Cara Mengatasi Puting Lecet dan Sakit Saat Menyusui, Perbaiki Pelekatan hingga Perawatan Alami

Ket. Foto ilustrasi

Doc: Magnific.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Puting lecet dan nyeri saat menyusui merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu, terutama pada minggu-minggu awal setelah melahirkan.

Kondisi ini dapat membuat proses menyusui terasa tidak nyaman, bahkan memicu keinginan untuk berhenti memberikan ASI. Padahal, dengan penanganan yang tepat, puting lecet umumnya dapat membaik dan ibu tetap bisa melanjutkan pemberian ASI secara optimal.

Perhatikan Perlekatan

Salah satu penyebab utama puting lecet adalah pelekatan bayi yang kurang tepat. Ketika bayi hanya mengisap bagian puting tanpa memasukkan sebagian besar areola ke dalam mulut, tekanan akan terfokus pada puting sehingga mudah menimbulkan luka. Oleh karena itu, memperbaiki teknik pelekatan menjadi langkah pertama yang sangat penting.

Pastikan mulut bayi terbuka lebar sebelum mulai menyusu. Sebagian besar area areola, terutama bagian bawah puting, sebaiknya ikut masuk ke dalam mulut bayi. Dengan cara ini, isapan akan lebih efektif sekaligus mengurangi risiko puting terjepit.

Posisi Menyusui

Selain pelekatan, posisi menyusui juga perlu diperhatikan. Jika luka muncul pada satu titik tertentu, cobalah mengganti posisi menyusui agar tekanan tidak selalu mengenai area yang sama. Posisi seperti football hold, cradle hold, atau menyusui sambil berbaring dapat menjadi pilihan sesuai kenyamanan ibu dan bayi.

Saat ingin menghentikan proses menyusui, jangan menarik bayi secara langsung dari payudara. Sebaiknya masukkan jari kelingking ke sudut mulut bayi untuk memutus vakum isapan secara perlahan. Cara ini membantu mencegah puting tertarik secara paksa yang dapat memperparah luka.

Perawatan Alami

Perawatan alami juga dapat membantu mempercepat penyembuhan. Setelah selesai menyusui, peras satu atau dua tetes ASI, kemudian oleskan pada puting yang lecet. Biarkan mengering dengan sendirinya sebelum mengenakan bra atau pakaian. Kandungan alami dalam ASI diketahui memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Menjaga kebersihan payudara juga penting, tetapi hindari penggunaan sabun yang mengandung bahan keras atau pewangi. Sabun dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga puting menjadi lebih kering dan mudah pecah-pecah. Saat mandi, cukup bersihkan payudara menggunakan air hangat.

Gunakan Krim

Apabila diperlukan, ibu juga dapat menggunakan krim khusus puting berbahan lanolin murni atau produk yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Krim ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mempercepat proses pemulihan. Pastikan produk yang digunakan aman untuk ibu menyusui.

Meski terasa sakit, menyusui sebaiknya tetap dilanjutkan selama ibu masih mampu dan tidak ada anjuran medis untuk berhenti.

Jika nyeri semakin berat, puting mengeluarkan darah atau nanah, muncul demam, atau luka tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi. 

Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu ibu tetap nyaman menyusui sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.*

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN