu buah yang kaya akan berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membuat apel menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari, termasuk sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan paru-paru.
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi apel dan fungsi paru-paru yang lebih baik. Pada mantan perokok, konsumsi apel juga dikaitkan dengan perlambatan penurunan fungsi paru-paru.
Mengonsumsi lima buah apel atau lebih dalam satu minggu juga dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik serta risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang lebih rendah.
Selain itu, konsumsi apel dikaitkan dengan risiko asma dan kanker paru-paru yang lebih rendah. Manfaat tersebut diduga berkaitan dengan kandungan antioksidan seperti flavonoid dan vitamin C di dalamnya.
2. Labu
Rekomendasi juga buat kamu:
Labu tidak hanya bisa diolah menjadi berbagai hidangan, tetapi juga mengandung sejumlah nutrisi yang mendukung pola makan sehat.
Salah satu keunggulan labu adalah kandungan karotenoidnya yang cukup tinggi. Beberapa di antaranya adalah beta-karoten, lutein, dan zeaksantin.
Karotenoid dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan tersebut membuat makanan kaya karotenoid dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan paru-paru.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa kadar karotenoid yang lebih tinggi dalam darah berkaitan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik, baik pada orang dewasa muda maupun kelompok usia lanjut.
3. Tomat
Tomat juga termasuk makanan yang dapat ditambahkan ke dalam menu sehari-hari untuk mendukung pola makan sehat.
Buah berwarna merah ini kaya akan likopen, yaitu salah satu jenis antioksidan dari kelompok karotenoid. Kandungan likopen tersebut telah banyak dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kesehatan paru-paru.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan pada penderita asma. Konsumsi tomat juga dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik pada penderita PPOK.
Selain itu, asupan likopen dikaitkan dengan penurunan fungsi paru-paru yang lebih lambat pada orang dewasa muda.
Tomat segar maupun produk olahannya dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan dengan sumber antioksidan.
4. Kunyit
Kunyit selama ini dikenal sebagai salah satu rempah yang banyak digunakan dalam masakan. Namun, kandungan senyawa aktif di dalamnya juga membuat kunyit menarik untuk menjadi bagian dari pola makan sehat.
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sebuah penelitian yang melibatkan 2.478 orang menemukan adanya hubungan antara asupan kurkumin dengan fungsi paru-paru yang lebih baik.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa perokok dengan asupan kurkumin lebih tinggi memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik dibandingkan kelompok dengan asupan kurkumin lebih rendah.
Meski demikian, kunyit bukan pengganti pengobatan. Konsumsinya sebaiknya tetap ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.
5. Yogurt
Yogurt juga dapat menjadi pilihan makanan untuk melengkapi asupan nutrisi sehari-hari.
Produk olahan susu ini mengandung sejumlah mineral, seperti kalsium, kalium, fosfor, dan selenium. Nutrisi tersebut dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik dan dapat membantu menurunkan risiko PPOK.
Salah satu penelitian yang dilakukan terhadap orang dewasa di Jepang menemukan bahwa asupan kalsium, fosfor, kalium, dan selenium yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan sejumlah penanda fungsi paru-paru.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kelompok dengan asupan kalsium tertinggi memiliki risiko PPOK sekitar 35 persen lebih rendah.
Makanan Saja Tidak Cukup untuk Melindungi Paru-Paru dari Polusi
Mengonsumsi makanan bergizi dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan tubuh dan paru-paru. Namun, pola makan sehat bukan berarti dapat sepenuhnya melindungi paru-paru dari dampak polusi udara, asap karhutla, maupun abu vulkanik.
Ketika kualitas udara sedang buruk, langkah utama tetap mengurangi paparan. Batasi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara tidak sehat, gunakan masker yang sesuai ketika harus keluar, dan ikuti informasi kualitas udara serta imbauan dari pihak berwenang.
Selain itu, tetap terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum, berolahraga sesuai kondisi, dan menghindari kebiasaan merokok.
Dengan menggabungkan pola makan sehat dan langkah perlindungan dari paparan polusi, kesehatan paru-paru dapat lebih terjaga dalam jangka panjang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Jangan Cuma Pakai Masker, 5 Makanan Ini Bisa Bantu Jaga Paru-Paru dari Dampak Polusi .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!