Penyebab Mal Ramai Pasang Pagar Besi Setinggi 2,5 Meter, Takut Penjarahan Terulang?

Ket. Pagar besi di mal kota kasablangka.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Fenomena pusat perbelanjaan yang tiba-tiba memasang pagar besi tinggi belakangan menjadi sorotan publik. Banyak masyarakat bertanya-tanya mengenai alasan di balik langkah tersebut. Sebagian bahkan mengaitkannya dengan isu keamanan hingga meningkatnya aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, akhirnya memberikan penjelasan terkait alasan sejumlah mal memasang pagar besi di area depan bangunan mereka.

Jadi, benarkah pagar besi dipasang karena takut penjarahan terulang lagi seperti 1998?

Menurut Alphonzus, pemasangan pagar bukan dilakukan tanpa alasan. Langkah tersebut bertujuan untuk menciptakan arus keluar masuk pengunjung yang lebih tertib sekaligus meningkatkan aspek keselamatan, baik bagi pengunjung maupun pengguna jalan di sekitar pusat perbelanjaan.

Ia menjelaskan apabila area mal dibiarkan terbuka tanpa pembatas, pengunjung dapat keluar maupun masuk dari berbagai sisi. Kondisi seperti itu dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lalu lintas di sekitar kawasan mal dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

"Tujuan utamanya adalah menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Jika area terbuka, orang bisa masuk dan keluar dari mana saja sehingga berpotensi membahayakan kondisi lalu lintas di sekitarnya," jelas Alphonzus saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7/2026).

Lebih lanjut, Alphonzus menegaskan pemasangan pagar tinggi sebenarnya bukan tren baru di Indonesia. Bahkan, menurutnya, banyak pusat perbelanjaan yang sejak awal pembangunan sudah menggunakan pagar sebagai bagian dari desain kawasan dan sistem pengamanan.

Ia juga menyoroti karakteristik beberapa mal yang berada di pusat kota atau di jalur utama yang kerap menjadi lokasi berlangsungnya aksi unjuk rasa. Dalam kondisi tersebut, pagar besi berfungsi sebagai batas pengamanan tambahan agar aktivitas di dalam kawasan mal tetap berjalan normal tanpa mengganggu keselamatan pengunjung maupun operasional pusat perbelanjaan.

Karena itu, keberadaan pagar tidak semata-mata untuk membatasi akses masyarakat, melainkan sebagai langkah antisipatif menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan.

Fenomena ini semakin ramai diperbincangkan setelah Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, terlihat memasang pagar besi berwarna abu-abu dengan tinggi sekitar 2,5 meter di area depan bangunan. Berdasarkan pantauan di lokasi, pagar tersebut membentang kurang lebih 100 meter, dimulai dari area dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati jalur keluar mobil.

Pemandangan pagar tinggi di Kokas pun memicu beragam komentar dari masyarakat di media sosial. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah pemasangan pagar berkaitan dengan situasi keamanan atau hanya bagian dari penataan kawasan.

Sebenarnya, langkah serupa telah lebih dulu diterapkan di Surabaya. Sejumlah pusat perbelanjaan yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group diketahui sudah memasang pagar besi di area luar mal.

Beberapa di antaranya adalah Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, hingga Pakuwon City Mall. Dengan demikian, pemasangan pagar bukan hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga sudah menjadi bagian dari sistem pengelolaan sejumlah pusat perbelanjaan di kota-kota besar.

Meski memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, pihak APPBI memastikan bahwa kebijakan tersebut lebih difokuskan pada penataan akses, keselamatan pengunjung, serta pengamanan kawasan, khususnya bagi mal yang berada di lokasi strategis dan kerap menjadi titik berkumpulnya massa maupun jalur aksi demonstrasi.

Ke depan, bukan tidak mungkin semakin banyak pusat perbelanjaan yang menerapkan sistem serupa apabila dinilai mampu meningkatkan keamanan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib bagi seluruh pengunjung.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN