Kronologi Tio Ferdian Minta Pacar Aborsi, Gelar Runner Up Raka Jatim 2026 Terancam Dicopot
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang pemilihan duta wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 tengah menjadi sorotan setelah salah satu pesertanya, Tio Ferdian Rahmana, terseret dugaan kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya. Tio yang menyandang status runner up Raka Jawa Timur 2026 disebut diduga meminta sang kekasih untuk menggugurkan kandungan.
Kabar tersebut pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar unggahan yang menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan Tio dan pacarnya. Dalam percakapan tersebut, muncul pembahasan mengenai rencana menggugurkan kandungan hingga opsi membawa sang perempuan ke Singapura.
Kasus ini kemudian mendapat perhatian serius dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur selaku pihak yang berkaitan dengan ajang Raka Raki Jatim.
Gelar Bisa Dicabut
Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam menghadapi isu yang telah menyebar luas tersebut.
Menurut Evy, proses pemanggilan dan verifikasi terhadap Tio sudah dilakukan. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan berbagai bukti dan informasi sebelum menentukan keputusan akhir.
Evy menyebut akan ada sidang yang digelar untuk membahas hasil investigasi. Jika dugaan yang beredar terbukti berdasarkan proses pemeriksaan, sanksi paling berat yang dapat diberikan adalah pencabutan gelar.
"Nanti hari Selasa kami akan membuat sidang, jadi nanti keputusannya apa akan kami sampaikan berikutnya. Tapi sanksi terberat adalah pencabutan gelar dan pencoretan nama yang bersangkutan dalam Ikatan Raka Raki," ujar Evy kepada detikJatim, Senin (10/8/2026).
Dengan demikian, status Tio sebagai runner up Raka Jawa Timur 2026 saat ini masih belum dicabut. Keputusan tersebut baru akan ditentukan setelah proses investigasi dan sidang selesai.
Sudah Dipanggil untuk Dimintai Klarifikasi
Evy menjelaskan Tio dipanggil pihak terkait. Ikatan Raka Raki Jawa Timur bersama dewan juri juga telah melakukan sejumlah tahapan untuk memverifikasi informasi yang beredar.
Sejak isu tersebut mencuat, organisasi Raka Raki Jatim disebut langsung bergerak melakukan pengecekan. Hasil verifikasi dari berbagai pihak nantinya akan dikumpulkan dan dibahas bersama.
"Sudah dipanggil, sudah beberapa tahapan kita lakukan. Pada saat setelah ada isu itu mencuat, langsung teman-teman Ikatan Raka Raki yang bergerak dulu," jelas Evy.
Proses pemeriksaan juga melibatkan dinas serta pemerintah kota yang berkaitan dengan pihak-pihak dalam kasus tersebut.
Dugaan Percakapan soal Aborsi Viral
Sebelumnya, akun Instagram @ingintauindonesia mengunggah sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan kasus tersebut.
Dalam unggahan itu, disebutkan seorang perempuan yang mengaku sebagai pacar Tio mengungkap bahwa dirinya diminta menggugurkan kandungan yang disebut telah berusia sekitar 12 minggu.
Tidak hanya membahas opsi aborsi, percakapan yang beredar juga disebut memuat pembahasan mengenai kemungkinan membawa sang perempuan ke Singapura.
Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai reaksi publik. Namun, isi percakapan yang beredar di media sosial masih menjadi bagian dari materi yang perlu diverifikasi dalam proses investigasi.
Ikatan Raka Raki Jatim Buka Suara
Viralnya kasus tersebut membuat Ikatan Raka Raki Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap pada 8 Agustus 2026.
Organisasi tersebut menegaskan sikap terhadap segala bentuk dugaan kekerasan seksual, pelecehan, maupun penyalahgunaan kekuasaan. Mereka menyatakan tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan apabila terbukti melanggar hukum, etika, dan nilai kemanusiaan.
Ikatan Raka Raki Jatim juga menyatakan komitmennya untuk menindak dugaan pelanggaran sesuai dengan aturan internal yang berlaku.
Untuk memastikan proses berjalan objektif, mereka mengaku telah membentuk tim independen yang bertugas melakukan investigasi secara adil dan transparan.
Identitas dan Keselamatan Korban Jadi Prioritas
Selain menyatakan sikap terhadap dugaan pelanggaran, Ikatan Raka Raki Jawa Timur juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban maupun saksi.
Mereka menyatakan keselamatan, pemulihan, serta kerahasiaan identitas korban menjadi salah satu prioritas utama selama proses penanganan kasus.
Organisasi tersebut juga membuka saluran aman bagi korban atau saksi lain yang mungkin mengalami atau mengetahui kejadian serupa.
Mereka turut menyampaikan permintaan maaf sekaligus berkomitmen melakukan evaluasi terhadap sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Nasib Gelar Tio Kini Menunggu Hasil Investigasi
Dengan proses investigasi yang masih berlangsung, nasib Tio Ferdian sebagai runner up Raka Jawa Timur 2026 kini berada di ujung tanduk. Disbudpar Jawa Timur telah menyatakan bahwa pencabutan gelar dan pencoretan dari Ikatan Raka Raki merupakan sanksi terberat yang dapat diberikan.
Namun, keputusan tersebut belum final.
Pihak Disbudpar, dewan juri, Ikatan Raka Raki, serta pemerintah kota terkait masih melakukan konfirmasi, verifikasi, dan klarifikasi lapangan.
Karena itu, dugaan kekerasan seksual dan permintaan aborsi yang beredar di media sosial belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum proses investigasi selesai.
Publik kini tinggal menunggu hasil sidang yang akan menentukan apakah Tio tetap menyandang gelar runner up Raka Jawa Timur 2026 atau justru harus kehilangan gelar serta keanggotaannya dalam Ikatan Raka Raki Jawa Timur.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kronologi Tio Ferdian Minta Pacar Aborsi, Gelar Runner Up Raka Jatim 2026 Terancam Dicopot .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!