JAKARTA, KUCANTIK.COM - Cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) belakangan ramai digunakan sebagai bahan perawatan rambut rumahan. Tren ini semakin populer setelah banyak pengguna TikTok membagikan pengalaman membilas rambut menggunakan campuran cuka apel untuk mengatasi berbagai masalah, mulai dari rambut berminyak, kusut, hingga ketombe.
Bahan yang selama ini lebih dikenal sebagai pelengkap makanan tersebut memang memiliki sifat asam dan sejumlah karakteristik yang berpotensi mendukung kesehatan rambut. Namun, bukan berarti cuka apel bisa digunakan sembarangan atau dianggap sebagai obat untuk semua masalah kulit kepala.
Ahli trikologi sekaligus penata rambut Dawn Bacchi menyebut cuka apel berpotensi menjadi bagian dari rutinitas perawatan rambut. Meski demikian, penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan.
Menurut Bacchi, penggunaan terlalu sering justru berisiko menyebabkan iritasi. Cuka apel juga sebaiknya tidak digunakan pada kulit kepala yang memiliki luka terbuka atau borok. Bagi pemilik kulit kepala maupun rambut yang sangat kering, bahan ini juga perlu dihindari karena berpotensi membuat kondisi semakin buruk.
Lantas, apa saja manfaat cuka apel untuk rambut dan benarkah bisa membantu mengatasi ketombe?
1. Membersihkan Sisa Produk di Rambut
Salah satu alasan cuka apel populer sebagai hair rinse adalah kemampuannya membantu membersihkan residu yang menumpuk di rambut.
Sisa sampo, kondisioner, produk styling, hingga minyak berlebih dapat membuat rambut terasa berat dan lepek. Sifat pembersih pada cuka apel berpotensi membantu mengangkat penumpukan tersebut tanpa menghilangkan seluruh minyak alami rambut.
Karena itu, perawatan ini dianggap lebih cocok bagi pemilik rambut tipis, lemas, atau mudah berminyak.
2. Membantu Meredakan Kulit Kepala Gatal
Kulit kepala gatal bisa muncul akibat berbagai faktor, termasuk penumpukan produk dan kondisi kulit kepala tertentu. Cuka apel memiliki sifat asam yang dapat membantu menciptakan lingkungan kulit kepala yang lebih seimbang.
Namun, efeknya tidak berarti cuka apel dapat menggantikan pengobatan untuk penyakit kulit kepala. Jika rasa gatal berlangsung lama atau disertai kemerahan dan luka, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
3. Memiliki Sifat Antimikroba
Cuka apel memiliki karakteristik yang membuatnya berpotensi menghambat sejumlah mikroorganisme. Hal ini menjadi salah satu alasan bahan tersebut kerap dikaitkan dengan perawatan kulit kepala.
Meski begitu, jangan langsung menganggap cuka apel sebagai pengganti produk antijamur khusus untuk ketombe. Ketombe dapat memiliki berbagai penyebab dan membutuhkan penanganan yang sesuai.
4. Membantu Mengatasi Rambut Berminyak
Rambut yang cepat lepek dapat membuat penampilan terlihat kurang segar. Cuka apel dapat membantu membersihkan minyak dan residu produk sehingga rambut terasa lebih ringan.
Efek tersebut membuatnya cukup menarik bagi pemilik rambut yang tipis dan mudah berminyak.
5. Membuat Rambut Terasa Lebih Halus
Sifat asam dari cuka apel disebut dapat membantu menghaluskan permukaan kutikula rambut. Ketika kutikula lebih rata, rambut bisa terasa lebih mudah diatur dan tidak terlalu kusut.
Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang menggunakan cuka apel sebagai bilasan setelah keramas.
6. Membantu Mengurangi Rambut Kusut
Rambut yang sulit diatur sering kali membuat proses menyisir menjadi lebih berat. Dengan membantu membuat permukaan rambut terasa lebih halus, bilasan cuka apel berpotensi membuat rambut lebih mudah diurai. Namun, hasilnya dapat berbeda tergantung kondisi rambut masing-masing.
7. Membuat Rambut Tipis Terlihat Lebih Bervolume
Bagi pemilik rambut tipis dan mudah lepek, penumpukan minyak serta produk styling dapat membuat rambut semakin terlihat rata. Membersihkan residu dan minyak berlebih dapat membuat rambut terasa lebih ringan sehingga tampak memiliki volume yang lebih baik.
8. Benarkah Cuka Apel Bisa Mengurangi Ketombe?
Ini bagian yang paling banyak membuat tren cuka apel viral.
Cuka apel memang sering disebut dapat membantu mengurangi ketombe karena sifat asamnya dan kemampuannya membantu membersihkan kulit kepala. Namun, ketombe bukan sekadar masalah karena kulit kepala "kotor".
Ketombe dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pertumbuhan jamur Malassezia, kondisi kulit, produksi minyak, dan sensitivitas kulit kepala. Karena itu, penggunaan cuka apel belum tentu menjadi solusi utama bagi semua orang.
Jika ketombe cukup parah, terus muncul, atau disertai kemerahan dan iritasi, sebaiknya jangan hanya mengandalkan racikan rumahan.
9. Membantu Menjaga Keseimbangan pH
Kulit kepala memiliki lingkungan yang cenderung asam. Produk rambut tertentu dapat memiliki tingkat keasaman yang berbeda.
Cuka apel memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga secara teori dapat membantu menurunkan pH pada permukaan rambut dan kulit kepala. Namun, justru karena sifatnya tersebut, konsentrasi dan frekuensi penggunaannya perlu diperhatikan.
Terlalu asam bukan berarti semakin baik.
10. Membantu Membersihkan Rambut Tanpa Terlalu Banyak Residu
Rekomendasi juga buat kamu:
Bilasan cuka apel juga kerap digunakan untuk membantu menghilangkan sisa minyak dan produk penataan rambut. Jika dilakukan dengan tepat, rambut dapat terasa lebih ringan dan tidak terlalu terbebani residu.
Meski begitu, efek ini tidak berarti cuka apel dapat menggantikan sampo dan kondisioner dalam rutinitas sehari-hari.
Seberapa Sering Cuka Apel Boleh Digunakan?
Frekuensi pemakaian harus disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala.
Pemilik rambut tipis dapat mencoba penggunaan sekitar dua minggu sekali. Sementara itu, rambut yang lebih tebal mungkin dapat menggunakan bilasan cuka apel lebih sering, tetapi tetap perlu memperhatikan respons kulit kepala.
Bagi pemilik kulit kepala sensitif atau rambut kering, frekuensinya sebaiknya lebih jarang. Jangan memaksakan penggunaan hanya karena melihat hasil orang lain di media sosial.
Jika muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau kulit kepala terasa sangat kering, segera hentikan pemakaian.
Jangan Pernah Mengoleskan Cuka Apel Murni!
Cuka apel memiliki sifat asam yang kuat sehingga sebaiknya tidak digunakan langsung dalam kondisi murni pada kulit kepala. Penggunaan tanpa pengenceran dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi pemilik kulit kepala sensitif.
Jika ingin mencoba hair rinse buatan sendiri, salah satu cara yang dapat digunakan adalah mencampurkan sekitar 2–3 sendok makan cuka apel dengan 250 ml air. Campuran tersebut dapat digunakan setelah keramas, kemudian didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan air.
Tetap lakukan secara hati-hati dan hentikan penggunaan apabila muncul reaksi negatif.
Bagi yang ingin pilihan lebih praktis, produk sampo, kondisioner, atau hair rinse yang memang diformulasikan dengan kandungan cuka apel dapat menjadi alternatif karena konsentrasinya telah disesuaikan untuk penggunaan pada rambut.
Pada akhirnya, cuka apel memang memiliki potensi sebagai bagian dari perawatan rambut, terutama untuk membantu mengatasi penumpukan produk dan minyak berlebih. Namun, klaim bahwa bahan ini bisa menjadi solusi utama untuk ketombe dan rambut rontok sebaiknya tidak diterima mentah-mentah.
Viral di TikTok bukan berarti cocok untuk semua orang. Kenali kondisi rambut dan kulit kepala sebelum mengikuti tren perawatan rambut, karena bahan alami pun tetap bisa menimbulkan iritasi jika digunakan secara berlebihan.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Viral Bilas Rambut Pakai Cuka Apel, Benarkah Ampuh Atasi Ketombe? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!