22 Film Perjuangan Indonesia yang Bikin Merinding, Ada Soegija hingga Kadet 1947 Wajib Ditonton Saat HUT ke 81 RI!

Ket. Rekomendasi film bertema kemerdekaan.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perayaan HUT ke 81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 tak harus selalu diisi dengan lomba, upacara, atau memasang bendera di depan rumah. Ada cara lain yang tak kalah menarik untuk menghidupkan kembali semangat kemerdekaan, salah satunya dengan menonton film perjuangan Indonesia.

Film bertema sejarah dan perjuangan bukan sekadar hiburan. Lewat layar kaca, penonton bisa diajak melihat kembali bagaimana para pahlawan, pejuang, tokoh agama, mahasiswa, hingga masyarakat biasa menghadapi penjajahan, peperangan, ketidakadilan, dan berbagai konflik yang pernah mewarnai perjalanan bangsa.

Menariknya, perkembangan layanan streaming membuat film-film tersebut kini lebih mudah dinikmati tanpa harus menunggu tayang di televisi. Bahkan, beberapa judul cocok ditonton bersama keluarga karena menghadirkan kisah sejarah dengan pendekatan yang lebih ringan dan emosional.

Jika Cantiks sedang mencari tontonan untuk mengisi libur 17 Agustus 2026, berikut 22 film perjuangan Indonesia yang layak masuk daftar tontonan.

1. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)

Film ini mengangkat kisah Sultan Agung Hanyakrakusuma, penguasa Kesultanan Mataram yang berusaha memperkuat persatuan di Tanah Jawa sekaligus menghadapi ancaman VOC.

Selain memperlihatkan peperangan dan strategi melawan penjajah, film ini juga membawa kisah tentang pengorbanan pribadi Sultan Agung. Ia harus menghadapi pilihan sulit antara kepentingan kerajaan dan kehidupan cintanya.

Nuansa budaya Jawa yang kuat membuat film ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan gambaran mengenai situasi politik dan perjuangan pada masa tersebut.

2. Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (2016)

Berbeda dari film perjuangan yang mengambil latar sejarah Indonesia, film ini mengangkat kisah Kontingen Garuda dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Kapten Satria menghadapi berbagai situasi berbahaya ketika bertugas meredam konflik dan menjalankan operasi penyelamatan. Di balik aksi menegangkan, film ini juga memperlihatkan sisi kemanusiaan para prajurit Indonesia ketika membantu masyarakat setempat.

Kisah pertemuan Satria dengan Rania, seorang guru sekolah dasar di Lebanon, turut memberikan sentuhan emosional.

3. Di Balik 98 (2015)

Film ini membawa penonton kembali ke salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah Indonesia, yakni Reformasi 1998.

Demonstrasi mahasiswa, Tragedi Trisakti, kerusuhan Mei 1998, hingga perubahan politik menjadi latar cerita. Namun, film tidak hanya melihat peristiwa besar dari sisi politik.

Kehidupan keluarga dan masyarakat biasa juga menjadi bagian penting. Penonton dapat melihat bagaimana gejolak nasional berdampak langsung terhadap hubungan keluarga, persahabatan, dan masa depan generasi muda.

4. Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023)

Kisah perjuangan Buya Hamka berlanjut dalam film ini, terutama ketika Indonesia menghadapi agresi militer Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Hamka ikut bergerilya dan berusaha membangkitkan semangat masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan. Sementara itu, Siti Raham harus menghadapi kehidupan penuh keterbatasan bersama anak-anak mereka.

Film ini memperlihatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di dalam keluarga.

5. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

H.O.S. Tjokroaminoto dikenal sebagai salah satu tokoh penting pergerakan nasional dan guru bagi sejumlah tokoh besar, termasuk Soekarno.

Film ini menggambarkan keberaniannya melawan ketidakadilan serta memperjuangkan kehidupan masyarakat bumiputra. Ia bahkan rela meninggalkan status kebangsawanannya dan menjalani kehidupan sebagai pekerja.

Perjuangannya kemudian diwujudkan melalui Sarekat Islam yang menjadi salah satu organisasi penting dalam pergerakan nasional.

6. Battle of Surabaya (2015)

Ingin mengenalkan sejarah perjuangan kepada anak-anak dengan cara yang lebih menyenangkan? Battle of Surabaya bisa menjadi pilihan.

Film animasi ini mengambil latar Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Ceritanya mengikuti Musa, seorang anak laki-laki yang bekerja sebagai tukang semir sepatu dan kemudian menjalankan tugas sebagai kurir.

Meski berbentuk animasi, film ini tetap menyajikan pesan mengenai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

7. Kadet 1947 (2021)

Kadet 1947 mengisahkan sekelompok penerbang muda dari sekolah penerbang Angkatan Udara di Maguwo.

Sigit, Mul, Har, dan Adji memiliki semangat besar untuk melawan Belanda meski mereka masih berstatus sebagai kadet. Keterbatasan pengalaman dan aturan militer tidak menghentikan keberanian mereka.

Film ini cocok bagi penonton yang menyukai kisah perjuangan dengan sentuhan aksi dan ketegangan.

8. Perburuan (2019)

Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, Perburuan membawa penonton ke masa menjelang kemerdekaan Indonesia.

Cerita berpusat pada Hardo, seorang Shodanco PETA yang melarikan diri dan bersembunyi setelah rencana pemberontakan terhadap Jepang gagal.

Namun, kepulangannya justru mempertemukannya dengan kenyataan pahit tentang pengkhianatan orang-orang terdekat. Film ini menawarkan cerita perjuangan yang lebih gelap dan penuh konflik psikologis.

9. Jenderal Soedirman (2015)

Sosok Jenderal Soedirman dikenal sebagai salah satu panglima penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Film ini menggambarkan bagaimana ia memimpin perang gerilya meski kondisi kesehatannya sangat buruk akibat penyakit paru-paru. Dalam keadaan terbatas, strategi gerilya tetap dijalankan untuk menghadapi kekuatan Belanda.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa keberanian dan strategi dapat menjadi senjata penting ketika menghadapi lawan dengan sumber daya lebih besar.

10. Merah Putih (2009)

Merah Putih mengambil latar perjuangan mempertahankan kemerdekaan ketika Indonesia menghadapi Agresi Militer Belanda.

Film ini menggabungkan aksi peperangan dengan konflik antarkarakter yang berasal dari latar belakang berbeda. Adegan pertempuran, ledakan, dan aksi para pejuang membuat film ini menjadi salah satu tontonan bertema kemerdekaan yang menarik.

11. Darah Garuda (2010)

Sebagai kelanjutan Merah Putih, Darah Garuda kembali mengikuti perjuangan para kadet yang selamat dari serangan Belanda.

Mereka harus bertahan hidup sekaligus melanjutkan perjuangan di tengah situasi yang semakin sulit. Perbedaan agama, etnis, budaya, dan karakter bahkan memicu konflik di antara mereka.

Namun, keadaan memaksa mereka memahami arti persatuan dan mengesampingkan perbedaan demi tujuan bersama.

12. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Kisah perjalanan Soekarno menjadi salah satu pilihan menarik untuk ditonton saat memperingati HUT RI.

Film ini membawa penonton mengikuti perjalanan Soekarno sejak masa kecil hingga menjadi salah satu tokoh utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selain kisah politik dan perjuangan, film juga menampilkan kemampuan Soekarno dalam berpidato serta membangun semangat masyarakat.

13. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai mengangkat perjuangan KH Hasyim Asy'ari ketika Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang.

Keteguhannya mempertahankan keyakinan membuatnya berhadapan dengan penguasa Jepang. Film ini juga menggambarkan bagaimana para santri dan umat Islam ikut mengambil bagian dalam perjuangan.

Kisah pembentukan Laskar Hizbullah hingga keterlibatan masyarakat dalam Pertempuran Surabaya menjadi bagian penting dari cerita.

14. Soegija (2012)

Soegija menawarkan sudut pandang yang berbeda tentang perjuangan. Film ini tidak hanya berbicara tentang peperangan, tetapi juga tentang kemanusiaan di tengah konflik.

Kisahnya mengikuti Soegijapranata, uskup pribumi pertama Gereja Katolik Indonesia, yang berusaha menjaga persatuan masyarakat ketika bangsa berada dalam situasi penuh kekacauan.

Film ini mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan Indonesia juga membutuhkan toleransi, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.

15. The East (2020)

The East atau De Oost mengambil sudut pandang tentara Belanda yang ditugaskan ke Indonesia setelah Perang Dunia II.

Film ini memperlihatkan bagaimana seorang tentara muda menghadapi konflik batin ketika melihat kekerasan yang terjadi selama operasi militer.

Kehadiran aktor Indonesia dalam film ini juga membuat kisah tersebut semakin menarik untuk disimak.

16. Kartini (2017)

Perjuangan kemerdekaan tidak selalu berbentuk perang dengan senjata. Kartini menunjukkan bahwa perjuangan terhadap ketidakadilan juga dapat dilakukan melalui pendidikan dan pemikiran.

Film ini menceritakan perjuangan R.A. Kartini memperjuangkan pendidikan dan emansipasi perempuan. Ia berusaha membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu meski menghadapi berbagai batasan sosial.

Kisah Kartini mengingatkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari keberanian mempertanyakan keadaan.

17. Buya Hamka (2023)

Film biopik ini mengangkat perjalanan hidup Buya Hamka melalui sejumlah fase penting dalam kehidupannya.

Selain dikenal sebagai ulama, Hamka juga merupakan penulis dan tokoh yang aktif dalam kehidupan sosial serta perjuangan bangsa. Film ini memperlihatkan berbagai tantangan yang harus ia hadapi dalam menjalankan peran tersebut.

18. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia diadaptasi dari novel populer karya Pramoedya Ananta Toer.

Cerita berpusat pada Minke, seorang pribumi yang jatuh cinta kepada Annelies Mellema. Hubungan keduanya berhadapan dengan sistem kolonial dan diskriminasi berdasarkan status sosial serta ras.

Di balik kisah cinta tersebut, film ini menyelipkan kritik terhadap ketidakadilan kolonial yang terjadi sebelum Indonesia merdeka.

19. Sang Pencerah (2010)

Film ini mengikuti perjalanan KH Ahmad Dahlan ketika berusaha melakukan pembaruan dalam kehidupan keagamaan dan pendidikan masyarakat.

Gagasannya sempat mendapat penolakan keras. Namun, bersama Siti Walidah dan para muridnya, Ahmad Dahlan terus memperjuangkan pendidikan serta melawan kebodohan dan kemiskinan.

Kisahnya menunjukkan bahwa perjuangan dapat dilakukan melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, dan keberanian menyuarakan perubahan.

20. Hati Merdeka

Hati Merdeka melanjutkan kisah para kadet yang bertahan setelah menghadapi tragedi dalam perjuangan mereka.

Kelompok tersebut menjalankan misi menuju Bali untuk menghadapi musuh. Dalam perjalanan, mereka tidak hanya menghadapi ancaman dari pasukan Belanda, tetapi juga konflik internal dan perbedaan pandangan mengenai strategi perjuangan.

Film ini menawarkan perpaduan aksi, drama, persahabatan, dan pengorbanan.

21. Gie

Gie mengisahkan perjalanan Soe Hok Gie, mahasiswa Universitas Indonesia yang dikenal karena sikap kritisnya terhadap ketidakadilan.

Melalui catatan harian dan aktivitasnya sebagai aktivis, film memperlihatkan bagaimana Gie berusaha mempertahankan idealisme di tengah pergolakan politik Indonesia pada era 1960-an.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu berarti mengangkat senjata. Kritik, tulisan, dan keberanian menyuarakan kebenaran juga dapat menjadi bentuk perjuangan.

22. Wage

Wage mengangkat kisah Wage Rudolf Soepratman, sosok yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Film ini memperlihatkan bagaimana musik dan tulisan digunakan Wage untuk membangkitkan semangat kebangsaan. Ia aktif dalam pergerakan nasional dan berusaha menyuarakan persatuan masyarakat Indonesia.

Momen penting dalam kisahnya terjadi ketika Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan dalam momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Film Perjuangan Mana yang Paling Menarik?

Dari kisah peperangan, perjuangan tokoh nasional, gerakan mahasiswa, pendidikan, hingga perlawanan melalui musik, 22 film tersebut menawarkan berbagai perspektif tentang perjalanan bangsa Indonesia.

Menonton film perjuangan saat HUT ke 81 RI juga bisa menjadi aktivitas keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi sekaligus membuka ruang untuk membicarakan kembali sejarah Indonesia.

Jadi, daripada hanya menghabiskan waktu libur 17 Agustus dengan bersantai, coba pilih satu atau beberapa film di atas. Siapa tahu, setelah menontonnya, semangat nasionalisme dan rasa bangga sebagai orang Indonesia justru semakin membara.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN