Oles Cabai ke Kulit Kepala Biar Rambut Lebat? Dokter Bongkar Risiko yang Bikin Ngeri
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Rambut mulai menipis atau rontok berlebihan? Jangan langsung percaya dengan semua tips yang berseliweran di media sosial. Salah satu tren perawatan rambut yang belakangan viral justru menggunakan cabai sebagai bahan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Di TikTok, Instagram, hingga YouTube, berbagai resep DIY untuk mengatasi rambut rontok memang mudah ditemukan. Bahan yang digunakan pun terdengar sederhana dan murah, mulai dari bawang bombai, rempah-rempah, hingga cabai.
Salah satu metode yang cukup ramai dibicarakan adalah mencampurkan bubuk cabai dengan minyak zaitun. Campuran tersebut kemudian dioleskan langsung ke rambut dan kulit kepala, dipijat, lalu ditutup menggunakan shower cap selama sekitar 10-15 menit sebelum dibilas.
Klaim yang beredar menyebutkan cabai dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala sehingga folikel rambut mendapatkan lebih banyak nutrisi. Efeknya, rambut disebut-sebut bisa tumbuh lebih cepat, tebal, dan sehat.
Namun, benarkah kulit kepala perlu dibuat terasa panas agar rambut tumbuh?
Dokter justru memberikan peringatan keras.
Alih-alih mendapatkan rambut lebat, mengoleskan cabai secara langsung ke kulit kepala berpotensi menimbulkan masalah baru. Iritasi dan peradangan yang terjadi bahkan disebut dapat memperburuk kondisi rambut.
Cabai Benar Bisa Menumbuhkan Rambut?
Ahli bedah transplantasi rambut Dr. Bessam Farjo mengatakan tidak banyak alasan untuk berharap metode DIY berbahan cabai tersebut memberikan hasil nyata.
Menurutnya, kemungkinan seseorang mendapatkan pertumbuhan rambut signifikan dari cara tersebut sangat kecil. Sebaliknya, terdapat risiko kulit kepala mengalami iritasi atau peradangan.
Kondisi kulit kepala yang mengalami peradangan kemudian berpotensi berdampak pada rambut dan bahkan memicu kerontokan sebagai efek lanjutan.
Hal senada disampaikan konsultan dermatologi sekaligus juru bicara British Skin Foundation, Dr. Sharon Wong.
Memang benar, cabai mengandung capsaicin, yaitu senyawa aktif yang memiliki sejumlah karakteristik biologis dan dikenal memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi. Namun, keberadaan capsaicin tidak otomatis berarti cabai dapat digunakan sebagai obat penumbuh rambut.
Menurut Sharon, bukti ilmiah yang menunjukkan capsaicin dari cabai dapat membuat rambut tumbuh kembali masih sangat terbatas.
Artinya, klaim viral di media sosial tidak bisa begitu saja dianggap sebagai fakta hanya karena banyak orang membagikan atau mencobanya.
Sensasi Panas Bukan Berarti Rambut Sedang Tumbuh
Salah satu kesalahpahaman yang perlu diperhatikan adalah anggapan rasa panas atau menyengat setelah menggunakan cabai merupakan tanda bahan tersebut sedang "bekerja".
Padahal, sensasi terbakar justru bisa menjadi tanda kulit mengalami iritasi.
Mengoleskan cabai dalam bentuk bubuk, ekstrak, atau campuran lainnya langsung ke kulit kepala berpotensi menyebabkan rasa terbakar, hipersensitivitas, hingga dermatitis kontak.
Jika reaksi yang muncul cukup berat, peradangan tersebut berpotensi menyebabkan masalah pada kulit kepala dan bahkan berkontribusi terhadap kerontokan rambut.
Jadi, jangan menjadikan rasa perih sebagai indikator keberhasilan perawatan.
Semakin panas bukan berarti semakin efektif.
Jangan Asal Ikuti Tren DIY di Media Sosial
Tren kecantikan dan perawatan rambut di media sosial memang menggoda. Selain terlihat mudah dilakukan, bahan-bahannya biasanya murah dan mudah ditemukan di dapur.
Namun, kulit kepala setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Bahan yang tidak menimbulkan masalah pada satu orang belum tentu aman digunakan oleh orang lain.
Terlebih lagi, kerontokan rambut bukan hanya disebabkan oleh penggunaan produk perawatan yang salah.
Rambut rontok dapat berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari stres, perubahan gaya hidup, pola makan, kondisi kulit kepala, faktor hormonal, hingga masalah kesehatan tertentu.
Karena itu, mencari tahu penyebabnya jauh lebih penting daripada sekadar mencoba resep viral.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika rambut mulai rontok dalam jumlah banyak, semakin menipis, atau kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, sebaiknya jangan terus bereksperimen dengan bahan rumahan.
Konsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebab kerontokan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Stres juga tidak boleh diabaikan. Tekanan fisik maupun psikologis dapat berkaitan dengan kerontokan pada sebagian orang. Karena itu, selain mengevaluasi produk rambut yang digunakan, penting pula memperhatikan kondisi tubuh, pola hidup, kualitas tidur, dan tingkat stres.
Pada akhirnya, rambut sehat tidak harus diperoleh dengan mengikuti setiap tren viral. Sebelum mengoleskan bahan apa pun ke kulit kepala, pastikan terlebih dahulu apakah manfaatnya memang didukung bukti dan apakah penggunaannya aman.
Jadi, kalau melihat video DIY cabai untuk menumbuhkan rambut di media sosial, jangan langsung tergoda mencobanya. Rambut memang penting untuk menunjang penampilan, tetapi kesehatan kulit kepala tetap harus menjadi prioritas.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Oles Cabai ke Kulit Kepala Biar Rambut Lebat? Dokter Bongkar Risiko yang Bikin Ngeri .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!