5 Fakta Tas Chanel Iriana Jokowi yang Mencuri Perhatian, Disebut Langka hingga Diburu Kolektor

Ket. 5 Fakta Tas Chanel Iriana Jokowi yang Mencuri Perhatian, Disebut Langka dan Diburu Kolektor

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Iriana Jokowi kembali mencuri perhatian lewat aksesori yang dikenakannya saat menghadiri Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, tas Chanel yang dibawa Iriana menjadi salah satu detail penampilannya yang menarik perhatian. Aksesori tersebut disebut sebagai bagian dari koleksi Métiers d'Art 2024 yang memiliki desain dekoratif dan jumlah produksi terbatas.

Menariknya, personal shopper bernama Athena Thalia sebelumnya mengungkap perjuangannya mendapatkan tas Chanel dengan desain serupa untuk seorang klien. Athena bahkan menyebut tas tersebut sudah masuk kategori collector's piece karena sangat sulit ditemukan.

Berikut lima fakta menarik mengenai tas Chanel yang dibawa Iriana Jokowi.

1. Dibawa Iriana saat HUT ke-81 Republik Indonesia

Tas tersebut terlihat melengkapi penampilan Iriana Jokowi ketika menghadiri Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026).

Tas berwarna putih atau krem itu terlihat menonjol karena permukaannya memantulkan cahaya. Berbeda dengan tas Chanel klasik yang cenderung minimalis, tas ini memiliki dekorasi cukup ramai dan bernuansa feminin.

Kemunculannya di salah satu momen kenegaraan terbesar tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada busana Iriana, tetapi juga aksesori yang dibawanya.

2. Disebut sebagai Chanel Métiers d'Art 2024

Tas yang dipakai Iriana disebut merupakan bagian dari koleksi Chanel Métiers d'Art 2024.

Métiers d'Art merupakan lini khusus Chanel yang menonjolkan craftsmanship atau keahlian kriya tingkat tinggi. Koleksi ini berbeda dari tas reguler karena menghadirkan material, teknik dekorasi, dan detail pengerjaan yang lebih eksperimental.

Chanel juga dikenal bekerja sama dengan berbagai rumah keahlian atau métiers d'art dalam bidang bordir, sulaman, bulu, aksesori, dan pengerjaan dekoratif lainnya.

Karakter tersebut terlihat pada tas Iriana yang memiliki detail payet serta sulaman dengan motif sangat spesifik.

3. Mengusung Tema High Tea atau Tea Party

Daya tarik terbesar tas tersebut terletak pada desainnya.

Permukaannya dilapisi payet putih atau krem dengan efek iridescent yang menghasilkan kilau ketika terkena cahaya. Di atasnya terdapat berbagai ornamen yang menggambarkan suasana tea party.

Beberapa detail yang terlihat antara lain teko teh, cangkir dan tatakan teh, kue cupcake, serta bunga lavender berwarna ungu.

Perpaduan tersebut memberikan kesan seperti pesta minum teh yang elegan. Motif makanan dan perlengkapan minum teh membuat tas terlihat playful sekaligus mewah.

Karena dekorasinya sangat spesifik, tas ini memiliki karakter berbeda dibandingkan Chanel Flap Bag dengan material kulit polos atau quilting klasik.

4. Bentuknya Mengadopsi Siluet Chanel Flap

Walaupun dekorasinya sangat unik, bentuk dasar tas masih memperlihatkan ciri khas Chanel Flap Bag.

Tas tersebut memiliki struktur flap dengan pengunci logo CC di bagian tengah. Modelnya disebut menyerupai Chanel Classic Flap Bag atau Mini Flap Bag.

Bagian hardware menggunakan warna champagne gold atau light gold-tone. Sementara talinya menggunakan model chain-and-leather strap, berupa rantai bernuansa emas yang dipadukan dengan material kulit berwarna pucat atau krem.

Kombinasi tersebut membuat tas tetap mudah dikenali sebagai bagian dari estetika Chanel meskipun tampilannya jauh lebih dekoratif daripada Flap Bag klasik.

Namun, penyebutan nama model secara spesifik tetap perlu berhati-hati apabila belum terdapat nomor referensi produk atau konfirmasi resmi dari Chanel.

5. Disebut Hanya Tersisa Satu dan Diburu Kolektor

Cerita mengenai kelangkaan tas ini semakin menarik setelah personal shopper Athena Thalia membagikan pengalaman berburu tas Chanel edisi 2024 untuk seorang klien.

Dalam utas yang diunggah pada 18 Agustus 2026, Athena menceritakan bahwa dirinya awalnya mengira tas tersebut mudah ditemukan karena merupakan keluaran 2024. Namun setelah melakukan pencarian, ia mendapati stoknya sudah tidak tersedia di Eropa maupun Amerika Serikat.

Athena kemudian meminta bantuan sales associate Chanel di Eropa untuk mengecek ketersediaan barang. Hasilnya, tidak ada lagi stok di wilayah tersebut. Ia kemudian menghubungi Chanel di Amerika Serikat dan mendapat informasi serupa.

Athena akhirnya menemukan satu unit yang masih tersisa. Masalahnya, tas tersebut juga sedang dilirik calon pembeli di New York. Ia pun harus bergerak cepat untuk mendapatkannya. Setelah berhasil, tas tersebut diberikan kepada kliennya yang menurut Athena merupakan kolektor Chanel.

Kisah tersebut semakin menarik setelah tas dengan desain sama atau sangat mirip terlihat dibawa Iriana Jokowi saat HUT RI.

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa tas yang ditemukan Athena merupakan unit yang kemudian dimiliki atau digunakan Iriana Jokowi. Athena sendiri tidak menyatakan secara pasti bahwa kliennya adalah Iriana.

Tas Collector's Piece yang Sulit Ditemukan

Kelangkaan menjadi salah satu daya tarik utama tas Chanel tersebut. Berbeda dengan produk Chanel reguler yang biasanya memiliki model dan produksi lebih berkelanjutan, tas dengan dekorasi khusus dari koleksi musiman berpotensi memiliki ketersediaan lebih terbatas.

Penggunaan payet dan sulaman rumit juga membuat proses pembuatannya membutuhkan keahlian khusus. Detail seperti teko, cangkir, cupcake, hingga bunga lavender bukan dekorasi yang umum ditemukan pada tas Chanel klasik.

Tidak mengherankan jika tas dengan desain spesifik seperti ini kemudian menjadi buruan kolektor. Apalagi ketika stok di butik sudah habis, pencarian barang dapat beralih ke personal shopper, butik tertentu, maupun pasar sekunder.

Harga Tas Iriana Jokowi Belum Diketahui

Meskipun nilai tas tersebut menjadi bahan perbincangan, harga pastinya hingga kini belum diketahui.

Tas Chanel dari lini Métiers d'Art memang dapat memiliki harga tinggi, terutama untuk produk dengan material dan pengerjaan dekoratif yang kompleks. Namun, harga sebuah tas tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan kemiripan desain.

Jika tas sudah tidak tersedia di butik dan masuk pasar sekunder, harga jualnya juga dapat dipengaruhi kelangkaan, kondisi barang, kelengkapan aksesori, hingga permintaan kolektor.

Karena itu, angka harga yang beredar sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai harga resmi tas yang digunakan Iriana.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN