Viral Curhat Korban Bullying Setelah 18 Tahun, Pelaku Diduga Pegawai HR BUMN

Ket. Kasus bullying SMA yang baru terungkap setelah 18 tahun.

Doc: X

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Media sosial tengah dihebohkan dengan kisah perundungan atau bullying yang baru mencuat setelah hampir dua dekade berlalu. Pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban kekerasan saat masih duduk di bangku SMA mendadak viral dan memicu perdebatan luas di kalangan warganet.

Korban dengan akun @oppywidy mengaku baru memiliki keberanian untuk mengungkap pengalaman pahit yang selama ini dipendam selama kurang lebih 18 tahun. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa dirinya mengalami perundungan yang sangat berat hingga meninggalkan trauma mendalam yang belum sepenuhnya pulih sampai sekarang.

Dalam pengakuannya, korban menyebut dirinya pernah menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar 20 siswi yang merupakan kakak kelasnya. Ia juga mengaku mengalami tindakan kekerasan yang sangat serius.

"Aku pernah dibully sampai, maaf, vaginaku ditusuk kayu sama kakak kelas waktu SMU. Dikeroyok 20 orang cewek semua kakak kelas. Guru enggak ada yang bisa bantu, malah aku yang disaranin pindah sekolah karena aku miskin," tulisnya dalam unggahan yang kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.

Tak hanya itu, korban mengaku akhirnya memilih pindah ke luar negeri untuk menjalani kehidupan baru. Namun, trauma yang selama ini berusaha ia sembuhkan kembali muncul ketika tanpa sengaja melihat nama seseorang yang disebut berkaitan dengan masa lalunya.

"Dan minggu lalu aku lihat nama itu lagi setelah hampir 20 tahun aku obatin lukaku. Aku tremor. Aku udah pindah ke luar negeri tapi ternyata circle-ku dekat sama pelaku itu," tulisnya.

Unggahan tersebut langsung mengundang simpati publik. Banyak warganet yang merasa prihatin karena korban mengaku tidak mendapatkan perlindungan dari pihak sekolah pada saat kejadian berlangsung. Bahkan, menurut pengakuannya, ia justru diminta pindah sekolah.

Perbincangan semakin memanas setelah warganet mulai mengaitkan sosok yang diduga sebagai pelaku dengan seorang perempuan yang kini bekerja di bidang Human Resources (HR) pada sebuah perusahaan plat merah (BUMN). Dugaan tersebut kemudian menjadi viral dan memunculkan berbagai reaksi di media sosial.

Klarifikasi Terduga Pelaku

Di tengah ramainya sorotan publik, sosok yang diduga sebagai pelaku sempat mengunggah klarifikasi melalui Instagram Story. Dalam pernyataannya, ia membantah tuduhan melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Namun, ia mengakui pada masa sekolah dirinya pernah melakukan perundungan secara verbal.

Pernyataan tersebut justru menuai kritik dari banyak pengguna media sosial. Menurut warganet, perundungan tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik. Bullying verbal pun dinilai dapat meninggalkan luka psikologis yang bertahan hingga bertahun-tahun, bahkan memengaruhi kehidupan korban di masa dewasa.

Kasus ini juga memunculkan diskusi mengenai profesi Human Resources yang identik dengan nilai integritas, empati, serta kemampuan membangun lingkungan kerja yang sehat. Tak sedikit yang mempertanyakan bagaimana rekam jejak seseorang di masa lalu seharusnya dipandang ketika menduduki posisi yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia.

Kasus ini pun menjadi pengingat dampak bullying tidak selalu berhenti ketika masa sekolah berakhir. Luka yang ditinggalkan bisa bertahan selama bertahun-tahun dan baru muncul kembali ketika korban dipertemukan dengan pemicu yang mengingatkannya pada masa lalu.

Di sisi lain, ramainya kasus ini juga memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Haruskah rekam jejak perilaku seseorang di masa lalu menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen kerja, khususnya untuk posisi yang menuntut integritas tinggi seperti Human Resources? Perdebatan tersebut hingga kini masih terus bergulir di media sosial.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN