Kanker Payudara Kini Mengincar Wanita Muda, Benarkah Stres Jadi Pemicu?

Ket. Potret kanker payudara.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus kanker payudara selama ini identik dengan wanita berusia lanjut. Namun, anggapan tersebut perlahan mulai bergeser. Kini, semakin banyak perempuan berusia muda yang datang dengan keluhan maupun diagnosis kanker payudara.

Fenomena ini menjadi perhatian karena kanker payudara tidak lagi hanya ditemukan pada wanita berusia di atas 50 tahun. Bahkan, pasien berusia 30-an hingga mereka yang belum genap 40 tahun mulai semakin sering ditemukan dalam praktik klinis.

Dokter spesialis bedah payudara Dr Lim Sue Zann dari Solis Breast Care & Surgery Centre, Singapura, mengungkapkan bahwa dirinya kini menangani lebih banyak pasien berusia muda. Yang mengejutkan, pasien termuda yang pernah ditanganinya berusia 19 tahun dan tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara.

Menurut Lim, perubahan pola hidup dan tingginya tingkat stres menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan. Meski stres bukan penyebab langsung kanker payudara, kondisi stres kronis dapat memengaruhi berbagai proses biologis di dalam tubuh.

Stres Berkepanjangan Bisa Memicu Peradangan

Stres sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Masalah muncul ketika stres berlangsung terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik.

Mengutip jurnal Environmental Research and Public Health, stres kronis disebut dapat berhubungan dengan proses peradangan dalam tubuh. Ketika seseorang mengalami tekanan berkepanjangan, tubuh dapat terus melepaskan hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin.

Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi produksi berbagai zat yang berkaitan dengan respons peradangan atau sitokin pro-inflamasi. Jika berlangsung dalam waktu lama, proses ini dapat berkontribusi terhadap terjadinya inflamasi tingkat rendah yang bersifat kronis.

Peradangan kronis sendiri menjadi perhatian dalam penelitian kanker karena dapat memengaruhi lingkungan di sekitar sel. Dalam kondisi tertentu, inflamasi dapat berhubungan dengan kerusakan DNA, perubahan respons sistem kekebalan tubuh, serta perubahan lingkungan jaringan yang dapat mendukung perkembangan sel abnormal.

Namun, penting digarisbawahi, stres tidak bisa disebut sebagai penyebab tunggal kanker payudara. Kanker merupakan penyakit kompleks yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk faktor genetik, hormonal, lingkungan, usia, serta gaya hidup.

Ada Benjolan di Payudara, Jangan Langsung Berpikir Kanker

Munculnya benjolan di payudara memang sering membuat seseorang panik. Apalagi ketika informasi mengenai kanker payudara pada usia muda semakin banyak beredar.

Namun, Lim mengingatkan menemukan benjolan tidak otomatis berarti seseorang terkena kanker.

Sebagian besar benjolan payudara justru bersifat jinak. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan antara lain kista, fibroadenoma, hingga perubahan fibrokistik pada payudara.

Karena itu, melakukan pemeriksaan sendiri hanya melalui rabaan tidak cukup untuk memastikan apakah benjolan berbahaya atau tidak.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan seperti USG payudara atau mamografi, sesuai kondisi dan usia pasien. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya area yang mencurigakan, dokter dapat melanjutkan dengan biopsi untuk memeriksa jaringan dan memastikan diagnosis.

Dengan kata lain, jangan langsung menyimpulkan benjolan sebagai kanker, tetapi juga jangan mengabaikannya.

Deteksi Dini Bisa Jadi Penentu

Pesan penting dari meningkatnya kasus pada usia muda adalah jangan menunggu sampai gejala menjadi parah untuk memeriksakan diri.

Perubahan bentuk atau ukuran payudara, benjolan baru, perubahan pada kulit, perubahan puting, maupun keluhan lain yang tidak biasa sebaiknya mendapat perhatian medis, terutama jika menetap atau semakin memburuk.

Lim menegaskan deteksi dini bukan hanya berkaitan dengan peluang menyelamatkan nyawa. Penanganan lebih awal juga dapat meningkatkan kemungkinan mempertahankan jaringan payudara dan memberikan lebih banyak pilihan terapi.

Jadi, meskipun menemukan benjolan tidak selalu berarti kanker, menganggap remeh perubahan pada payudara juga bukan pilihan yang tepat. 

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kanker payudara pada wanita muda, mengenali perubahan tubuh dan melakukan pemeriksaan yang sesuai justru menjadi langkah penting sebelum terlambat.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN