Kontroversi Fan Meeting BLACKPINK, Museum Nasional Korea Akui Ada Kekurangan
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Fan meeting BLACKPINK dalam rangka merayakan 10 tahun debut grup justru berujung kontroversi.
Acara yang dihadiri Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa bersama 40 penggemar atau BLINK tersebut membuat akses pengunjung umum ke salah satu area Museum Nasional Korea dibatasi selama sekitar satu jam.
Museum Nasional Korea kemudian menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dalam pernyataan pada 28 Agustus, museum yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan mengakui adanya kekurangan dalam pengelolaan acara.
“Kami telah berupaya memastikan keselamatan acara ini dan meminimalkan ketidaknyamanan bagi pengunjung, tetapi kami dengan tulus meminta maaf atas kekurangan yang terjadi,” ujar pihak museum.
Museum juga berjanji akan lebih berhati-hati jika kembali menggelar kegiatan serupa. Pihaknya akan mempertimbangkan pemberitahuan kepada pengunjung serta pengelolaan acara di lokasi.
Fan Meeting Digelar di Museum Nasional Korea
Kontroversi bermula pada 8 Agustus 2026 ketika BLACKPINK menggelar Meet & Greet sebagai bagian dari perayaan 10 tahun debut. Keempat member bertemu dengan 40 penggemar di lobi Special Exhibition Hall 1.
Pada waktu yang sama, museum sedang menggelar pameran khusus bertajuk Amazing Thailand: Masterpieces of Thai Art. Sebagian area pameran kemudian tidak dapat diakses seperti biasanya oleh pengunjung umum.
Pembatasan tersebut juga berdampak pada jadwal workshop di museum. Kondisi ini memicu keluhan dari sejumlah pengunjung yang menyampaikan kekecewaan melalui berbagai komunitas online.
Proses Persetujuan Jadi Sorotan
Rekomendasi juga buat kamu:
Museum Nasional Korea turut menjelaskan proses hingga fan meeting BLACKPINK dapat digelar. Menurut pihak museum, YG Entertainment mengajukan permintaan penyelenggaraan fan meeting pada 29 Juli.
Direktur Jenderal Museum Nasional Korea, Yoo Hong-jun, memberikan persetujuan pada 3 Agustus. Lokasi acara kemudian dipastikan pada 5 Agustus, yakni di lobi ruang pameran khusus.
Sementara itu, keputusan untuk membatasi akses pengunjung baru dibuat sehari sebelum acara berlangsung. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu poin yang dievaluasi oleh pihak museum.
Meski digelar di Museum Nasional Korea, acara tersebut bukan penyewaan tempat oleh pihak luar. Museum menjelaskan fan meeting merupakan bagian dari proyek National Museum of Korea X BLACKPINK Global Collaboration yang telah berjalan sejak Februari.
Bagian dari Proyek Kolaborasi Museum
Kolaborasi tersebut dirancang sebagai kegiatan pemasaran untuk memperkenalkan pameran Amazing Thailand: Masterpieces of Thai Art, sekaligus mempromosikan Museum Nasional Korea kepada masyarakat Korea dan wisatawan mancanegara.
Karena itu, fan meeting BLACKPINK disebut sebagai bagian dari proyek kolaborasi museum, bukan sekadar acara eksternal yang menyewa fasilitas.
Fan Meeting Sudah Dikritik Sebelum Digelar
Sebelum berlangsung, fan meeting BLACKPINK sebenarnya sudah mendapat kritik dari sebagian penggemar. Acara tersebut diumumkan hanya dua hari sebelum tanggal debut BLACKPINK.
Selain waktu pengumuman yang singkat, jumlah penggemar yang dapat menghadiri acara juga hanya dibatasi sebanyak 40 orang. Kondisi tersebut membuat sebagian BLINK mempertanyakan konsep perayaan 10 tahun debut BLACKPINK.
Keempat member BLACKPINK bahkan sempat meminta maaf kepada penggemar karena acara diumumkan dalam waktu singkat dan digelar dalam skala kecil.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kontroversi Fan Meeting BLACKPINK, Museum Nasional Korea Akui Ada Kekurangan .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!