Benarkah Kulit Pisang Digosok ke Wajah Bisa Bikin Glowing? Faktanya Bikin Kaget
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Setelah menikmati buah pisang, apa yang biasanya Cantiks lakukan dengan kulitnya? Kalau langsung membuangnya ke tempat sampah, mungkin Cantiks pernah mendengar tren kecantikan yang satu ini.
Belakangan, kulit pisang ramai disebut-sebut sebagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk merawat wajah. Caranya pun terdengar sangat sederhana, yakni dengan menggosokkan bagian dalam kulit pisang langsung ke permukaan kulit.
Klaimnya cukup menggiurkan. Kulit pisang disebut dapat membantu membuat wajah terlihat lebih cerah, mengurangi garis halus, menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata, hingga meredakan peradangan.
Namun, apakah benar kulit pisang bisa menjadi alternatif skincare murah untuk mendapatkan kulit glowing?
Ternyata, jawabannya tidak sesederhana yang beredar di media sosial.
Benarkah Kulit Pisang Bisa Bikin Wajah Glowing?
Menurut residen dermatologi Taylor Bullock, MD., seperti dikutip dari Cleveland Clinic, belum terdapat bukti ilmiah kuat yang membuktikan bahwa menggosokkan kulit pisang secara langsung ke wajah mampu memberikan berbagai manfaat yang selama ini diklaim.
Artinya, Cantiks sebaiknya tidak langsung percaya bahwa kulit pisang dapat menggantikan produk skincare yang memang diformulasikan khusus untuk kulit.
Meski begitu, bukan berarti pisang sama sekali tidak memiliki kandungan yang bermanfaat. Buah ini diketahui kaya akan antioksidan yang memang berperan penting dalam membantu melindungi tubuh, termasuk kulit, dari efek radikal bebas.
Sebuah penelitian pada 2011 juga menunjukkan bahwa pisang memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi. Bahkan, kulit pisang yang masih belum matang disebut memiliki kadar antioksidan lebih tinggi dibandingkan kulit pisang yang sudah matang atau terlalu matang.
Namun, adanya kandungan antioksidan tidak otomatis berarti menggosokkan kulit pisang ke wajah akan memberikan efek skincare yang sama.
Mengapa Antioksidan Penting untuk Kulit?
Kulit setiap hari menghadapi berbagai faktor yang dapat memicu kerusakan, salah satunya adalah stres oksidatif. Kondisi tersebut terjadi ketika radikal bebas berinteraksi dengan sel tubuh dan dapat memengaruhi struktur sel.
Paparan sinar matahari, polusi, asap, hingga proses metabolisme alami tubuh dapat berkontribusi terhadap terbentuknya stres oksidatif.
Menurut Dr. Bullock, kondisi tersebut dapat mempercepat proses penuaan kulit dengan mengurangi serat kolagen dan elastin. Dampaknya kemudian dapat terlihat dalam bentuk garis halus, kerutan, kulit yang mulai kendur, perubahan tekstur, maupun perubahan warna kulit.
Di sinilah antioksidan memiliki peran penting. Kandungan tersebut membantu melawan radikal bebas sehingga dapat mendukung perlindungan kulit dari stres oksidatif.
Sayangnya, Cantiks, mendapatkan manfaat antioksidan bukan berarti harus menggosokkan kulit pisang ke wajah.
Jangan Asal Coba Skincare DIY
Tren menggunakan bahan makanan langsung pada wajah memang terlihat praktis dan murah. Namun, bukan berarti semua bahan alami otomatis aman digunakan sebagai skincare.
Kulit wajah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Bahan yang terasa aman bagi seseorang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.
Selain itu, produk skincare yang telah diformulasikan khusus umumnya dirancang dengan mempertimbangkan konsentrasi bahan aktif, stabilitas formula, serta cara penggunaannya.
Karena itu, jika tujuanmu adalah mendapatkan kulit lebih sehat dan terlindungi, ada beberapa bahan skincare yang memiliki fungsi antioksidan dan telah lebih umum digunakan dalam produk perawatan kulit.
Alternatif Bahan Perawatan Kulit
Salah satunya adalah minyak argan. Minyak yang berasal dari biji pohon argan ini banyak digunakan untuk merawat kulit dan rambut. Kandungannya juga dikenal memiliki sifat anti-inflamasi.
Ada pula minyak jojoba yang memiliki karakteristik menyerupai minyak alami kulit. Bahan ini dapat membantu menjaga kondisi kulit agar tetap terasa nyaman dan tidak terlalu kering.
Sementara itu, vitamin C menjadi salah satu kandungan skincare yang populer karena memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu meratakan tampilan pigmentasi. Kandungan ini juga banyak digunakan dalam produk perawatan kulit yang ditujukan untuk membantu melawan tanda-tanda penuaan.
Namun, Cantiks perlu mengingat satu hal penting. Jika menggunakan produk vitamin C pada pagi hari, jangan lupa melanjutkan rutinitas dengan sunscreen. Perlindungan dari paparan sinar UV tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Jadi, kulit pisang memang mengandung antioksidan, tetapi belum ada bukti kuat bahwa menggosokkannya langsung ke wajah bisa membuat kulit glowing, menghilangkan kerutan, atau menyamarkan mata panda.
Daripada menjadikan kulit pisang sebagai pengganti skincare, lebih baik gunakan produk yang diformulasikan sesuai kebutuhan kulit. Bahan alami memang menarik untuk dicoba, tetapi “alami” tidak selalu berarti terbukti efektif atau otomatis cocok untuk kulit wajah.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Benarkah Kulit Pisang Digosok ke Wajah Bisa Bikin Glowing? Faktanya Bikin Kaget .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!