Sering Dapat Ide Brilian saat BAB atau Mandi? Ternyata Otak Punya Alasannya
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang saat sedang buang air besar (BAB), mandi, atau melakukan aktivitas rutin lainnya? Jangan buru-buru menganggapnya kebetulan. Kondisi tersebut ternyata dapat berkaitan dengan cara otak bekerja ketika sedang tidak terlalu sibuk memusatkan perhatian pada suatu persoalan.
Momen seperti ini bahkan cukup umum dialami. Saat tubuh sedang melakukan aktivitas sederhana yang tidak membutuhkan banyak konsentrasi, pikiran justru terasa lebih bebas. Tak jarang, solusi dari masalah yang sebelumnya terasa buntu tiba-tiba muncul begitu saja.
Lantas, mengapa ide kreatif justru sering muncul ketika sedang berada di kamar mandi?
Neuropsikolog asal New York City, Sanam Hafeez, PsyD, menjelaskan bahwa otak tidak selalu bekerja paling optimal ketika seseorang memaksakan diri untuk terus berpikir keras. Sebaliknya, ketika perhatian dialihkan ke aktivitas yang lebih ringan, otak memiliki kesempatan untuk memproses informasi secara lebih bebas.
“Aktivitas rutin seperti mandi atau mengeringkan rambut dengan hair dryer membutuhkan usaha mental yang sangat sedikit. Kondisi ini memungkinkan otak untuk rileks dan beralih ke mode yang lebih kreatif,” ujar Hafeez seperti dikutip dari Real Simple.
Ketika seseorang berhenti memikirkan sebuah masalah secara intens, bukan berarti otak ikut berhenti bekerja. Justru, otak dapat melanjutkan proses tersebut secara tidak sadar.
Mengapa Ide Sering Muncul saat Sedang BAB atau Mandi?
Bayangkan ketika sedang menghadapi sebuah persoalan yang sulit. Cantiks sudah memikirkannya berulang kali, tetapi tidak kunjung menemukan jawaban.
Kemudian, Cantiks berhenti sejenak dan melakukan aktivitas sederhana seperti mandi atau BAB. Saat perhatian tidak lagi tertuju penuh pada persoalan tersebut, tiba-tiba muncul sebuah solusi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah periode inkubasi.
Periode inkubasi merupakan kondisi ketika otak tetap memproses suatu masalah meskipun perhatian sadar seseorang sudah beralih ke aktivitas lain. Dengan kata lain, Cantiks mungkin merasa sedang tidak memikirkan masalah tersebut, tetapi otak masih melakukan pekerjaannya di belakang layar.
“Ketika kita tidak lagi terlalu fokus pada suatu masalah, pikiran menjadi lebih bebas untuk mengembara dan memproses informasi di latar belakang,” jelas Hafeez.
Proses tersebut memungkinkan otak menemukan hubungan baru antara berbagai informasi, pengalaman, dan ingatan yang sebelumnya tampak tidak berhubungan.
Hasilnya? Bisa berupa ide baru, solusi tak terduga, atau momen “aha!” yang muncul secara tiba-tiba.
Ada Peran Default Mode Network
Fenomena mendapatkan inspirasi saat melakukan aktivitas sederhana juga berkaitan dengan default mode network (DMN) atau jaringan mode default otak.
DMN merupakan jaringan sejumlah area otak yang cenderung aktif ketika seseorang tidak sedang berkonsentrasi penuh pada tugas tertentu. Kondisi ini dapat muncul ketika seseorang melamun, beristirahat, berjalan santai, atau melakukan aktivitas rutin yang sudah terbiasa dilakukan.
Saat sedang menghadapi masalah, seseorang biasanya menggunakan perhatian secara intens untuk mencari solusi. Namun, terlalu lama berada dalam kondisi tersebut justru dapat membuat pikiran mengalami kebuntuan.
Aktivitas sederhana seperti mandi, berjalan kaki, atau melakukan pekerjaan rumah tangga dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk sedikit “berkelana”.
Dalam kondisi tersebut, otak dapat menghubungkan berbagai potongan informasi yang sebelumnya tersimpan secara terpisah.
Menurut Hafeez, aktivitas yang ringan, berulang, dan tidak memberikan tekanan besar memungkinkan DMN menjadi lebih aktif.
“Hal ini membantu otak memproses informasi, menghubungkan berbagai ide yang sebelumnya tidak berkaitan, dan memecahkan masalah di latar belakang,” ujarnya.
Jadi, Bukan BAB yang Membuat Otak Lebih Kreatif
Meski banyak orang merasa mendapatkan inspirasi ketika berada di toilet, bukan berarti BAB secara langsung meningkatkan kecerdasan atau kreativitas.
Yang kemungkinan lebih berperan adalah kondisi mental ketika seseorang melakukan aktivitas yang relatif otomatis dan tidak membutuhkan banyak konsentrasi.
Karena perhatian sedang tidak tersedot sepenuhnya oleh satu masalah, pikiran memiliki ruang untuk mengembara. Dari sinilah berbagai kemungkinan baru dapat muncul.
Itulah sebabnya ide kreatif juga sering datang ketika seseorang sedang mandi, menyetir, berjalan kaki, mencuci piring, atau bahkan menjelang tidur.
Jadi, jika suatu hari Cantiks tiba-tiba menemukan solusi brilian saat sedang BAB, mungkin bukan sekadar kebetulan. Otak Cantiks bisa saja sedang bekerja diam-diam di balik layar.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Sering Dapat Ide Brilian saat BAB atau Mandi? Ternyata Otak Punya Alasannya .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!