dr Tirta Putuskan Hiatus dari X, Singgung Soal Batasi Perilaku Impulsif di Media Sosial
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dokter Tirta mengumumkan keputusan untuk hiatus dari media sosial X melalui unggahan yang ditulis langsung kepada para pengikutnya.
Dalam pesannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada warganet yang selama ini aktif berdiskusi dengannya, terutama soal sepak bola. Namun, ia merasa perlu mengambil jeda demi menjaga kesehatan mental dan mengurangi kebiasaan bertindak secara impulsif di media sosial.
"Halo kawan2, terimakasih udah ngobrol2 di X selama ini. Dikarenakan ingin membatasi aktivitas impulsive di media sosial, aku memutuskan hiatus dulu dari X.
Makasih reply2 an asbunnya, trutama soal sepakbola. Sekarang fokusku: Searching for peace in a crowded mind."
Unggahan tersebut mendapat beragam respons dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan atas keputusan Dokter Tirta untuk beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk percakapan di media sosial.
Kalimat "Searching for peace in a crowded mind" juga dinilai menggambarkan keinginannya mencari ketenangan di tengah padatnya aktivitas dan derasnya arus informasi digital.
Apa Itu Perilaku Impulsif di Media Sosial?
Perilaku impulsif di media sosial adalah tindakan yang dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan dampak atau konsekuensi jangka panjang.
Dorongan untuk langsung bereaksi terhadap suatu unggahan, komentar, atau isu yang sedang viral sering kali muncul karena emosi sesaat, seperti marah, kesal, antusias, atau ingin mendapat perhatian.
Media sosial dirancang dengan aliran informasi yang sangat cepat sehingga pengguna mudah terdorong untuk segera memberikan respons.
Rekomendasi juga buat kamu:
Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat memicu konflik, penyesalan, hingga kelelahan mental karena terus mengikuti dinamika percakapan yang berlangsung tanpa henti.
Beberapa contoh perilaku impulsif di media sosial antara lain:
* Langsung membalas komentar dengan emosi ketika merasa diserang.
* Membagikan informasi atau berita tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
* Ikut berdebat dalam topik yang sedang viral hanya karena terbawa suasana.
* Mengunggah curahan hati saat sedang marah, lalu menyesal setelah emosi mereda.
* Terus-menerus mengecek notifikasi dan membalas setiap komentar tanpa memberi jeda bagi diri sendiri.
Keputusan untuk mengambil jeda dari media sosial menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan untuk mengurangi perilaku impulsif tersebut.
Dengan membatasi paparan terhadap percakapan yang berlangsung cepat, seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir sebelum bereaksi, mengelola emosi, serta memprioritaskan aktivitas yang lebih bermanfaat bagi kesehatan mental.
Langkah yang diambil Dokter Tirta menunjukkan bahwa beristirahat dari media sosial bukan berarti menghindari interaksi, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali menemukan keseimbangan.
Di era digital yang serba cepat, kemampuan mengendalikan dorongan untuk selalu merespons setiap isu menjadi salah satu bentuk menjaga kesehatan mental sekaligus menciptakan pengalaman bermedia sosial yang lebih sehat.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk dr Tirta Putuskan Hiatus dari X, Singgung Soal Batasi Perilaku Impulsif di Media Sosial .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!